Mohon tunggu...
Telisik Data
Telisik Data Mohon Tunggu... Penulis - write like nobody will rate you

Fakta dan data otentik adalah oase di tengah padang tafsir | esdia81@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Keganjilan Krisis Iran-AS, Tagar #WorldWar3 Cuma Kegenitan Netizen Saja

9 Januari 2020   13:01 Diperbarui: 9 Januari 2020   13:32 365
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto satelit pangkalan udara militer Amerika Serikat Ain Al-Assad, Irak, yang rusak terkena serangan rudal Iran. Washington menyatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut (Planet/ Handout via REUTERS).

Penasehat Presiden Rouhani, Heshammeddin Ashena, mengancam potensi pecahnya perang andai Amerika membalas serangan rudal tersebut. Tidak berhenti di situ, Garda Revolusi Iran juga mengancam akan menyerang sekutu Amerika di Dubai dan Israel; juga terhadap wilayah Amerika Serikat sendiri (kompas.com, 08/01/2020).

Militer Iran mengumumkan bahwa mereka telah membidik 100 target potensial dalam operasi militer yang disebut “Martir Soleimani”.

Dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump membalas bahwa pihaknya menargetkan 52 sasaran, termasuk cagar budaya warisan dunia yang berada di bawah naungan UNESCO.

Sejumlah misteri seputar krisis Iran

Mengapa semudah itu krisis Iran yang digadang sebagai pemicu #worldwar3 itu menyurut? Apakah hanya sementara atau berjangka lebih lama?

Kita tentu menanggapi positif meredanya kawasan Timur Tengah yang berarti situasi global juga menjadi lebih kondusif. Tagar #worldwar3 semoga hanya sebatas kegenitan netizen saja sebagai sebuah ekspresi atas panasnya situasi di Iran.

Pihak Iran membantah spekulasi sejumlah media asing bahwa serangan rudal ke markas AS di Irak itu telah dikoordinasikan sebelumnya sehingga tidak menimbulkan korban. Militer AS dan sekutu-sekutunya sempat dievakuasi sebelum rudal tiba.

Meskipun serangan Iran tidak memakan korban, tetapi insiden tragis yang menelan korban ratusan jiwa terjadi tak lama kemudian.

Pesawat Boeing 737 dari maskapai penerbangan Ukraina jatuh di Parand setelah lepas landas dari Bandara Iternasional Imam Khomeini di Teheran. Sejumlah 170 penumpang tewas dalam peristiwa tersebut. Pihak yang berwenang menyatakan bahwa jatuhnya pesawat disebabkan gangguan teknis (kompas.com, 08/01/2020).

Lintasan terakhir penerbangan pesawat penumpang Ukraina sebelum jatuh di Teheran (detik.com/ FlightRadar24).
Lintasan terakhir penerbangan pesawat penumpang Ukraina sebelum jatuh di Teheran (detik.com/ FlightRadar24).
Pihak Iran juga kemudian menolak menyerahkan black box pesawat yang jatuh kepada badan penyelidik di Amerika Serikat. Lembaga serupa dari Perancis mengakui belum menerima permintaan Iran untuk menganalisis kotak hitam untuk mengungkap sebab-sebab jatuhnya pesawat.

Hal yang tidak biasa juga adalah kunjungan Vladimir Putin ke Suriah belum lama ini. Presiden Rusia tersebut mengadakan kunjungan untuk bertemu Presiden Bashar al-Assad, sekutu penting Iran di Timur Tengah (cnbc.com, 08/01/2020).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun