Mohon tunggu...
Kesehatan Pilihan

Meningkatnya Perokok Aktif Remaja di Yogyakarta

30 November 2017   18:21 Diperbarui: 30 November 2017   18:52 1889 0 0 Mohon Tunggu...

Dewasa ini merokok menjadi hal yang sudah biasa di kalangan remaja Yogyakarta. Remaja yang menjadi perokok aktif sangatlah mudah ditemui. Hal ini dikarenakan jumlah perokok di Yogyakarta semakin meningkat. Dalam berita Jogja.Tribunnews.com (2016) hasil data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, menunjukan bahwa jumlah perokok per harinya di DIY berjumlah sebesar 21,2 persen. Dari 50 persen perokok tersebut berusia dibawah 20 tahun dan bahkan ada yang berumur 9 tahun. Para remaja dapat dengan mudah membeli rokok dimana saja. Padahal, seharusnya rokok hanya bisa dibeli oleh orang yang berusia diatas 18 tahun. Selain itu, tidak adanya aturan mengenai perokok dibawah umur sehingga hal ini menjadikan remaja bebas untuk menjadi perokok aktif.

Remaja yang menjadi perokok aktif ini tidak mengenal gender. Tidak hanya pria, tetapi perempuan pun bisa menjadi perokok aktif. Selain itu, yang menjadi perokok aktif itu meliputi kalangan atas maupun bawah tanpa terkecuali. Ironisnya, para perokok aktif ini tidak memikirkan orang lain yang menjadi perokok pasif. 

Hal ini dikarenakan perokok aktif dapat dengan santainya merokok di tempat umum tanpa memikirkan orang lain yang ada disekitarnya. Menurut Tarwoto, dkk (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok adalah tekanan teman sebaya, berteman dengan perokok usia muda, status sosial ekonomi rendah, mempunyai orang tua yang merokok, saudara kandung, lingkungan sekolah (guru) yang merokok dan tidak percaya bahwa merokok mengganggu kesehatan.

Seperti yang sudah diketahui, bahaya rokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kanker, asma, impotensi dan gangguan kehamilan, jantung, dan lainnya. bahkan, bahaya merokok bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya dan berpotensi mematikan. Bahaya dari rokok bagi kesehatan pun sebenarnya sudah diketahui oleh sebagian besar masyarakat bahkan banyak media pun ikut berperan dalam menginformasikan mengenai bahaya rokok. Hal ini disebabkan karna rokok memiliki beberapa bahan kimia yang berbahaya. 

Salah satu bahan kimia tersebut adalah nikotin. Orang yang akan terkena bahaya dari rokok itu sendiri tidak hanya perokok yang aktif, tetapi perokok pasif pun akan terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan asap dari rokok tersebut bisa menjadikan berbagai penyakit. Sehingga orang yang merupakan perokok pasif pun tidak menutup kemungkinan jika terkena bahaya dari rokok tersebut karena para perokok aktif pun juga biasa merokok ditempat umum.

Salah satu media yang ikut berperan dalam menginformasikan bahaya dari rokok bagi kesehatan itu sendiri adalah berita online. Saat ini orang akan dengan mudah mendapatkan informasi mengenai apa yang mereka butuh kan melalui internet. Bahkan untuk membaca berita pun bisa melalui internet. Sehingga beberapa media berita pun memiliki web di internet untuk membagikan informasi. Dengan begitu, bahaya dari merokok itu sendiri juga diberitakan melalui internet sehingga siapapun bisa membacanya. 

Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jika para remaja juga dapat mengakses atau membaca berita mengenai bahaya rokok bagi kesehatan. Dengan adanya pemberitaan mengenai bahaya merokok, maka diharapkan bahwa jumlah perokok di Yogyakarta itu sendiri menjadi berkurang. Selain itu, dengan adanya pemberitaan mengenai bahaya merokok dapat membantu menyadarkan para perokok aktif agar berhenti merokok dan agar para perokok aktif dapat memikirkan kembali mengenai bahaya akibat rokok bagi kesehatannya. Sehingga penyakit yang ditimbulkan dari rokok bagi perokok aktif maupun pasif menjadi berkurang.

Selain media, peringatan mengenai bahaya merokok bagi kesehatan juga sudah ada pada kemasan rokok. Peringatan tersebut berupa gambar orang yang sudah terkena penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan oleh rokok tersebut. tidak hanya itu, peringatan mengenai bahaya merokok bagi kesehatan yang ada di kemasan rokok tersebut juga ada yang berupa kalimat mengenai penyakit apa saja yang mungkin akan diderita oleh perokok aktif. 

Namun, dengan adanya peringatan yang ada dikemasan rokok, tetap tidak berpengaruh dalam pengubahan perilaku para perokok aktif untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa belum ditemukan cara yangtepat dalam mengubah perilaku para perokok aktif agar berhenti merokok demi menjaga kesehatan dirinya sendiri.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x