Mohon tunggu...
ade anita
ade anita Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, blogger

ibu rumah tangga yang suka menulis dan berkebun serta menonton drama silat china.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

15 Maret sebagai Hari Memerangi Islamophobia

16 Maret 2022   23:18 Diperbarui: 16 Maret 2022   23:22 817
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aku ingat ketika dulu pernah menonton acara Oprah Winfrey, yang membahas tentang Islamophobia yang diidap oleh seseorang yang menjadi warga negara Amerika. Di acara tersebut, Oprah mempertemukan orang pengidap islamophobia dengan wanita muslimah amerika.

Kebetulan, wanita muslimah yang hadir di acara tersebut adalah wanita yang dari kulitnya sih berasal dari daerah Timur Tengah sana. Tapi sudah lama menjadi warga negara Amerika secara resmi. Dia bercerita tentang kegiatan kesehariannya sebagai seorang muslimah. Yang meski tidak mengenakan hijab tapi tidak pernah meninggalkan shalat dan membaca Al Quran di rumahnya. Dia juga tidak mengkonsumsi alkohol dan tidak memakan pork. 

"Saya sama seperti warga negara amerika yang lain. Bedanya, saya menjalankan apa yang dilarang oleh agama saya, Islam, yaitu tidak mengkonsumsi alkohol dan pork. Selebihnya, sama. Bedanya, jika kalian pergi ke gereja, saya pergi ke masjid. Jika kalian membaca injil maka saya membaca Al Quran. Jika kalian menyanyikan lagu rohani maka saya mengaji al quran. Mengaji Al Quran itu adalah membaca kitab Al Quran tapi dengan intonasi tertentu karena memang demikianlah huruf arab dibaca. Ada iramanya agar terdengar indah."

Lalu Oprah bertanya pada pengidap Islamophobia, apa sebenarnya yang membuat dia merasa takut terhadap islam. Si pengidap islamophobia berkata, bahwa dia selalu melihat bahwa orang islam itu adalah orang-orang yang pasti akan menyerang, membunuh, dan bagian dari teroris. 

"Tapi pelaku terorisme itu bisa berasal dari ras dan agama yang lain. Kenapa tidak takut pada mereka?"

Si pengidap islamophobia tidak bisa menjawabnya. Sepanjang acara, duduk dan sikap tubuh si pengidap islamophobia ini terlihat tidak nyaman sekali. Dia terlihat takut untuk menatap ke arah wanita muslimah. Memilih untuk duduk jauh dari si wanita muslimah ini. Jadi, benar-benar terlihat ketakutan dan bisa dikatakan, 75% merasa jijik juga sih. 

Akhirnya, Oprah menawarkan bagaimana jika si pengidap islamophobia ini selama beberapa hari mendampingi si wanita muslimah ini dalam berkegiatan sehari-hari. Lalu, lihat apakah ada perubahan yang positif yang dia alami setelah melakukan itu. Karena, berdasarkan pendapat para ahli, cara efektif menyembuhkan phobia adalah dengan berusaha mengenal lebih dekat apa yang ditakut tersebut. 

Hari-hari selanjutnya, akhirnya wanita pengidap islamophobia ini berkunjung ke rumah si wanita muslimah. Dia melihat bagaimana ternyata wanita muslimah ini menjaga kebersihan rumahnya dengan baik. Karena, "Agama Islam memerintahkan agar rumah bersih dari najis. Najis itu kotoran. Dengan begitu, seluruh bagian rumah bisa layak digunakan untuk mendirikan shalat atau mengaji.".

Lalu melihat si wanita muslimah melakukan acara bersih-bersih sebelum shalat. "Ini namanya wudhu, gunanya untuk membersihkan tubuh dari kotoran yang mungkin melekat. Karena shalat itu hendaknya dalam kondisi bersih dari kotoran. Bahkan mengenakan pakaian terbaik yang kita miliki. Tidak perlu mahal yang penting tidak bolong-bolong hingga memperlihatkan aurat dan bersih." 

Di Amerika, karena negara 4 musim, tidak lazim orang rajin membersihkan tubuh mereka. Mandi tuh jarang dilakukan. Orang Amerika seringnya rajin gosok gigi saja, lalu basuh muka sekedarnya. Itu sebabnya si wanita pengidap islamophobia keheranan melihat si wanita muslimah dalam sehari 5 kali membersihkan tubuh lewat wudhu.

Setelah sepekan, wanita ini menyampaikan testimoninya di acara Oprah lagi. Dia bilang, dia mulai bisa menurunkan rasa phobianya. Dia bisa menerima keberadaan orang islam di dekatnya. Dulu, dia benar-benar jaga jarak karena takut. Sekarang sudah bisa berdampingan meski masih belum bisa menghilangkan rasa curiganya. Yang satu ini mungkin butuh waktu.

Islamophobia, Apa itu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun