Agung Han
Agung Han wiraswasta

Menulislah & biarlah tulisanmu mengalir mengikuti nasibnya... (Buya Hamka) Follow me : Twitter/ IG @agunghan_ , FB; Agung Han Email ; agungatv@gmail.com Tulisan lain ada di www.sapadunia.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Menembus Dingin demi Pesona Danau Tiga Warna

10 November 2018   20:24 Diperbarui: 10 November 2018   20:59 354 2 0
Menembus Dingin demi Pesona Danau Tiga Warna
Berpose di danau tiga warna - dokpri

Pagi beranjak, semburat cahaya perak keemasan menyeruak. Tetapi tidak dengan dingin, geming dengan fajar hendak mengusir. Mengawali hari baru, di dataran tinggi Dieng Wonosobo- Jawa Tengah, saya dan keluarga sibuk melawan ambang beku dengan aktif bergerak.

Menyusuri jalanan di daerah Dieng, membungkus tubuh dengan jaket dan syal. Sambil menengok kesibukan warga, bersiap menyambut hari dengan aneka aktivitas.

Kawasan vulkanik aktif ini, berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Pada rentang bulan Juli -- Agustus (saya ke Dieng bulan tujuh), suhu bisa mencapai 0C pada pagi hari. Sehingga tidak mengherankan, menghembuskan udara dari dalam mulut pada pagi, akan mengeluarkan (seperti) asap yang mengepul.

Fenomena ini ternyata menarik minat anak-anak, mereka bermain silat-silatan, sembari menyemburkan asap dari mulut (seolah-olah tenaga dalam---hehehe). Bagi seorang ayah, rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan, kecuali melihat anak-anak hatinya riang.

O'ya, Kami baru sampai Dieng kemarin petang. Berangkat dengan kereta, dari Stasiun Pasar Senen di Jakarta turun di stasiun Purwokerto. Lumayan banyak pilihan kereta jurusan Purwokerto tersedia, Kompasianer bisa cek di website atau Aplikasi Pegipegi . Tinggal memilih sesuai kebutuhan, antara harga diinginkan dengan waktu keberangkatan yang ideal (rata-rata perjalanan 5 jam).

Aplikasi Pegipegi -dokpri
Aplikasi Pegipegi -dokpri
Kami sampai stasiun Purwokerto sekitar jam satu siang waktu setempat, istirahat sebentar sekalian sholat dan makan siang. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan travel, menuju Dieng -- Wonosobo dengan waktu tempuh sekitar dua jam (jasa travel sebaiknya pesan sebelum berangkat)

Tidak terlalu kesulitan mencari penginapan, pasalnya nyaris di setiap rumah, menyediakan kamar untuk disewakan. Masalah harga kamar, tidak terlalu kaku dan sangat bisa ditawar. Saya memesan untuk dua malam, cukup membayar tigaratus ribu (tidak mahal, kan) Memang tidak selengkap hotel, fasilitas standart disediakan oleh tuan rumah. Yaitu kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, tidak lupa dilengkapi air hangat.

O'ya, meski baru kali pertama ke Dieng (bawa keluarga lagi), saya terkesan menguasai alur keberangkatan menuju lokasi. Padahal (sebenarnya) saya mengira-ngira dan mengandalkan insting saja. Jauh sebelum keberangkatan, saya memperbanyak membaca artikel Tips Travel. Kompasianer bisa mendapatkan banyak informasi di Pegipegi.com/travel.

***

"Kalau mau ngeteh, monggo silakan bikin sendiri" ujar ibu pemilik rumah

Termos berisi air panas, bersebelahan dengan gelas, toples kaca isi gula dan teh tarik, ditata di atas nampan di meja tamu.

Sementara untuk mengisi perut, kami bisa membeli makanan di warung sekitar penginapan. Harganya juga cukup bersahabat, tidak lebih mahal dari harga makanan di Jakarta.

Sebagai orang Jawa, kalau bepergian di seputar Jawa Tengah dan Jawa Timur, saya memakai jurus berbahasa jawa halus. Efeknya lumayan berasa, terutama ketika membeli dan menawar makanan, harga diberikan penjual cukup wajar.

Hari pertama, kami menyusun rencana pergi ke danau tiga warna. Bersama kakak (dari pihak istri) yang tinggal di Jogja, menyusul dengan membawa kendaraan sendiri. Tentu kami sangat gembira, bisa menghemat dana perjalanan, cukup patungan isi bahan bakar roda empat, tidak perlu lagi sewa mobil.

Kira-kira jam sepuluh, kakak yang kami tunggu datang. Daaan, Cuus, kami menuju danau tiga warna. Dari penginapan menuju telaga warna, sebenarnya tidak terlalu jauh, mungkin hanya sekitar duapuluh menit waktu tempuh.

Udara sejuk sepanjang perjalanan, pemandangan hijau memenuhi bola mata, sayang sekali dilewatkan. Alhasil beberapa kali mobil merapat ke pinggir jalan, bergantian kami berpose dan diambil gambar.

makan bakwan malang di pinggir jalan -dokpri
makan bakwan malang di pinggir jalan -dokpri
Bahkan ketika menemui tukang bakwan Malang lewat, (lagi-lagi) kami berhentikan dan memesan delapan mangkok. Sambil menunggu si abang melayani, beberapa kali melintas kendaraan umum jurusan Wonosobo -- Dieng. Hasil dari mencari tahu (dari tukang bakwan), menuju lokasi yang hendak kami tuju tersedia kendaraan umum -- artinya terdapat akses transportasi.

Selesai mengisi perut, kami lanjutkan perjalanan, menikmati jalan menanjak di aspal yang halus dan relatif lancar. Sekitar sepuluh menit kami sampai, di sebuah tanah lapang tempat parkir kendaraan, tak jauh dari danau tiga warna.

***

Memasuki area telaga tiga warna, saya melihat bentangan danau seluas lebih kurang lebih tiga kali lapangan bola. Air tenang dengan warna hijau menantang matahari, pada permukaan danau terjauh tampak warna keemasan. Lokasi danau tiga warna terletak di tengah perbukitan, menyapu pandang di sekitar danau, saya menangkap pepohonan rimbun menyejukkan mata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2