Mohon tunggu...
AGIL S HABIB
AGIL S HABIB Mohon Tunggu... Just Me..

Berbisik Dalam Sunyi, Bersuara Dalam Senyap

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pilpres 2024 Anies Baswedan Diprediksi Merapat ke Demokrat, Ini Alasannya...

11 Agustus 2020   07:26 Diperbarui: 11 Agustus 2020   07:31 1518 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pilpres 2024 Anies Baswedan Diprediksi Merapat ke Demokrat, Ini Alasannya...
Anies Baswedan | Sumber gambar : www.merdeka.com

Kontestasi pemilihan umum presiden (pilpres) tahun 2024 memang masih jauh. Akan tetapi bagi sebagian orang anggapan seperti itu tidaklah berlaku. Apalagi bagi para elit politik yang cermat dalam memainkan strategi menuju kursi kekuasaan.

Bahkan ditengah pandemi seperti sekarang hal itu justru menjadi "aji mumpung" untuk menggenjot dan menguji elektabilitas beberapa figur untuk menuju persaingan pilpres selanjutnya. Nama-nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, AHY, hingga Anies Baswedan sejauh ini merupakan figur-figur yang memiliki tingkat popularitas paling baik diantara yang lainnya menurut beberapa lembaga survei.

Namun dari nama-nama tersebut ternyata sosok Anies Baswedan adalah satu-satunya figur yang tidak memiliki latar belakang langsung sebagai kader partai politik tertentu. Keberhasilan Anies Baswedan menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta hanyalah karena ia "direkrut" oleh Partai Gerindra dan kemudian dipasangkan dengan salah satu kader terbaik partai tersebut, Sandiaga Uno.

Tapi untuk menuju kontestasi pilpres mendatang akankah situasi serupa akan terulang? Apakah Gerindra kembali akan membawa nama Anies untuk melaju dalam persaingan pilpres 2024 mendatang sedangkan mereka masih memiliki figur populer dan lebih dihormati dalam diri Prabowo Subianto?

Apakah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) besutan Surya Paloh yang beberapa waktu lalu memulai langkah pendekatannya kepada sang gubernur DKI akan mengusung Anies sebagai jagoan dalam pilpres mendatang? Ataukah ada skenario lain yang ternyata jauh berbeda dengan dugaan banyak orang?

Menilik beberapa hal yang terjadi dalam percaturan politik tanah air, Anies kemungkinan besar akan menjadi salah satu kandidat terkuat dalam kontestasi pilpres mendatang. Namun sebelum menuju kesana Anies terlebih dahulu harus merapat ke salah satu atau beberapa partai politik yang berkenan mengusungnya menjadi calon presiden. Pertanyaannya ke partai mana?

Penulis memperkirakan bahwa Anies Baswedan sepertinya akan merapat ke (mantan) partai berkuasa yang kini berada diluar kekuasaan, Partai Demokrat (PD). Setelah berhasil membawa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI dua periode berturut-turut, PD juga pernah memenangi pemilihan umum legislatif (pileg) tahun 2009.

Akan tetapi pamornya menurun drastis di penghujung era berkuasanya Presiden SBY dan kini hanya menjadi partai tengah dengan perolehan suara yang tidak signifikan. Biarpun begitu PD memiliki ambisi yang cukup besar untuk mengembalikan lagi era kejayaannya.

Dan langkah itu sepertinya sudah dimulai pasca merapatnya sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke partai tersebut dan bahkan kini telah menjadi ketua umumnya. Kaitan antara Anies Baswedan dan PD akan menjadi sebuah simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak.

Anies butuh kendaraan politik, sedangkan PD butuh figur untuk menggenjot elektabilitasnya. Berikut ini adalah lima alasan yang mendasari kemungkinan merapatnya Anies Baswedan ke PD :

1. Kesamaan Lingkar Oposisi

Demokrat dan Anies punya kesamaan sebagai oposisi istana. Sebuah pepatah mengatakan, "Musuh dari musuhku adalah temanku". Anies diidentikkan sebagai sosok pemimpin yang "kontradiktif" dengan pemerintah pusat. Sedangkan Demokrat sejauh ini adalah salah satu partai yang menempatkan dirinya sebagai oposisi istana selain PAN dan PKS, yang beberapa kali menjadi pengkritik kebijakan pemerintah berkuasa.

Bahkan baru-baru ini salah satu kader utama partai tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melontarkan pernyataan berbau kritik atas jalannya pemerintahan sekarang. Menurutnya, pencapaian pemerintahan Presiden SBY masih jauh lebih baik ketimbang yang dicapai di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN