Mohon tunggu...
Agung Christanto
Agung Christanto Mohon Tunggu... Guru - guru SMA

Bimantara:Dari nol belajar Menggali dari pengalaman pribadi yang menginspirasi untuk sesama:demah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Filosofi untuk Pemalas

20 April 2024   10:14 Diperbarui: 20 April 2024   10:29 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Puisi Filosofi untuk Pemalas

Di balik stigma malas yang disematkan,
Tersembunyi makna yang patut direnungkan.
Pemalas bukan berarti tak berdaya,
Hanya memilih jalan yang berbeda.

Bagi pemalas sejati, waktu bukan tiran,
Tapi kawan yang diajak bersantai dan merenung.
Menikmati kesederhanaan, tanpa terburu nafsu,
Menemukan kedamaian dalam diam dan hening.

Di saat orang lain sibuk berlari,
Pemalas memilih untuk berjalan pelan.
Menikmati setiap langkah, tanpa terburu waktu,
Menemukan keindahan dalam hal-hal kecil yang sering terlewatkan.

Pemalas bukan berarti tak punya mimpi,
Hanya memilih untuk mewujudkannya dengan cara yang berbeda.
Tanpa terikat target dan tuntutan,
Mereka melangkah dengan hati yang tenang dan penuh keyakinan.

Bagi pemalas, hidup bukan tentang kompetisi,
Tapi tentang menemukan makna dan kebahagiaan.
Mereka tak terikat norma dan aturan,
Bebas berekspresi dan menjadi diri sendiri.

Jadi, jangan terburu menghakimi pemalas,
Karena di balik kemalasan mereka,
Tersembunyi filosofi hidup yang patut dipelajari.
Bahwa kebahagiaan tak selalu datang dari kesibukan,
Tapi dari ketenangan dan kedamaian hati.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun