Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19| One of Fruitaholic of The Year 2016/2018 | Danone Blogger Academy 2017 | 2nd Wing's Journalist Award 2016 | Twitter @_agunghan | IG @agunghan_ | Email : agungatv@gmail.com | www.sapadunia.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Boleh Saja Suami Bercanda dengan Istri, tapi Jangan Kebablasan

27 September 2019   22:41 Diperbarui: 27 September 2019   23:03 0 1 0 Mohon Tunggu...
Boleh Saja Suami Bercanda dengan Istri, tapi Jangan Kebablasan
islamidia.com

"Hay guy's, hari ini gue mo jalan bareng istri ke kondangan. Nah, gue mo ngeprank bini gue. Jadi critanya, nanti di jalan gue nyuruh temen nelpon, sebelumnya gue udah janjian sih. Pura-puranya, temen ini adalah mantan gue. Ntar kita saksikan bareng, gimana reaksi bini gue." 

Begitu kira-kira, pengantar video di sebuah chanel Youtube, tak sampai 30 detik ayah muda menyampaikan skenario prank kepada viewers-nya. Kemudian video berganti scene, adegan yang diambil pada beberapa menit berikutnya.

Suasana di dalam mobil, di tengah perjalanan menuju kondangan. Suami berbaju batik di belakang kemudi, sang istri berpakaian rapi duduk bersebelahan dan memangku bayi usia (sekira) satu tahun lebih. Suasana yang sangat wajar, layaknya pasangan pada umumnya sedang ngobrol ringan. 

Selang beberapa saat, (persis seperti skenario) telpon suami berdering kemudian diangkat. Terjadilah percakapan, entah apa kalimat diucapkan di ujung telepon, tetapi suami muda ini (seperti) sengaja membuat kalimat yang menimbulkan curiga. "Iya, ntar ya" *suara setengah berbisik.

Saya yakin, Kompasianers pasti bisa membayangkan berada di situasi, sebuah percakapan yang sangat mudah memancing orang lain di sebelahnya curiga. Entah dengan nada suara yang direndahkan, atau bahasa tubuh gampang dideteksi seperti agak menjauh, atau memilih kalimat tertentu yang seperti mengandung rahasia.

Sampai adegan ini, saya (bisa juga viewer lain) sudah bisa menebak bagaimana sikap istri setelahnya. Begitu sambungan telepon ditutup, bayangan tentang pertanyaan apa yang bakal muncul benar kejadian.

Mama (M); "Telepon dari siapa Pah?"

Papa (P) ; "Temen Papa"

M ; "Temen siapa, kok ngobrolnya kaya pake rahasia gitu"

P : "Enggak,"

M : "Enggak gimana, wong pakai bisik-bisik gitu"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x