Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

"Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier", Sebuah Potret Persoalan Karier Beserta "Kunci" untuk Mengatasinya

20 Oktober 2021   08:00 Diperbarui: 20 Oktober 2021   08:28 588
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Buku "Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier" | Dok. Adica Wirawan

Meski baru diterbitkan pada tahun 2021, namun keinginan Elin untuk menulis buku ini sebetulnya sudah terbersit sejak 20 tahun lalu. Keinginan itu bisa muncul bukan tanpa alasan, mengingat sejak dulu, ia memang senang membaca novel.

Beragam jenis novel disukainya, mulai dari yang bertema romantis, remaja, hingga serius. Maka, jangan heran, ia pun berkeinginan, suatu hari, bisa menerbitkan karya sendiri.

Namun, sayangnya, keinginan itu hanya bisa mengendap di dalam hatinya saja. Ibarat sebuah benih, keinginan tadi hanya bisa terpendam selama bertahun-tahun tanpa pernah terwujud secara nyata.

Meski begitu, benih itu bukan berarti sudah mati sama sekali. Ia masih mempunyai potensi untuk tumbuh. Hanya saja, ia belum menemukan kondisi yang tepat untuk berkecambah, berkembang, dan berbuah.

Kondisi itu justru baru timbul bertahun-tahun kemudian. Namun, anehnya, kondisi yang dimaksud ternyata bukanlah keadaan yang ideal. Disebut demikian karena kemunculannya baru terjadi tatkala Pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh dunia.

Seperti diketahui, pandemi tersebut memaksa banyak orang untuk mengubah perilaku, termasuk dalam hal bekerja. Jika sebelumnya urusan pekerjaan, seperti rapat dan administrasi, banyak diselesaikan di kantor, kini ada begitu banyak orang yang melakukannya di rumah.

Sebagai orang yang senang bersosialisasi, tentu saja ini menjadi berat karena Bu Elin menjadi rindu untuk ngobrol secara langsung dengan teman-temannya.

Di tengah perasaan itulah, Elin kemudian terpikir menulis buku. Jika bercakap-cakap secara langsung masih begitu terbatas, maka ia mungkin masih bisa berbincang-bincang lewat tulisan.

Hal inilah yang kemudian membuatnya menyisihkan waktu setiap akhir pekan untuk mencicil tulisan, yang menjadi dasar buku "Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier" ini.

Jika kita menyimak isi buku ini, maka sebetulnya kita bakal menemukan sejumlah keunikan di dalamnya.

Pertama, gaya penulisannya begitu sederhana dan santai. Elin menulis buku ini seperti seorang sastrawan mengarang sebuah novel. Alih-alih menggunakan gaya bahasa yang formal, layaknya buku-buku manajemen, ia lebih memilih menyajikan persoalan karier dalam bentuk cerita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun