Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG @agunghan_ | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Di Wabah yang Sama Ramadan Ini Jangan Disia-sia

14 April 2021   15:27 Diperbarui: 14 April 2021   15:54 305 4 0 Mohon Tunggu...

Beberapa pekan sebelum Ramadan tiba, kami jamaah Masjid sempat dibuat gusar. Akankah Ramadan kali ini sama dengan sebelumnya, semua ibadah hanya boleh dilakukan di rumah. Dan kegusaran itu terjawab sudah, ketika di malam pertama Ramadan. Masjid yang ada di tempat tinggal kami, menggelar sholat taraweh berjamaah - Alhamdulillah.

Syukur ini tak terbilang kata, ketika mendapati suasana Ramadan di Masjid kembali hadir. Suasana yang sungguh saya kangeni, setelah bulan puasa setahun lalu semua ditiadakan.

Belajar dari pengalaman Ramadan sebelumnya, maka ibadah Ramadan tahun ini tak hendak saya sia-siakan. Ingin menjadikan bulan suci, sebagai ajang mperbaiki diri baik dalam bersikap maupun berucap.  Kita tidak ada yang tahu panjangnya umur, apakah disampaikan pada Ramadan tahun depan.

Dan untuk kegiatan taraweh malam itu, dilakukan dengan banyak penyesuaian- penyesuaian.  Bagi warga hal ini sama sekali tidak masalah, saya pribadi bersedia menuruti dan menaati.

-----

Perubahan kebiasaan di masa pandemi, lama kelamaan sudah bukan hal asing dan aneh. Meski di awal-awal terkesan ribet, tetapi semua yang dilakukan toh demi kebaikan bersama.

Misalnya, saat ini sebagian besar kegiatan tatap muka (offline) dikurangi secara drastis. Bahkan ada yang dilarang, dan kalau ditengarai ada pelanggaran bisa dikenai sangsi. Awalnya saya terkaget- kaget, karena dasarnya nggak kerasan kalau mager dan di rumah saja.

Tetapi sekarang, sebagian besar kita terbiasa bekerja dari rumah, belajar atau sekolah dari rumah. Bahkan belanja, dan atau berkegiatan yang lain disulap serba digital. Rasa-rasanya semua kegiatan tersebut, berjalan dengan baik dan bisa diselesaikan tanpa keluar dari teras rumah.

Termasuk ibadah keagamaan, wabil khusus ibadah di bulan Ramadan setaun lalu. Masih terekam jelas di ingatan, kami berempat (keluarga kecil) sholat taraweh di ruang tengah. Saya dan anak mbarep yang sudah perjaka, bergantian tugas sebagai imam.

Saya yang terbata-bata membaca surat-surat pendek (yang itu-itu saja), terlecut menambah hapalan agar surat dibaca lebih bervariasi. Yang tak kalah pilunya, adalah tidak ada peringatan Nusulul Quran. Dan yang lebih-lebih memilukan lagi,  di Masjid tidak ada itiqaf di sepuluh malam terakhir.

Mengingat kisah demikian, rasanya tak berlebihan malam pertama sholat taraweh kami sambut penuh suka cita. Khatib dari atas mimbar mengajak jamaah, untuk terus memperbanyak rasa syukur.  Atas karunia bersua Ramadan tahun ini, dan lebih bersyukur karena masjid kembali mengadakan sholat taraweh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x