Agus Saefudin
Agus Saefudin Guru

flying to distance with the soft symphony.... hidup itu indah maka jalani dengan senyum dan cinta serta berbagillah karena manusia yang berharga adalah yang memiliki arti bagi sesamanya...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mewujudkan Lulusan SMK Menjadi Generasi Paripurna yang Tangguh

28 Oktober 2018   07:05 Diperbarui: 28 Oktober 2018   08:43 155 0 0

Manusia paripurna (insan kamil) tidak mungkin terwujud tiba-tiba. Ia adalah hasil dari proses panjang pendidikan yang berkesinambungan dan tak terputus dari buaian hingga berakhir saat tutup usia. Insan kamil akan menebarkan manfaat bagi kemanusiaan sepanjang usia kehidupan. 

Dengan demikian, pendidikan yang memanusiakan manusia adalah keniscayaan. Pendidikan tidak semata-mata bersumber dari sekolah ansih tetapi juga yang utama berangkat dari keluarga dan lingkungan masyarakat dimana siswa sebagai warga negara bertumbuh kembang.

Sekolah merupakan salah satu matra bagi pengembangan kemanusiaan karena ia adalah kawah candradimuka dimana manusia-manusia muda mendapatkan pengalaman belajar yang mendewasakan sebagai bekal kehidupan. 

Segenap potensi kecerdasan manusia baik kecerdasan intelegensia (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ), maupun kecerdasan transedental (TQ) diasah untuk mewujud dalam diri manusia yang utuh sehingga mempunyai daya untuk berperan aktif dalam menjalani tugas kehidupannya. 

Disadari bahwa pada masa sekarang ini manusia cerdas dan pandai saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi yang semakin sengit dalam globalisasi yang menisbikan jarak dan waktu. 

Manusia paripurna yang cerdas secara pengetahuan dan memiliki emosi yang tertata dengan spiritualitas tinggi, pendeknya ia adalah manusia paripurnalah yang akan memenangkan kompetisi dan mampu menghadapi arus globalisasi di era desrupsi teknologi yang tak mungkin dihindarkan saat ini.

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sebagai penyelenggara pendidikan menengah kejuruan mempunyai peran yang strategis dalam mewujudkan manusia paripurna tersebut. 

Sudah saatnya bagi SMK pendidikan bukan hanya semata-mata hard skills tetapi juga penting untuk mengoptimalkan soft skills dengan karaker bangsa yang kuat. Bangsa yang berkarakterlah yang akan tetap eksis dan memenangkan pertarungan dan tantangan jaman yang selalu berubah dengan cepat dari waktu ke waktu. 

Karakter manusia Indonesia adalah manusia Pancasila yang Berbhineka Tunggal Ika yang dengan percaya pada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persatuan dan kesatuan bangsa di atas perbedaan suku, ras, dan agama untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan karakter ini mempunyai peran penting dalam mewujudkan lulusan SMK yang paripurna dan berjati diri Indonesia yang tangguh.

Dengan demikian, pembelajaran yang berkualitas menjadi keniscayaan bagi SMK. Pendidikan seperti ini hanya mungin terwujud jika siswa menjai pusat dalam kegiatan pembelajaran. 

Episentrum kegiatan pembelajaran menekankan pada optimalisasi segenap potensi yang dimiliki peserta didik sehingga berorientasi pada pencapaian kompetensi secara tntas (mastery learning), baik dari sisi pengetahuan dan keterampilan dengan landasan attitude yang bagus. 

Pembelajaran seperti ini akan menghasilkan siswa yang kompeten dan mumpuni dalam penguasaan keilmuan sesuai dengan kompetensi kejuruan yang dipelajari.

Inovasi menjadi kata kunci dalam penyelenggaraan pendidkan saat ini. Dan ini semua akan terkait dengan bagaimana pembelajaran mampu menumbuhkan siswa yang kreatif dengan kemampuan menganalsis konsteks lingkungan di mana ia berada hingga meniscayakan pembiasaan berpikir tingkat tinggi (HOTS high order thingking skills) yang akan menumbuhkan budaya berpikir kritis terhadap fenomena yang ada hinga melekat menjadi pribadi berkarakter unggul. 

Pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa (stundent center learning) dengan mengoptimalkan segenap sumber belajar terutama TIK (teknologi informaasi dan komunikasi) merupakan keniscayaan. 

Dengan demikian guru sebagai fasilitator dan mitra belajar siswa sudah semestinya memberi ruang bagi kemerdekaan siswa dalam belajar. Metode pembelajaran yang mendukung bagaimana siswa mengkonstruksi pengetahuan melalui beajar aktif dengan segenap potensi yang dimiliki sudah semestia diterapkan.

Guru penting untuk menerapkan metode pembelajaran yanng tepat untuk mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki peserta didik. Tidak ada satu metode tunggal yang paling tepat dan terbaik dalam menghasilkan lulusan SMK yang paripurna yang mampu mengatasi tantangan jamannya. Hal terpenting adalah bagaimana siswa memiliki kemampuan eradaptasi (adatable) terhadap perubahan yang terjadi setiap saat dan mampu belajar bagaimana cara belajar yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kegiatan embelajaran seharusnya disesuaikan dengan tujuan instruksional belajar dan konteks pembelajaran. Pembelajaran yang baik tidak dapat dilepaskan dari ruang dan waktu. 

SGD (Small roup Discussion) misalnya dapat diterapkan pada saat pembelajaran konsep dan prinsip dari suatu pengetahuan karena siswa akan terlatih untuk berpikir kritis terhadap fenomena yang terjadi daam kehidupan sehari-hari. 

Demikian juga untuk menumbuhkan keterampilan da erasakan suatu kondisi maka metode role play nd simulation tepat untuk diterapkan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kritis juga akan tumbh secara alamiah jika dalam pembelajaran peserta didik dibiasakan mempelajari suatu kasus (case study) dan bernalar dengan benar melalui discovery learning.

Ke depan sesuai degan fungsi sosialnya, manusia tidak mungkin bisa hidup tanpa bantuan orang lain sehingga pembelajaran yang menumbuhkan jiwa sosial dan kemampuan bekerja sama menjadi penting untuk dibudayakan. Metode yang tepat untuk tujuan seperti ini adalah cooperative learning, collaborative learning, pembelajaran proyek  secara berkelompok (project based learning) dan problem solving. Di samping itu kamandirian siswa dalam pembelajaran jua perlu dilatihkan melaluintugas mandiri baiik terstruktur maupun tidak tersetruktur dengan mnerapkan self dirrective learning.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2