Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Tatkala Spiderman Terkenang Sekaligus "Terbuang"

8 Juni 2022   07:00 Diperbarui: 8 Juni 2022   07:38 677
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Walau begitu, aksi Spiderman tersebut bukan tanpa cela. Bagi sebagian orang, aksinya dianggap sebagai "main hakim sendiri", atau telah mencoreng citra kepolisian yang sejatinya memang bertugas menangkap kriminal dan menegakkan hukum.

Alhasil, kalau setiap orang bertindak seperti Spiderman, maka kepolisian menjadi tidak berfungsi, dan hukum tidak bisa ditegakkan dengan maksimal. Bukankah hal itu bisa menimbulkan kesan bahwa Spiderman tidak heroik lagi?

Musuh-musuh Spiderman/Sumber: www.collider.com
Musuh-musuh Spiderman/Sumber: www.collider.com

Namun, film Spiderman No Way Home berupaya mengubah semua kesan itu. Caranya? Dengan memberikan "kesempatan kedua" kepada semua musuh yang pernah dikalahkan oleh Spiderman sebelumnya.

Dalam film ini, Spiderman berusaha menyembuhkan dan mengembalikan semua musuhnya menjadi manusia normal seperti sediakala. Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi terbunuh apabila dikembalikan ke "semesta"-nya masing-masing. Bukankah ini jauh lebih baik ketimbang terus bertarung dan bertempur?

Tentu saja upaya tadi tidak selalu berjalan mulus. Pasalnya, tidak semua musuhnya ingin "dinormalkan". Agaknya mereka sudah "kelewat" nyaman memerankan sosok antagonis yang memiliki kekuatan lebih, sehingga mereka cukup khawatir, kalau berubah jadi manusia normal lagi, maka mereka bakal tidak berdaya seperti sebelumnya.

Namun demikian, Spiderman tetap berusaha "memanusiakan" rival-rivalnya walaupun ia harus membayar usahanya tadi dengan begitu mahal karena mesti kehilangan orang terdekatnya.

Akan tetapi, begitulah superhero. Ia harus siap berkorban dan bekerja untuk keselamatan banyak orang, meskipun pada akhirnya, akibat mantra Doctor Strange, orang-orang yang diselamatkannya justru tidak tahu atau bahkan tidak ingat sama sekali dengan sosok Spiderman. Spiderman yang ramah akhirnya dilupakan dan ditinggalkan!

Namun, tampaknya hal itu cuma terjadi di film saja. Tidak di kehidupan nyata. Sebab, begitu film Spiderman usai, suasana bioskop tempat saya berada terdengar riuh oleh suara tepuk tangan.

Ini adalah kali kedua saya melihat penonton bertepuk tangan untuk sebuah film (yang pertama terjadi ketika saya menonton film Kimi no Nawa). Agaknya ada begitu banyak orang yang mengapresiasi aksi Spiderman. Ini menjadi bukti bahwa Spiderman telah hidup di dalam hati kita semua.

Film Spiderman No Way Home memang menjadi "fenomena" di penghujung tahun 2021. Film ini sukses masuk box office di sejumlah negara. Di Indonesia sendiri, film ini berhasil menarik sekitar 11 juta penonton, dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun