Mohon tunggu...
Adolf Isaac Deda
Adolf Isaac Deda Mohon Tunggu... Insinyur - Menulis untuk berbagi

Tertarik pada dunia finance, civil engineering, traveling dan sosial issue. Menulis hanyalah hobi sekalian refreshing. Email :yeftaadolf@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Rasio Kredit Macet dan 4 Tipe Nasabah terhadap Denda Cicilan Kendaraan

30 Juli 2021   16:13 Diperbarui: 7 Agustus 2021   23:09 555 26 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rasio Kredit Macet dan 4 Tipe Nasabah terhadap Denda Cicilan Kendaraan
Ilustrasi kredit| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Just Sharing....

Kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM berdampak langsung pada penghidupan dan penghasilan masyarakat. 

Meski sektor perbankan dan pembiayaan termasuk dalam sektor esensial tetap dibolehkan beroperasi dengan keterbatasan tertentu, namun interaksi dengan para nasabah menjadi sangat terbatas. 

Keterbatasan tak hanya pertemuan secara fisik, tapi melebar hingga keterbatasan secara finansial dalam kemampuan membayar cicilan.

Dengan masa pemberlakuan PPKM hampir satu bulan sepanjang bulan Juli, tentu saja ketidakmampuan mengangsur akan berimbas pada naiknya angka kredit macet yang biasanya terakumulasi di akhir bulan. 

Syukurnya, tak semua provinsi di tanah air sama seperti Pulau Jawa (termasuk Jakarta) dan Pulau Bali yang menjadi fokus pemerintah. 

Dengan demikian, bagi sejumlah sektor jasa pembiayaan yang berjejaring nasional, masih bisa memaksimalkan pendapatan atau meminimakan rasio angka kredit macet, dari daerah-daerah di luar dua pulau ini. 

Pada perusahaan pembiayaan, akhir bulan, atau lebih tepatnya tanggal terakhir dan hari terakhir di sebuah bulan berjalan, adalah hari kerja yang sangat menentukan pencapaian kinerja. 

Istilah tutup buku tak hanya bicara soal apakah target penjualan sudah tercapai, tapi apakah angka kredit macet sudah turun. 

Proses gesek noka nosin sebuah mobil nasabah| Dokumentasi pribadi
Proses gesek noka nosin sebuah mobil nasabah| Dokumentasi pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN