Mohon tunggu...
abraham raubun
abraham raubun Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli gizi

Olah raga, kuliner

Selanjutnya

Tutup

Foodie

Pecel Kembang Turi

2 Oktober 2022   06:11 Diperbarui: 2 Oktober 2022   06:38 57 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foodie. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Ketika ditawari sepincuk pecel, terlihat dalam campuran sayuran ada yang berwarna putih. Ternyata itu kembang turi. Rasanya enak juga, itu pertama kali saya mencicipi pecel kembang turi.

Pecel sudah dikenal banyak orang. Campuran beragam sayuran seperti bayam, tauge, kol, kacang panjang dan lain-lain, direbus lalu disiram sambal atau bumbu kacang tanah. Makanan tradisional dari daerah Jawa ini memang populer, dikenal di banyak tempat.

Namun pecel dengan campuran kembang turi jarang didapat. Memang khas dan tidak selalu ada. Mungkin karena pohon turipun jarang ditanam orang. Hanya di daerah-daerah tertentu dapat dijumpai.

Tumbuhan yang dipercaya banyak kegunaannya ini sering ditanam sebagai tanaman pelindung atau penyubur lahan kering. Ini karena akarnya mengandung bintil-bintil yang dapat mengikat zat nitrogen penyubur tanah.

Tercatat asalnya diduga dari Asia bagian Selatan dan Tenggara, kemudian menyebar ke berbagai daerah tropis dunia.

Kembang turi banyak mengandung antioksidan dan vitamin C  begitu yang dikemukakan "health benefit times". Fungsinya menangkal radikal bebas serta mencegah menurunnya elastisitas pembuluh darah. Ini menghidarkan Penyakit jantung. Selain itu, kandungan ini juga berperan penting untuk menurunkan tekanan darah yang mampu mengurangi resiko penyakit kronis lainnya.

Dulu di Malioboro-Yogya banyak pedagang  yang menjual pecel kembang turi. Entah kini ketika wajah pusat kuliner ini telah berubah. Masihkah pecel kembang turi ini ada atau tidak di sana, entahlah.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan