Mohon tunggu...
Adi Bermasa
Adi Bermasa Mohon Tunggu... Jurnalis - mengamati dan mencermati

Aktif menulis, pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Harian Umum Koran Padang, Redpel & Litbang di Harian Umum Singgalang, sekarang mengabdi di organisasi sosial kemasyarakatan LKKS Sumbar, Gerakan Bela Negara (GBN) Sumbar, dll.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Keajaiban Alam di Pasaman Barat, Ada Laut di Puncak Gunung

28 Oktober 2019   22:20 Diperbarui: 28 Oktober 2019   22:23 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

OBJEK wisata di Pasaman Barat tak kalah dengan daerah lain. Pantainya mempesona. Gunungnya menawan. Talamau dengan beragam keistimewaannya. Ada ikan larangan. Sungai Beremas dengan pulau panjangnya. Belum lagi beragam kulinernya yang membangkitkan selera.

Pasaman Barat jelas tidak terbelakang dalam dunia wisata. Namun sayang, eksposenya yang sulit muncul ke permukaan. Yang menonjol paling Pantai Sasak saat lebaran. Hal demikian sudah mentradisi sejak 'mak itam baatok ijuak'. Sudah sangat lama Sasak terkenal dengan pantainya. Tanpa ekpose pun kita sudah maklum Pantai Sasak. Indak barubah lenggang dari ketiak.

Ketergugahan penulis memunculkan tulisan ini punya kaitan langsung dengan pesona alam tersembunyi 'Danau Laut Tinggal di puncak Gunung Malintang. Luar biasa anehnya. Bayangkan saja, ada laut di puncak gunung. Danau Laut Tinggal airnya berwarna hijau toska. Konon, warna hijau toska di danau ini menurut kalangan para pendaki berasal dari air laut yang terjebak di pegunungan ketika proses pembentukan bumi. Makanya dinamakan Danau Laut Tinggal.

Hebatnya, keindahan alam mempesona di Kecamatan Gunung Tuleh ini justru diperkenalkan Dr. Renata dan Hertwig Zahorka, ekspeditor asal Jerman lewat media Youtube.

Luar biasa. Cendekiawan Jerman sungguh hebat. Tanpa gembar-gembor mereka sukarela memunculkan kehebatan Pasaman Barat. Lebih dari itu, jasa bangsa Jerman luar biasa pada Pasaman Barat. Tak terhitung biaya yang dikeluarkan Jerman Barat di era Kepemimpinan Pak Gubernur Harun Zain dulunya.

Danau Laut Tinggal (Foto: maps.google.com/@satria bakti)
Danau Laut Tinggal (Foto: maps.google.com/@satria bakti)
Khusus Danau Laut Tinggal, terbilang masih perawan. Sangat butuh uluran tangan dari siapa saja. Tentu peran Dinas Pariwisata Pasaman Barat sangat diharapkan. Namun, apa saja gebrakan yang sudah dilakukan dinas ini tak begitu awak ketahui. Termasuk langka ekspose yang dilakukan di media.

Khusus danau di puncak Gunung Malintang sebenarnya termasuk salah satu keajaiban. Mana ada danau di dunia lokasinya di puncak gunung. Selama ini yang terdengar hanya 'talago' di puncak Gunung Singgalang.

Apakah kita hanya bisa tergugah dengan berita terkait hasil penemuan peneliti Jerman berkaitan dengan salah satu keajaiban Pasaman Barat ini? Kalau cukup sampai di situ saja, begitu rendahnya alam pikiran kita, terutama mereka yang punya kebijaksanaan mensejahterakan warga negeri ini.

Baiknya objek wisata danau laut tinggal di Pasaman Barat ini dimasukkan dalam salah satu destinasi yang perlu dikembangkan serius. Di sinilah pentingnya support dari ninik mamak dan pemuka masyarakat Gunung Tuleh berada di garda terdepan dalam memajukan negerinya. Terutama dalam mempopulerkan Danau Laut Tunggal ke persada negeri merdeka ini. Allah sudah memperlihatkan alamnya mempesona. Manfaatkanlah untuk kesejahteraan bersama.

Kalaulah Pemerintah Daerah Pasaman Barat serius mengembangkan Danau Laut Tinggal ini walau secara bertahap, bukan tidak mungkin lima tahun pertama pemerintahan bupati pilihan rakyat daerah petro dolar hasil pilkada 2020 itu nikmatnya sungguh luar biasa.

Sudah pada tempatnya pula Pemerintahan Kecamatan Gunung Tuleh bersama warganya punya langkah seirama memunculkan tekad bulat menata destinasi wisata yang mempesona berkelas dunia ini. *

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun