Mohon tunggu...
Agung Christanto
Agung Christanto Mohon Tunggu... Guru - guru SMA

Bimantara:Dari nol belajar Menggali dari pengalaman pribadi yang menginspirasi untuk sesama:demah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menebar Benih Kebaikan di Lumpur Dosa

9 Januari 2024   12:55 Diperbarui: 9 Januari 2024   13:48 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Menebar Benih Kebaikan di Lumpur Dosa

Di tengah lumpur dosa yang kian pekat
Menebar benih kebaikan terasa berat
Tapi aku tak menyerah
Aku akan terus berusaha

Aku ingin mengubah dunia ini
Menjadikannya lebih baik
Dengan menebar benih kebaikan
Di setiap sudutnya

Aku akan mulai dari diriku sendiri
Dengan berbuat baik kepada orang lain
Aku akan menjadi contoh
Bagi orang-orang di sekitarku

Aku percaya
Bahwa kebaikan akan selalu menang
Di atas kejahatan
Seperti cahaya yang akan selalu menyinari
Di tengah kegelapan

Di lautan dosa yang kelam dan lebat,
Aku mencari sinar di antara kegelapan.
Menebar benih kebaikan di lumpur dosa,
Menjadi tugas suci, panggilan hati yang tulus.

Di tengah terjeratnya jiwa yang terhilang,
Aku menyemai kebaikan, tanamkan kasih.
Bagaikan biji yang jatuh di tanah becek,
Harapku, tumbuhlah kembang kebajikan.

Dalam detak hati yang penuh penyesalan,
Aku menabur kasih di antara rintihan.
Biarlah kelembutan bertemu kekerasan,
Bunga kebaikan mekar di tengah penderitaan.

Ketika matahari terbenam di balik dosa,
Aku berdiri teguh, membawa sinar harapan.
Bukan untuk menghakimi, tapi merangkul,
Menebar kebaikan seiring waktu yang berlalu.

Mungkin ada yang menertawakan usahaku,
Namun, di lumpur dosa ini, aku berdiri.
Menjadi pelita kecil di kegelapan malam,
Menebar benih kebaikan, mencipta cerita baru.

Di setiap biji yang tertanam dalam dosa,
Terukir harapan akan kehidupan yang bersih.
Biarlah lumpur dosa menjadi medan pertumbuhan,
Menebar benih kebaikan, membangun surga di bumi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun