Mohon tunggu...
Abdul Marindul
Abdul Marindul Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Lepas

Penulis yang belajar untuk menulis dan menulis untuk belajar.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Alasan Unyu Ketua KPU Pariaman Dinner Bareng Dahnil

30 Maret 2019   17:01 Diperbarui: 30 Maret 2019   17:06 248
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hasil olahan pribadi

Ketua KPU Pariaman, Abrar tercelup dinner bareng Dahnil, cowok pendukung Prabowo. Alasannya sih katanya spontan. Spontan? Uhuy! Bagaimana kisahnya?

Mau spontan atau tidak spontan, memangnya boleh dinner bareng? Sekalian saja candle light dinner. Pakai lilin berdua sambil bercengkerama, mesra. Hangat.

Memangnya boleh ketua KPU Pariaman dinner bareng tim sukses Prabowo atas alasan spontan? Kalau begitu, mereka yang embuskan isu KPU itu tidak netral, ternyata benar.

Mereka sendiri yang membuat KPU tidak netral karena tercelup (cekrek lapor upload) dinner bareng Dahni, cowok pendukung Prabowo ini. 

Seharusnya dalam situasi politik saat ini, harus ada sebuah kedewasaan dan kepekaan politik. Seharusnya ketua KPU Pariaman menahan diri dari segala bentuk ketidaknetralan.

Dinner bareng dengan alasan kawan lama yang sama-sama satu perguruan, rasanya tidak menjadi alasan yang bisa diterima.

Ketua KPU Pariaman tidak netral. Dahnil juga tidak bicara sebelum tercelup. Benar-benar berbahaya. Sekarang rakyat mempertanyakan apa yang menjadi netralitas KPU.

Ternyata isu yang selama ini beredar bahwa KPU cenderung mendukung Jokowi, terbantahkan. Ternyata mereka sendiri yang membuktikan bahwa KPU dinner bareng Dahnil si cowok Prabowo itu.

Memang seharusnya tidak pantas dan tidak elok melihat anggota, bahkan ketua KPU Pariaman dinner unyu-unyu bareng dengan Dahnil.

Sudah seharusnya orang ini, ketua KPU Pariaman disidang etis. Melanggar. Coba bayangkan saja jika pelanggaran itu bisa dijadikan angka minus untuk pemilihan capres. Pasti seru itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun