Mohon tunggu...
Agung Webe
Agung Webe Mohon Tunggu... Penulis - Penulis buku tema-tema pengembangan potensi diri

Buku baru saya: GOD | Novel baru saya: DEWA RUCI | Menulis bagi saya merupakan perjalanan mengukir sejarah yang akan diwariskan tanpa pernah punah. Profil lengkap saya di http://training.inspiranusa.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pengalaman dengan Azithromycin

19 Juli 2021   08:16 Diperbarui: 19 Juli 2021   08:20 293 3 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalaman dengan Azithromycin
Sumber: LKPP

"Azithromycin, Gula Darah dan Tekanan Darah saat terinfeksi Covid 19"

Ini adalah pengalaman pribadi, bisa jadi setiap orang berbeda. Jadi jangan dianggap sebagai efek general.

Saya terinfeksi Covid pada Oktober 2020 (pernah saya tuliskan juga). Namun ada pengalaman yang terlewat saya ceritakan, yaitu perihal antibiotik Azithromycin.

Saya saat itu dirawat di Hermina Bekasi karena selama 5 hari kondisi saya di rumah tidak mengalami perbaikan. Saat di rumah saya memang sudah mengalami diare dan muntah. Namun tidak sesering saat di rumah sakit.

4 hari pertama, saya diberi infus Azithromycin 500mg (saat itu memang penggunaan antibiotik ini belum banyak dibicarakan orang). Antibiotik ini diberikan pagi sekitar jam 08.00. 

Hari 1 dan 2 asam lambung saya naik drastis. Saya merasa mual yang sangat, muntah2 dan otomatis menjadi lemas karena mual tersebut. Awalnya saya kira karena akibat infeksi virus covid. Namun apabila sudah sore dan malam hari, mual dan muntah ini sedikit menghilang. Karena mual dan muntah yang datang dengan sangat mulai pagi hari, maka saya mengobservasi sendiri obat yang diberikan dari rumah sakit.

Ada beberapa obat yang saya minum: avigan, chloroquine, antivirus, paracetamol dan Azithromycin dalam bentuk infus). Maksud saya observasi adalah melihat gejala setelah minum obat2 tersebut. 

Hari 3 akhirnya saya menemukan sebabnya, yaitu setelah infus Azithromycin diberikan maka mual yang hebat itu datang yang disertai muntah2 tanpa isi. Sakit karena mual dan muntah sampai nyeri di ulu hati.

Beruntungnya saat itu adalah rumah sakit tidak penuh (overload) sehingga saya masih bisa bicara dengan perawat dan dokter.

Saya bilang ke perawat bahwa setelah infus Azithromycin diberikan saya selalu mual dan muntah. Saya minta dikonsul ke dokter pemberian antibiotik tersebut. Akhirnya atas perintah dokter, pemberian Azithromycin dihentikan. 

Nah setelah tidak diberikan Azithromycin maka mual dan muntahpun hilang. Terus terang dengan mual yang sangat dan muntah ini sangat mengganggu karena membuat kondisi badan sangat lemas. Saya tidak membayangkan apabila kondisi ini terjadi pada mereka yang usia lanjut dan punya penyakit bawaan yang serius. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x