Mohon tunggu...
Adi Nugroho
Adi Nugroho Mohon Tunggu... Lainnya - Belajarlah kepada Nabi Nuh dan Nabi Yusuf dalam mempersiapkan masa depan...

Educator Specialist in Private Financial

Selanjutnya

Tutup

Healthy

SK Camat, Apa Itu?

23 Juni 2021   15:34 Diperbarui: 23 Juni 2021   15:55 5043
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Suatu hari kami mendengar istilah yang lucu SK Camat. Dalam pikiran saya waktu itu tentu sesuatu yg berhubungan dengan masalah politik dan pemerintahan. SK umum dipakai sebagai Surat Keputusan, dan kata Camat sering digunakan sebagai salah satu pemimpin kota kecamatan 1 level diatas lurah atau kepala desa.

Saya baru mengerti jika SK Camat itu istilah buatan, singkatan jembatan kuda. Kalian pernah ingat, saat SMA pernah menghapal dengan jembatan kuda? Dulu banyak dipakai untuk menghafal sistem periodik unsur ketika belajar kimia.

Masih ingat sistem periodik unsur? Contoh untuk menghafal golongan alkali pertama atau kolom paling kiri kita pakai istilah Halina Karub Cesfran. Arti dari jembatan kuda itu maksudnya adalah urutan ke bawah deret ukur unsur Hidrogen Lithium Natrium Kalium Rubidium, Cesium Francium. Cara ini biasa dipakai yg disebut jembatan kuda.

Lalu apa SK Camat itu? Nah ini sedikit beda. Kita sebagai manusia tak kebal kepada SK Camat, yaitu Sakit, Kecelakaan, Cacat, Mati, dan Tua. Siapa yang bisa menghindar dari hal ini? Tak ada. Kalau ada yg bisa menghindar, pakai istilah orang jawa, pokoknya nyembah 30 tahun deh.....

Kita by default emang gak bisa menghindari dari hal ini. Sekuat-kuatnya orang akan tak mungkin menghindari hal ini. Mari kita urutkan sehebat-hebatnya orang berusaha.

Pertama, sakit, siapa yg bisa menghindar? Barusan beberapa hari yang lalu kita mendengar Christian Eriksen atlit bola Denmark terkena masalah jantung. Markis Kido bahkan harus terkapar saat baru separuh bermain di lapangan. Mereka adalah barisan atlit dan mantan atlit, mereka tahu apa yg namanya menjaga kesehatan. Makanan dan olahraga sudah menu setiap hari. Arnold Schwarzenegger, Mr. Olympia yang sangat tenar, tahukah anda kalau ia operasi jantung? Ya kita tak tahu rahasia Tuhan, padahal kurang apa ia menjaga kesehatan? Sekuat-kuatnya kita menjaga kesehatan, kita tak tahu apa yang akan Tuhan karuniakan. Bahkan penulis sendiri di kisaran 40 terkena stroke dan jantung.

Kecelakaan, kita juga tak bisa memilih. Yang paling tenar, Paul Walker, dia pemain Fast and Furious yang sangat pintar ngebut. Ia meninggal dalam kecelakaan. Kita tak tahu kapan terjadi. Bisa saja sedang mandi, terpeleset jatuh, atau sedang jalan tiba-tiba tertabrak. Semua bisa terjadi. Hampir semua perusahaan menyiapkan diri jika misal pabrik atau gedungnya kebakaran. Karena kita tak pernah tahu.

Cacat, ya yang ini juga tak tahu. Salah seorang teman SMA penulis kini hanya bisa duduk dan tidur gara-gara ia tertabrak mobil karena kecelakaan ketika pulang kerja naik motor. Salah apa dia? Entahlah... Bisakah kita menghindar dari nasib? Hanya Tuhan yang tahu.

Meninggal, ya semua orang tahu ini adalah rahasia Tuhan. Bukan sekali dua kali orang yang secara medis mengidap penyakit, dan sulit untuk disembuhkan malah ia memiliki umur yang panjang. Juga antik orang yg sehat malah berumur pendek. Adik kelas penulis terkena covid-19 dan tak mampu bertahan sampai meninggal. Kasus Markis Kido baru saja terjadi pun menggugah kita. Sehebat-hebatnya orang menjaga, jika sudah masanya maka kita tak akan bisa berlari dari kenyataan.

Tua, apalagi. Mau pakai skin care termahal? Operasi plastik? Anti aging terbaik? Semua tak akan bisa membuat orang lari dari kenyataan hidup. Tua itu pasti.

Semua itu kita tak mungkin lari dari SK Camat. Lalu apa yang dilakukan untuk mengimbangi? Sakit, kecelakaan, cacat, semua dengan berobat, tapi tua dan meninggal sudah pasti tak bisa, namun kita perlu mempersiapkan untuk para ahli waris. Pertanyaannya yang utama, seberapa besar kita menyayangi keluarga kita? Jika semua itu terjadi, apa yang akan dilakukan? Mertua dari kakak penulis sekarang pasrah, karena tak satupun perusahaan asuransi yang mau menerima setelah ia terkena stroke ringan. Jangan menunggu saat kita sudah kejadian. SK Camat memang tak bisa dihindari, namun masih mungkin diantisipasi. Dengan berasuransi,  kita bisa mengimbangi kenyataan itu terjadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun