Mohon tunggu...
Adinda Tiara Putri
Adinda Tiara Putri Mohon Tunggu... -

i spill by writing

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Dubai Miracle Garden, Suatu "Miracle" di Atas Padang Pasir Tandus

30 Desember 2017   09:35 Diperbarui: 30 Desember 2017   09:52 1174
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dubai adalah kota terbesar dan terpadat di Uni Emirat Arab. Ibu kota Emirat Dubai, salah satu dari tujuh emirat di negara tersebut, ini terkenal sebagai kota yang berada di atas padang pasir tandus. Tapi hal itu tak kunjung membuat kota yang akan menjadi tuan rumah World Expo 2020 ini kehabisan gagasan untuk mengembangkan potensi pariwisatanya.

Muncul sebagai kota global dan pusat bisnis di Timur Tengah, Dubai kini punya taman bunga bernama Dubai Miracle Garden. Telah diresmikan pada Hari Valentine 2013, taman bunga yang beralamat di Al Barsha South 3, Barsha Dubailand Area, Dubai ini selalu jadi lokasi favorit bagi pasangan yang ingin melakukan prosesi pemotretan pre-wedding.

Dubai Miracle Garden berada di atas lahan seluas 72.000 meter2, menjadikannya taman bunga alami terbesar di dunia dengan lebih dari 109 juta bunga ditanam. Memandangi tnaman-tanaman ini bisa menjadi ajang cuci mata yang terbaik, karena semuanya dirangkai seapik mungkin dalam berbagai macam bentuk. Yang berbentuk hati dan bahkan yang berbentuk pesawat terbang dalam ukuran besar bisa dijumpai di sini.

Mengintip dari CNNIndonesia, ada 60 jenis tanaman yang bisa dilihat di Dubai Miracle Garden, termasuk bunga jenis petunia dan geranium yang cenderung tak bisa tumbuh di Tanah Arab!

"Banyak orang yang sudah mulai bosan dengan mal atau tempat bersantai yang berada di dalam gedung. Taman bunga ini membuktikan kalau Dubai tak hanya memiliki bangunan, tetapi juga lahan hijau," kata Abdel Nasser Y. Rahhal selaku pengelola sebagaimana dilansir dari NBC.

Pada April 2015, taman ini diberi penghargaan Moselle Award untuk New Garden Experiences of The Year oleh Garden Tourism Award 2015.

Setiap pergantian musim, tema rangkaian bunga turut berganti sehingga pengunjung tidak jenuh untuk datang dan mengambil beberapa foto di sini sebagai kenangan.

Dubai Miracle Garden beroperasi dari Oktober sampai April dan tutup dari Juni sampai September karena suhu tinggi dengan rata-rata 40C yang tidak kondusif untuk menikmati pemandangan bunga-bunga di sana. 2017 ini, taman bunga akan buka mulai 1 November sampai 31 Mei 2018.

"Selama musim tersebut, ratusan pekerja kami akan memastikan kalau tanaman tumbuh dengan baik sehingga mekarnya semakin cantik," kata Abdel.

Daya tarik lain di taman bunga ini adalah bunga-bunga yang dirangkai menjadi jam, burung merak, taman kupu-kupu, dan sebuah taman aromatik.

Buat kamu yang penasaran bagaimana mereka mengelola bunga-bunga yang notabennya berada di atas padang pasir ini, jawabannya: penggunaan kembali air limbah berjumlah rata-rata 757,082 liter atau setara dengan 200.000 galon standar Amerika Serikat per harinya melalui sistem irigasi yang dibangun pihak pengelola.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun