Agus Oloan
Agus Oloan Penulis Lepas di Kompasiana

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Apapun Alasannya, Saya Tetap Dukung Argentina Juara!

14 Juni 2018   21:54 Diperbarui: 14 Juni 2018   22:10 491 0 0
Apapun Alasannya, Saya Tetap Dukung Argentina Juara!
Skuad Argentina Untuk Piala Dunia 2018. Kembali Saya Unggulkan Jadi Kampiun. Semoga! sumber gambar : www.bolarusia.kompas.com

Pesta akbar empat tahunan ini mentas lagi. Yah, Piala Dunia 2018 kembali menggema dan gaungnya pastinya sampai ke seluruh pelosok dunia. Dunia berikut isinya dibuat bergembira, bersatu kembali untuk merayakan moment paling dinanti-nanti, apalagi kalau bukan pesta sepakbola paling akbar bernama Piala Dunia yang tahun ini mentas di Rusia dari tanggal 14 Juni sampai dengan 15 Juli 2018.

Ada 32 kontestan, dibagi menjadi 8 grup untuk berkompetisi memperebutkan dua tiket lolos ke babak berikutnya. Pertandingan pembuka bakal seru karena tuan rumah Rusia sudah bersiap menerima tantangan Arab Saudi dalam partai pembuka usai acara semeronial yang pastinya bakal sangat meriah.

Acara pembukaan sendiri dikabarkan akan sangat berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, dimana kali ini akan menampilkan pagelaran musik yang sangat spektakuler dengan menampilkan keanekaragaman budaya khas "Negara Beruang Merah" tersebut.

Ada nama Robbie Williams, bersama dengan penyanyi opera Rusia, Aida Garifulla akan memeriahkan pembukaan Piala Dunia di Stadion Luzhniki, Moskow, Kamis (14/6/2018) nanti malam.

Kembali Dukung Argentina

Lantas siapa tim favorit Anda untuk memenangi gelar bergengsi Piala Dunia, alias negara terbaik di dunia bidang Sepakbola? Beragam jawaban pastinya, sebab juara bertahan Jerman masih memiliki taji yang tajam, sehingga sangat diunggulkan kembali memenangi gelar Trofi Jules Rimet edisi ke-21 ini.

Ya, Tim Panser Jerman arahan Joacim Loew masih sangat diperhitungkan di perhelatan kali ini, mengingat skuad yang datang ke Rusia tidak jauh berbeda kala mereka merengkuh gelar ke empat kalinya di tahun 2014 yang lalu dengan mengkandaskan permainan tim Tango, Argentina dengan skor 1-0 lewat gol telak Mario Gotze di menit-menit akhir pertandingan yang membuat Messi dan kawan-kawan menangis di stadion termegah di Brazil, apalagi kalau bukan Stadion Maracana, Rio de Jenairo.

Pil pahit kekalahan dari Jerman membuat Argentina frustasi tentunya, bagaimana tidak? Sebelum final di Brazil, Argentina harus menelan kekalahan telak dari rival abadi di ajang Copa America dengan skor 3-0. Lantas usai pagelaran Piala Dunia 2014, kembali Argentina lagi-lagi harus kandas di final ketiga dan keempat bertajuk Copa America 2015 dan 2016.

Ini membuat saya yakin jika Argentina bisa bangkit di tahun ini, karena hasrat yang bertahun-tahun kandas, berujung hanya runner-up tentunya telah berubah menjadi obsesi yang harus dituntaskan oleh skuad Jorge Sampaoli, mengingat selain sudah lama puasa gelar? Ini adalah turnamen terakhir yang mungkin bakal dipentaskan oleh generasi emas yang jadi punggawa skuad Argentina.

Ya, umur Messi, Higuain, Aguero, Otamendi, di Maria, Mascherano, dan Ever Banega rata-rata berumur 30-31 tahun. Contoh sederhana, Messi tanggal 24 Juni ini bakal berumur 31 tahun. Jika tidak juara tahun ini? Ketika Messi dipanggil masuk skuad di Piala Dunia 2022 di Qatar, maka Messi berumur 35 tahun, apa masih sanggup menggedor pertahanan lawan?

Sudah saatnya Argentina bisa membawa gelar ke Buenos Aires setelah terakhir kalinya membawa pulang Copa America 1993. Penantian panjang selama 25 tahun harus bisa dituntaskan, terutama bagi seorang Messi sehingga hasil kontemplasinya selama bertahun-tahun bermain sepakbola dan mencapai kesuksesan di level klub, dapat memberikan sebuah gelar saja kepada Timnas Argentina.

Jangan Bergantung Pada Messi Seorang

Tim Tanggo bukanlah Messi seorang dan permainan sepakbola era modern tidak pernah lagi mengkultuskan, apalagi menggantungkan nasib dan harapan tim hanya pada seorang pemain. Hal itu sudah lama terlewatkan. Contoh terakhir, Piala Dunia 1994, USA. Kala itu, kembali Argentina menggantungkan harapannya pada Maradona, namun apa yang terjadi?

Usai 'kegilaan' dipertontonkan El Diego di Piala Dunia 1986 dengan nyaris bekerja sendirian membawa Argentina juara? Pun empat tahun kemudian sukses membawa runner-up? El Diego ternyata di Amerika Serikat tersangkut kasus doping. Si "Gol Tangan Tuhan" diskors sehingga permainan Argentina kocar-kacir, berujung angkat koper usai dipermak Rumania di babak 16 besar dengan skor 3-2.

Nah, berkaca dari pengalaman ini, seharusnya Argentina harus lebih hati-hati dalam memainkan partai-partai penting selama babak kualifikasi hingga babak-babak selanjutnya.

Sangat menarik menonton bagaimana aksi-aksi para bintang-bintang kelas dunia akan saling menjegal di layar televisi. Untuk itu saran saya, jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda, kenapa? Karena :

Piala Dunia disiarkan langsung ke Tanah Air dan kita akan menimkati siaran ini di malam hari, mulai dari pukul 22.00 Wib sampai dini hari mata kita akan dimanjakan dengan aksi-aksi bintang dunia. Sehingga sangat wajar kita akan 'dipaksa' bergadang alias memotong waktu istirahat badan kita, sehingga kita berpotensi 'ngantuk', bahkan tertidur lelap tanpa sadar karena capeknya bekerja satu harian.

Untuk menjaga agar tidak kehilangan atau ketinggalan momen penting? Maka siapkan cemilan dan kopi! Cemilan yang bagus itu adalah Kacang Garuda, karena Kacang Garuda memiliki kandungan gizi penting yang baik bagi kesehatan kita. Kandungan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner.

Maka saran saya, Apapun tim yang anda dukung, jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda! Termasuk saat mendukung mati-matian Tim Tanggo, saya sudah persiapkan Kacang Garuda agar tidak melewatkan momen-momen Messi, dkk berjuang mati-matian untuk mengkandaskan tim yang tergabung di Grup D seperti Islandia, Kroasia, dan Nigeria.

Ini termasuk grup 'neraka', karena bercokol debutan Islandia yang selama empat tahun ini tidak henti-hentinya buat sensasi. Ya, negara kecil berpenduduk kurang lebih 300.000 juta jiwa ini mampu menembus babak perempat-final EURO 2016! Aron Gunnarsson, dkk tanpa disangka langsung menggenggam tiket ke Rusia usai memuncaki klasemen Grup I babak kualifikasi. Jadi intinya, tim dari negeri kurcaci ini tidak bisa diremehkan oleh Argentina jika ingin lolos otomatis ke babak 16 besar!

Lalu ada 'Elang Super', tim yang selalu sangat sulit ditaklukkan kala bersua di Piala Dunia! Catatan penting, tahun 2014 lalu di Piala Dunia Brazil, Messi, dkk harus berjuang ekstra keras untuk menaklukkan Nigeria dengan skor tipis 3-2. Lalu uji coba kemarin? Argentina dibuat tidak berdaya dengan skor telak. Ini pertanda buruk bagi Argentina, jika ingin menang? Maka harus berhati-hati berhadapan dengan tim dari Benua Afrika ini.

"Nigeria tidak bisa diprediksi, mereka punya permainan cepat. Belum lama ini kami berhadapan dengan mereka, bermain lebih baik di babak pertama tapi mereka yang mendapat hasilnya. Kami harus mengalahkan mereka," ucap pelatih Argentina, Jorge Sampaoli.

Terakhir tentunya, Kroasia, tim penuh kejutan ini juga sangat berpotensi menjegal langkah Argentina menjadi pemuncak Grup D. kenapa? Karena selain permainan ciri khas Eropa Timur yang kental? Mereka juga punya bintang-bintang dunia yang tidak habis-habisnya, sebut saja Luca Modric yang baru saja menghantarkan Real Madrid juara Liga Champions! Ada kompatriotnya di lini tengah yang menjadi tulang punggung Barca, siapa lagi kalau bukan Ivan Rakitic?

Lalu ada Ivan Perisic, mesin gol Inter Milan, jangan remehkan pula Mario Mandzukic, penyerang Juventus yang bakal meneror lini belakang Tanggo dengan sundulan-sundulan maut, maupun kekuatan kaki kanan dan kiri.

Intinya, Jorge Sampaoli harus mampu meramu racikan strategi mantap untuk berkompetisi di Piala Dunia yang bakal berlangsung satu bulan penuh! Selain menjaga diri, stamina dan gaya hidup para pemain-pemain top-nya?

Juga harus mampu menjaga asa dan obsesi merengkuh gelar setelah serangkaian kegagalan di tahun sebelumnya. Hasil kontemplasi Messi setelah pensiun sebentar yang kenyataannya membuat Argentina ngos-ngosan membuat skuad sekarang sadar bahwa hasrat memenangi gelar bergengsi ini menjadi sebuah obsesi yang harus diwujudkan!

Melihat skuad Tim Tanggo, tidak ada yang meragukan mereka bakal merengkuh gelar ketiga mereka. Persoalannya, mampukah para skuadnya menghilangkan egoisme mereka? Sifat kebintangan di level klub harus bisa diredam demi sebuah kesuskesan besar!

Argentina harus bisa bermain di level tinggi tanpa mementingkan "akulah pahlawannya", dan tidak terlalu individual, serta menjaga stamina dan kemampuan mereka dalam bermain sampai babak ekstra time, seperti kala menjamu Jerman di final Piala Dunia 2014 lalu. Hanya karena kelengahan lini belakang? Maka Argentina dihukum oleh gol cantik Mario Gotze!

Namun, kita hanya berbicara, penentuan strategi adalah pelatih. Dan Sampaoli sendiri telah menegaskan bahwa Tanggo di Rusia nanti adalah Tim Messi. Artinya? Sembilan pemain lain, bahkan sang kiper sendiri, diharapkan melayani Messi dengan umpan-umpan matang sehingga sang bomber dapat meledak di pertahanan lawan!

Pola yang bakal diusung Sampaoli sangat ofensif dengan format 2-3-3-2, mengutamakan penguasaan bola sehingga meminimalisir lawan melancarkan serangan ke pertahanan La Albiceleste.

Pertanyaan saya, "Apakah Messi, dkk mampu mempraktekkannya sejak melawan Kroasi hingga ke pertandingan selanjutnya?". Akh sudahlah yang penting Saya tetap jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2018! Bagaimana dengan Anda? Siapa jagoan Anda? Eits..jangan nonton bola tanpa Kacang Garuda ya....!!!