Mohon tunggu...
Abdurrofi Abdullah Azzam
Abdurrofi Abdullah Azzam Mohon Tunggu... Ilmuwan - Intelektual Muda, Cendikiawan Pandai, dan Berbudaya Asia Afrika
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan pernah lelah mencintai Indonesia menjadi negara adidaya di dunia. Email Admin : axelmanajemen@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pergerakan Nasional MES, Kebangkitan Keuangan Syariah Digital Pasca Orba

29 Juni 2021   06:29 Diperbarui: 29 Juni 2021   06:31 167
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Fenomena sangat bergantung pada informasi dan teknologi yang tersedia bagi pemerintah, dan bagaimana pemerintah mengeksploitasinya teknologi baru untuk mencapai sesuai kebutuhan Halal For Everyone (HVO) dan Syariah Economic Society 6.0 (SES 6.0).

Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin mendorong  proses konversi Bank Pembangunan Daerah (BPD)  menjadi bank syariah dipercepat dan pemerintah merangsang ekonomi selama resesi dan menghemat selama ledakan kebutuhan.

Mereka harus mengenakan pajak orang kaya untuk membiayai jaring pengaman sosial, layanan kesehatan, layanan pendidikan, infrastruktur, dan sebagainya memegang peranan penting dalam kehidupan bangsa dan negara.

Oleh karena itu, rancangan dan implementasi kebijakan fiskal pada dasarnya dibentuk oleh keandalan, ketepatan waktu, dan detail informasi yang tersedia bagi pemerintah tentang perekonomian dan para pelakunya.

Ini termasuk pendapatan dan aset pembayar pajak, identitas dan keadaan penerima manfaat program sosial, status pekerjaan pekerja, ukuran kesenjangan pengeluaran, dan besarnya dan waktu pemerintah transaksi.

Dengan mengubah cara pemerintah mengumpulkan, memproses, dan bertindak berdasarkan informasi, digitalisasi membentuk kembali perumusan dan implementasi kebijakan ini dalam sebuah proses yang baru saja dimulai.

Penggunaan komputer dan teknologi modern untuk melakukan tugas-tugas dan fungsi manusia sebagai makhluk ekonomi syariah menjadi akrab dan rutin di pemerintahan seperti di tempat lain.

Presiden Indonesia Jokowi siap sambut raksasa baru keuangan syariah baru dari benua Asia tapi sekarang ini menyerah pada proses digitalisasi yang secara inheren lebih mendalam dan teknologi pembelajaran mendalam mendorong batas digitalisasi satu langkah lebih jauh, dengan mesin kecerdasan buatan sekarang dapat belajar sendiri berdasarkan informasi yang diberikan kepada mereka.

Potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, tetapi belum tergarap dengan baik namun dengan menggunakan teknologi tersebut, komputer sekarang mampu merancang objek industri, menghasilkan hipotesis ilmiah, dan bahkan membuat kebijakan keuangan syariah digital baru di Indonesia.

Keuangan syariah di Indonesia tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan industri yang sama di negara lain. Aset bank syariah di Indonesia tumbuh tujuh kali lipat dibandingkan negara pesaing lainnya. Total rata-rata pertumbuhan aset perbankan syariah adalah 70% dalam dua tahun ke depan.

Referensi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun