Mohon tunggu...
ADITYA PURNAMA PUTRA
ADITYA PURNAMA PUTRA Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Saya adalah seorang Mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta. Memiliki hobi travelling dan fotografi untuk melatih kepekaan sosial dan memperluas wawasan.

Selanjutnya

Tutup

Roman Pilihan

Menjelang Dua Puluh

24 November 2023   23:54 Diperbarui: 25 November 2023   01:31 66
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto oleh saya sendiri

Artikel ini dibuat spesial untuk sahabatku (z) yang hari ini menginjak usia dua puluh. Selamat merayakan, yaa!

Hari ini adalah hari yang kamu tunggu-tunggu setiap tahunnya. Kue brownis berwarna merah muda rasa stroberi, dengan lilin warna warni yang menyala. Suasana hangat, kepingan harapan juga doa-doa dari orang terdekatmu adalah anugerah yang tiada tara.

Aku beruntung bisa mengenalmu, bersyukur bisa menjadi bagian dari kisah hidupmu, menjadi sahabat dan pendengar disetiap keluh yang kamu ceritakan. Senang bisa berbagi momen indah denganmu, z.


Mungkin, ulang tahun bukan hanya perihal meniup lilin, potong kue, dan semacamnya. Lebih jauh dari itu adalah hari untuk merayakan diri sendiri. Ajang untuk merayakan dan merenungi tentang apa-apa yang telah dilalui, tentang cerita dan luka yang membuat diri kita semakin kuat untuk tetap bertahan.


Aku tau, menjadi dewasa mungkin tak seindah apa yang kita bayangkan. Tentang hitam dan putih, tentang keputusan yang selalu kita ragukan. Bahkan tentang kematangan dalam berfikir, yang pada dasarnya diri ini belum siap menghadapi semua tantangan.

Seringkali aku merasa, usiaku mungkin bukan anak kecil lagi, aku masih ingin bermain layaknya dulu. Tapi detik waktu tidak bisa kita putar kembali. Waktu terus berjalan maju.

Ilustrasi oleh Adit
Ilustrasi oleh Adit
Meskipun begitu, perayaan ini adalah kesempatan untuk menyelami kedewasaan dengan rendah hati. Melihat bahwa setiap detik, termasuk yang sulit, membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Bertahanlah untuk orang-orang yang kamu sayangi, z.

Akupun masih belajar tentang menerima apa-apa yang belum bisa kuwujudkan. Jadi, utamakan dirimu dulu sebelum orang lain. Maafkan apa-apa yang telah lalu, agar yang keruh terurai luruh, agar hatimu semakin teduh untuk menghadapi hari esok dan nanti. Jangan pernah merasa sendiri, karena diluar sana pasti ada orang-orang yang berharap kamu masih ada (termasuk diriku).

Selamat menginjak usia dua puluh yaa! Jadilah kupu-kupu yang terbang bebas kemanapun yang ia mau. Semoga ingin dan anganmu yang belum terwujud bisa segera terlaksana yaa.

Ini adalah harimu. Mari kita rayakan bersama-sama. Semoga kita bertahan lama.

Ilustrasi oleh Adit
Ilustrasi oleh Adit

Mohon tunggu...

Lihat Konten Roman Selengkapnya
Lihat Roman Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun