Mohon tunggu...
Caesar Naibaho
Caesar Naibaho Mohon Tunggu... Guru - Membaca adalah kegemaran dan Menuliskan kembali dengan gaya bahasa sendiri. Keharusan

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tak Tilang Pengendara Mobil Mewah Konvoi Karena Bersikap Sopan dan Kooperatif, Bukti Polisi Humanis

29 Januari 2022   06:37 Diperbarui: 29 Januari 2022   06:45 332
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Konvoi di Jalan Tol, Pelanggaran.sumber:kompas.com

Selain itu, surat-surat kendaraan klub mobil mewah yang mengikuti konvoi itu juga lengkap. Hal ini jadi pertimbangan polisi tidak memberikan sanksi tilang.

"Kan anggota saya datang disuruh berhenti dan satu orang itu kooperatif, mohon maaf, tidak ulangi lagi. Surat-surat (kendaraan) lengkap," kata Sutikno.

Imbas Polisi Humanis?

Artinya, kesimpulan dan hikmah yang dapat penulis ambil dari kejadian ini adalah Polisi kita sudah semakin baik dan semakin bijak dalam menetapkan langkah hukuman atas kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat. Kesadaran akan kesalahan yang dilakukan masyarakat dapat disikapi Polisi dengan lebih tenang dan tidak mempersulit para peserta konvoi yang melakukan kesalahan.

Kelengkapan surat-surat pengendara dan mengakui kesalahan atau kekhilafan menjadi poin penting bagi Satuan Polisi yang menangani kasus ini. Mereka tidak terlihat sangar dengan sedikit-sedikit tangkap dan tilang, tapi memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri bagi para pelanggar lalu lintas.

Berbeda jauh ketika tahun-tahun sebelumnya. Sebelum eranya Kapolri sekarang kita lihat Polisi bukan pelayan dan pengayom, tapi pengadil di jalanan yang suka bertindak semena-mena terhadap pengguna jalan raya yang dinilai melakukan pelanggaran.

Masih segar di ingatan saya, dibeberapa titik di kota Medan, pak Polisinya suka mengendap atau sembunyi dan ketika ada pengendara lewat, terobos lampu merah misalnya, pak Polisinya langsung nongol dan stop kendaraan serta langsung menangkap kunci sepeda motor. Lalu mengeluarkan surat tilang sambil memeriksa kelengkapan sepeda motor kita. Mulai dari pentil ban sepeda motor, ada atau tidak? Kaca spion, BK kendaraan, helm yang kita pakai ber-SNI atau tidak? Bahkan suka iseng nanya, kenapa tidak pake jaket? Hingga detail periksa SIM dan STNK.

Segala urusan bisa dinego di jalan raya, beberapa kali terekam aksi-aksi mereka yang mempermainkan surat tilang dari Rp 250.000,- menjadi Rp 100.000,- dan seterusnya, walau surat-surat lengkap, hanya terlambat bayar pajak misalnya, tetap harus bayar kalau urusan mau cepat. Itu cerita lama, entahlah sekarang.

Dalam kasus konvoi mobil mewah di jalan tol yang tidak ditilang pak Polisi, kita berpikir positif saja dan semoga tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran yang sama, karena apabila terjadi lagi pelanggaran yang sama di tempat lain, bukan di DKI Jakarta, tapi daerah lain, ataupun di daerah DKI Jakarta, lalu pak Polisinya melakukan tilang atas pelanggaran yang sama?

Ini yang akan menjadi preseden buruk bagi citra Polisi, kenapa? Masyarakat pasti berkata, "loh kenapa kejadian di Tol KM 02.400 Andara tidak ditilang? Hanya diberikan peringatan? Kenapa kejadian disini ditilang? Padahal kami juga sudah bersikap sopan dan kooperatif dan surat-surat juga lengkap?".

Semoga saja masyarakat tidak ada yang memancing dengan melakukan kejadian yang sama, karena masyarakat ini banyak memancing reaksi pak Polisi atas kejadian yang sama. Apakah akan melakukan hal yang sama dengan kejadian yang sama tapi beda tempat atau lokasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun