Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik horizon cakrawala berpikir

Sehari-hari menjadi kuli di industri minyak dan gas Indonesia dengan ketertarikan pada dunia traveling, politik, sosial budaya, kepemudaan, sastra dan organisasi. Penulis Buku Horizon (Wisata Hati, Opini dan Puisi) Penerbit: Ellunar Publisher (Agustus 2020)

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Mengunjungi Efesus, Kota Peradaban Yunani Kuno yang Melegenda

9 Mei 2020   09:21 Diperbarui: 10 Mei 2020   11:46 1147 15 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengunjungi Efesus, Kota Peradaban Yunani Kuno yang Melegenda
Berfoto bersama di Amfiteater Efesus bersama teman-teman pertukaran. | Sumber: Dokumentasi Pribadi

Semasa melakukan pertukaran pemuda 6 minggu di Kota Izmir, Turki saya berkesempatan mengunjungi Efesus bersama teman-teman saya dari berbagai negara. 

Efesus sendiri dikenal sebagai kota peradaban Yunani kuno lalu dimodernkan dan diperbesar pada zaman Romawi kuno sehingga menjadi kota terbesar ketiga pada masa itu setelah Roma dan Yunani sendiri.

Perjalanan ke Efesus kami mulai dengan berkumpul di Terminal Bus Utama Izmir atau biasa disebut Izmir Otogar. Dari sana kami menaiki bus menuju daerah Selcuk di mana Efesus berada. Perjalanan yang kami tempuh hanya sekitar satu setengah jam untuk sampai ke Efesus.

Sesampainya di Efesus, nuansa berbeda akan sangat terasa, kita seperti dibawa kembali ke masa kejayaan Romawi atau Yunani kuno. Reruntuhan gedung-gedung dengan pilar yang tinggi khas Romawi dan Yunani kuno banyak kita akan banyak kita jumpai di kawasan Efesus ini. 

Gerbang Perpustakaan Celsus dan reruntuhan bangunan kuno di Efesus. | Sumber: Dokumentasi Pribadidi
Gerbang Perpustakaan Celsus dan reruntuhan bangunan kuno di Efesus. | Sumber: Dokumentasi Pribadidi
Tidak jauh dari pintu masuk kita akan menemukan sebuah bangunan seperti gerbang yang sangat antik dihiasi dengan patung-patung dengan gaya khas Romawi atau Yunani kuno yaitu Gerbang Perpustakaan Celsus. 

Gerbang perpustakaan masih nampak utuh dan banyak dijadikan objek foto para pelancong dari berbagai negara, namun gedung perpustakaannya sendiri sudah runtuh meninggalkan sisa-sisa pilar dan puing-puing di sekitarnya. 

Celsus sendiri dikenal sebagai seorang filsuf Yunani yang terkenal dengan karya-karya filsafatnya. Celsus dimakamkan di bawah bangunan bekas perpustakaan ini.

Selain gerbang Perpustakaan Celsus, kita juga dapat menemukan reruntuhan beberapa kuil dari kepercayaan Romawi dan Yunani kuno di dalam kompleks Efesus, seperti reruntuhan Kuil Hadrian, Kuil Domitianus, dan Kuil Artemis yang menjadi salah satu keajaiban dunia masa kuno.

Toilet umum romawi kuno. | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Toilet umum romawi kuno. | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Di sekitar kuil-kuil tersebut kita juga akan menemukan toilet umum kuno. Uniknya tidak ada sekat antara satu lubang toilet dan lainnya, tidak ada privasi sama sekali sepertinya. 

Konon dahulu ketika masih difungsikan, para bangsawan akan menyuruh budaknya untuk mendudukinya terlebih dahulu agar dudukannya hangat dan para bangsawan lebih nyaman untuk membuang hajatnya.

Dewi Nike dan sayap yang dipegangnya yang menjadi inspirasi Merk Nike. | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Dewi Nike dan sayap yang dipegangnya yang menjadi inspirasi Merk Nike. | Sumber: Dokumentasi Pribadi
Selain itu juga, kita dapat menemukan patung Dewi Nike yang merupakan Dewi Kemenangan menurut Mitologi Yunani kuno. Nama merk sepatu terkenal Nike memang terinspirasi dari Dewi Nike ini dan konon logonya yang berbentuk centang atau sayap itu terinspirasi sayap yang dipegang oleh Patung Dewi Nike di Efesus ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x