Mohon tunggu...
Adi Triyanto
Adi Triyanto Mohon Tunggu... Buruh Sebuah Perusahaan swasta Di Tambun

Lahir Di Sleman Yogyakarta Bekerja dan tinggal Di Bekasi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Lebaran 2021: Ketika Tiga Kesedihan Menjadi Satu

15 Mei 2021   06:05 Diperbarui: 15 Mei 2021   06:08 83 2 0 Mohon Tunggu...

Momen Lebaran 2021 ini  terasa beda dengan  lebaran tahun tahun sebelumnya. Ada perasaan senang meski  suasana  sedihnya lebih dominan. Rasa sedihnya lebih mengemuka. Meski banyak yang tetap berusaha untuk tetap gembira namun  , raut kesedihan tetap tidak bisa disembunyikan dari banyak wajah.

Rasa sedih yang dirasakan ummat muslim pada  lebaran tahun ini , setidaknya disebabkan ada tiga hal. Yaitu kesedihan ketika harus berpisah dengan bulan penuh  kebaikan yaitu bulan Ramadhan . Berikutnya kesedihan  terkait tradisi pulang kampung (  mudik ) yang tahun ini dilarang oleh pemerintah. Yang terakhir adalah kesedihan ketika  harus menahan untuk  melakukan aktifitas  yang  biasa kita lakukan sebelum pandemi covid 19. Setelah satu tahun berlalu, belum juga ada tanda tanda kapan pandemi ini  akan berakhir.  Sepertinya, new normal benar benar akan menjadi kebiasaan yang akan dilakukan seterusnya. Menjadi kebiasaan Bukan sekedar proses peralihan sementara kemudian kembali lagi seperti semula.

Perasaan sedih yang dirasakan, ternyata menghadirkan beberapa perenungan lebih mendalam. Untuk  mencari alasan atau jawaban  yang sebenarnya dari penyebab kesedihan kesedihan  di atas . Alasan  yang datang dari kejujuran  di lubuk hati terdalam. Bukan kebenaran yang hanya sekedar bersumber kepada terpenuhinya rasa senang.  

Sedih ditinggalkan Bulan Ramadhan

Bagi setiap muslim setiap momen lebaran datang ada dua perasaan yang hadir bersamaan. Satu sisi ada perasaan senang sudah bisa melewati semua ujian berat selama satu bulan penuh di bulan  Ramadhan. dan segera memasuki bulan Syawal, dengan  penuh rasa kemenangan dengan berbekal diri yang sudah kembali ke fitrah.

Di saat yang sama ada perasaan sedih yang menggelayut. Karena harus berpisah dengan bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Bulan yang hanya datang sekali dalam setahun. Dan yang lebih membikin sedih adalah bahwa kita belum tentu bisa diberi kesempatan untuk bisa bertemu lagi dengan bulan yang mulia ini di tahun depan. 

Lalu pertanyaannya, benarkah kita merasa sedih dengan kepergian bulan Ramadhan ? Atau justru kita sebenarnya merasa senang. Merasa terbebas dari penjara selama sebulan. Bebas lagi melakukan hal hal yang diinginkan  lagi setiap saat. Tapi takut atau khawatir dilihat orang. Atau kesenangan kesenangan yang lain , yang datang mengiringi kedatangan bulan Ramadhan.  Yaitu bisa mendapatkan  Tunjangan Hari Raya. Yang  tidak didapatkan di bulan bulan lainnya . Atau kesenangan lainnya lagi saat  bisa melakukan buka puasa bersama teman kerja di tempat tempat yang tidak  pernah dikunjungi sebelumnya.

Sedihan Tidak bisa pulang Kampung ( Mudik )

Kesedihan kedua bagi ummat muslim , tahun ini adalah Pelarangan mudik.  Kesempurnaan  momen lebaran tentu adalah acara mudik. Pulang kampung untuk berkumpul dengan anak saudara di kampung halaman. Yang mungkin hanya bisa didapat ketika ada momen lebaran, dengan  serangkaian  hari libur panjangnya.

Ada pertanyayan dalam hati yang mengemuka, sebenaranya  apa yang memebuat kita bersedih ? Apakah benar karena tidak bisa bertemu dengan keluarga di rumah ?  Tidak bisa menumpahkan rasa kangen dengan orang tua ? Yang sebenarnya dengan kecanggihan teknologi , itu semua masih bisa dilakukan dengan tanpa bertatap muka  langsung secara fisik. Tanpa harus berkurang maknanya. Bisa dengan telepon atau mengirim pesan suara, Atau bahkan dengan menggunakan pesan video, yang bisa menghadirkan sosok  yang dirindukan di kampung halaman.

Atau sebenarnya yang membuat kita bersedih bukan itu semua . Namun penyebab sebenarnya adalah tidak adanya kesempatan  kita untuk menunjukkan "ego " kita untuk menunjukkan  kesuksesan kita di tanah rantau. Setelah sekian  lama merantau, kita ingin orang terdekat mendegar kisah sukses kita. Dan kebanggaan itu akan muncul  ketika para kerabat jauh atau para tetangga juga melihat dan mendengar kisah kesuksesan itu secara langsung. Bisa melihat mobil yang sudah bisa dibeli. Bisa melihat rumah yang sudah direnovasi. Atau smartphone di tangan yang keluaran terbaru merek terkenal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN