Abidin
Abidin Mahasiswa

Penikmat kopi pecandu narasi || Pemulung

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kamu yang Ku Rindukan

27 Desember 2018   13:15 Diperbarui: 27 Desember 2018   13:17 117 0 0
Kamu yang Ku Rindukan
Abidin (dokpri)

Jikalau semesta telah berganti wajah, parasmu tetaplah yang paling mendayu ayu

Jikalau malam telah beradu di singasananya kegelapan, kamulah yang terakhir ada dalam ingatan

Jikalau embun dingin di pelupuk dedaunan, kamulah yang pertama ingin ku tatap

Jikalau senja sudah kembali ke ufuk nya bersama aurora, namamu yang terakhir ku ucapkan

***

Di bedeng kumuh kita pernah bercerita, tentang anak yang kehilangan bapaknya dipagi buta

Di sudut desa kita pernah bercengkrama, menyaksikan para petani yang pergi menanam padi

Di trotoar pinggiran pabrik kita bersuara, menyairkan irama penuh keringat dan harapan para pekerja

Disini kita memandang langit yang sama, walaupun nun jauh jarak memisahkan raga

***

Kau pernah membuatkanku kopi hangat dengan membawa buku para pejuang rakyat

Bertukar ide diantara rentetan kata yang diramu menjadi pustaka

kita yang pernah bersenandung berlawan, percayalah kemenangan akan kita genggam bersama rindu yang tak henti menerjang