Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Menemukan Tekad Kuat Diet Ibarat Mendapatkan Hidayah

13 Juli 2020   13:26 Diperbarui: 15 Juli 2020   16:25 240 15 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menemukan Tekad Kuat Diet Ibarat Mendapatkan Hidayah
Ilustrasi (Shutterstock via Kompas.com)

Kompasianer, mungkin kalian sepakat dengan saya. Bahwa (sebagian besar) kita manusia, pada umumnya suka ngeyel atau mencari pembenaran.

Apa yang dilakukan yang menurutnya benar (padahal tidak), dipertahankan karena menyenangkan atau membuat dirinya nyaman.

Misalnya yang malas olahraga, ada saja pembenaran yang dikemukakan, padahal jelas jelas yang dilakukan adalah alibi agar tetap bersantai dan tidak olahraga.

Misalnya lagi yang makannya banyak dan bebas kontrol jenis asupan, biasanya abai dengan pantangan yang sebenarnya baik untuk diri sendiri.

Persoalan ngeyelan, ternyata juga diterapkan di bidang lain. Misal di pekerjaan, tak jarang ada yang maunya usul atau idenya yang diperhatikan.

Atau bagi marketing yang dikejar target penjualan, kadang membenarkan segala cara agar target ditetapkan perusahaan bisa tercapai.

dokpri
dokpri
Kompasianer, yang saya sampaikan menyoal olahraga dan makan adalah murni pengalaman pribadi. Saya yang dasarnya pecinta gorengan dan mager, menyangkal apabila ada yang menghalangi.

Pun masalah marketing yang kongkalingkong, juga pengalaman pribadi yang benar-benar menguji pertahanan antara kebaikan dan keburukan.

Rangkaian pengalaman, yang setelah jauh hari berikutnya, sebagian ada yang saya sesali dan menjadi pelecut untuk berubah.

------

dokpri
dokpri
Dulu saat bobot tubuh saya di kisaran satu kuintal, saya seringkali mengelak dikatakan gemuk dan menyakinkan diri bahwa tidak gemuk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x