Mohon tunggu...
ASH
ASH Mohon Tunggu... Founder Sang Penggagas; Penulis Buku Powerful Life; Seorang Pecinta Literasi; Bisa dihubungi di agilseptiyanhabib@gmail.com

Berbisik Dalam Sunyi, Bersuara Dalam Senyap

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Sumpah Pemuda, Maulid Nabi, dan Renaissance Masa Kini

28 Oktober 2020   08:16 Diperbarui: 28 Oktober 2020   22:58 479 36 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sumpah Pemuda, Maulid Nabi, dan Renaissance Masa Kini
Ilustrasi gambar sumpah pemuda | Sumber gambar : tribunnews.com / diskominfo.kaltimprov.go.id

"Kita butuh momentum untuk menciptakan perubahan besar. Momen itu sebenarnya seringkali muncul dalam keseharian hidup kita tanpa kita sadari. Dan momen itupun juga telah diciptakan dengan sengaja melalui hari-hari peringatan agar kita menapaktilas situasi dan kondisi masa lalu serta mengambil pelajaran darinya. Selama ini mungkin kita sering menganggapnya angin lalu. Namun sekarang kita sepertinya harus benar-benar meresapinya dalam lubuk sanubari terdalam."

Dalam rentang dua hari ke depan kita akan memperingati dua momen besar yang memiliki kontribusi luar biasa dalam mengubah jejak peradaban dunia. 

Hari ini (28 Oktober 2020) kita akan memperingati momen Sumpah Pemuda yang menandai bangkitnya kesadaran generasi muda negeri ini dalam memperjuangkan nasib bangsanya untuk terbebas dari belenggu penjajahan. 

Indonesia memang baru merdeka pada 17 Agustus 1945, akan tetapi pondasi yang melatari terwujudnya mimpi besar itu sejatinya sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Salah satunya lewat momen kongres para pemuda belasan tahun sebelumnya atau lebih tepatnya pada 28 Oktober 1928. Ini menandakan bahwa periode keberhasilan atau kejayaan itu membutuhkan waktu sedari sejak bangkitnya kesadaran itu sendiri.

Pada zaman dulu sekali bangsa arab sempat dikenal sebagai sebuah bangsa yang tertinggal dari sisi peradaban. Mereka bahkan dianggap jauh terisolir dari dunia luar. Sebuah zaman yang sampai-sampai disebut sebagai zaman jahiliyah atau zaman kebodohan. Sebuah istilah yang merujuk pada realitas masyarakatnya kala itu. 

Namun kini kita melihat peradaban yang dulu begitu tertinggal itu telah merubah wajah dunia dalam artian yang sebenarnya. Melalui ajaran yang terlahir di sana bernama Islam hal itu telah menular ke berbagai penjuru dunia secara luar biasa. 

Sebuah bangsa kecil di pedalaman bahkan mampu menaklukkan imperium besar pada masanya seperti Persia, Romawi, bahkan pada akhirnya menginspirasi penalukkan Kontantinopel yang fenomenal itu. Sebuah bangsa yang melahirkan banyak pemikiran besar hingga hari ini. 

Dan itu semua tak bisa dilepaskan dari satu sosok mulia, manusia agung sepanjang zaman, Baginda Nabi Muhammad SAW. Seorang nabi dan rasul yang diakui oleh dunia sebagai sosok paling berpengaruh sepanjang zaman. Betapa tidak, kepribadian beliau berikut ajaran yang dibawa telah mampu mengubah bangsa yang jahiliyah menjadi bangsa yang menginspirasi dunia.

Di abad pertengahan peradaban Islam mencapai puncak kegemilangan dalam berbagai lini kehidupan. Ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dan hal itu terus diedarkan ke seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia. Dan hal itu terjadi tidak dalam waktu singkat setelah Baginda Nabi Muhammad SAW lahir. Melainkan bertahun-tahun hingga ratusan tahun pasca wafatnya beliau. 

Namun pengajaran yang beliau wariskan telah membentuk generasi yang berkualitas tinggi sehingga mampu menghadirkan perubahan yang luar biasa. 

Konon kabarnya kemajuan bangsa-bangsa dunia tak lepas dari pengaruh peradaban Islam yang sudah lebih dulu menanamkan kesadaran itu di benak bangsa-bangsa dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x