Mohon tunggu...
Ade Irma Mulyati
Ade Irma Mulyati Mohon Tunggu... Guru - Saya Ade Irma Mulyati, guru di SDN Pakusarakan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Mau berbagi itu indah karena menabur kebahagiaan, dengan ikhlas memberi semoga menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Berkelompok Menjadikan Kami Nyaman

6 Januari 2022   04:46 Diperbarui: 6 Januari 2022   04:53 118 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokpri olahan canva

Pengelolaan belajar siswa ketika belajar di kelas, bisa dilakukan secara berkelompok maupun secara individual. Belajar berkelompok dipilih jika pada saat proses pembelajaran siswa diharapkan memiliki keterampilan berkolaborasi bersama teman-temannya. Jadi penekanan pada pengembangan aspek emosional dan sosial siswa. Sedangkan belajar individual lebih menekankan pada capaian hasil belajar sebagai penguasaan kemampuan belajar tiap siswa. Biasanya penekanan lebih pada pengembangan penguasaan pengetahuan dan kemandirian. Semakin luas kemampuan, pemahaman dan tingkat kemandirian, akan membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. 

Biasanya belajar individual dilakukan pada saat dilakukan Penilaian Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS) maupun Penilaian Akhir Semester (PAS). Pemilihan pengelolaan belajar tersebut disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada saat pembelajaran, siswa akan menjadikan seluruh kegiatan di kelas sebagai proses memaknai pengalaman melalui serangkaian aktivitas berkreasi dengan melibatkan olah rasa, olah karya, dan olah karsa secara berkesinambungan. Mereka pun melakukan serangkaian proses penyelarasan panca indera yang difungsikan secara bersama-sama, atau secara bergantian tergantung proses menerima informasi yang sedang berlangsung. 

Menyimak performance siswa saat melakukan pembelajaran secara berkelompok, ada kesan mereka lebih nyaman menikmatinya. Ada alasan yang menjadikan siswa tampak antusias jika belajar secara berkelompok, yakni:

  1. Berkelompok membuat lingkungan belajar lebih ramai. Biasanya satu kelompok terdiri 3-5 orang anggota. Mereka akan berkumpul membuat sebuah formasi belajar yang baru yang berbeda dari biasanya dengan berinteraksi inter dan antar siswa. Mereka akan belajar menempatkan diri, mengukur kapasitas dan kapabilitas diri diantara teman, saling menghargai perbedaan pendapat, serta saling melengkapi kekurangan. Ini dijadikan kesempatan untuk pengembangan kecakapan sosial.
  2. Pembelajaran berkelompok bisa memilih lokasi belajar yang didesain indoor maupun outdoor. Posisi ini menjadikan mereka lebih leluasa bergerak secara dinamis. Mereka akan terpancing ide kreatifnya dan menjadikan lebih bersemangat belajar.
  3. Berkelompok memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kecakapan emosional. Mereka akan dilatih mengelola cara berfikir secara lambat. Sehingga jika ada stimulus yang datang tidak langsung direspon secara cepat dan tak terkontrol, tetapi mereka akan berlatih memberikan jeda untuk merenungkan tindakan/reaksi yang seharusnya diperbuat. Cara ini akan memberikan pembiasaan untuk mengontrol diri yang berpengaruh terhadap pola berfikir dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang.
  4. Berkelompok memungkinkan mereka bisa berbagi diantara anggota. Berbagi pendapat untuk menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi sehingga dapat ditemukan formulasi baru pemecahan masalah dengan ide kreatif. 
  5. Berkelompok memungkinkan diantara anggota bisa saling melengkapi kekurangan dan menumbuhkan inisiatif. Hal ini dikarenakan setiap siswa unik. Mereka memiliki karakter dan minat yang berbeda. Sehingga dengan penyatuan ide/pendapat di kelompok bisa memberikan manfaat untuk penyelesaian tugas yang sedang dihadapi. 

Pada akhirnya  berkelompok menjadikan tugas/pekerjaan yang mereka hadapi bebannya berkurang dan cepat selesai. Inilah poin penting yang menjadikan berkelompok membuat mereka nyaman belajar.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan