Mohon tunggu...
Abdul Ichsan Said
Abdul Ichsan Said Mohon Tunggu... Administrasi - “Writing is never about knowing, it is about sharing and caring”

"Memanfaatkan usia muda untuk terus berkreativitas" E-mail: abdulichsansaid@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Ramadan dan Lebaran yang Tak Sama

25 Mei 2020   10:43 Diperbarui: 25 Mei 2020   10:55 532
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Foto: Pixabay 

Seakan begitu cepat Ramadhan  pergi meninggalkan kita dan digantikan dengan bulan Syawal. "Tak terasah ya" yap ini adalah sebuah kata yang selalu dikatakan oleh setiap orang, padahal baru kemarin puasa pertama dimulai, eh enggak terasah ya sudah Idul Fitri. Inilah waktu yang tidak bisa disetting atau dihentikan walau hanya seditik saja.

Wabah virus corana atau covid-19 yang membuat Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H/2020 M semuanya berbeda dan membuat yang jarang untuk dilakukan menjadi sering untuk dilakukan. Apa itu?  tentunya banyak hal mulai dari sholat berjamaah, buka bersama, ngabuburit, dan hal yang paling sedih bagi umat muslim adalah Silahturahmi dan berkumpul bersama sanat keluarga, sahabat, dan teman saat Idul Fitri yang menjadi sebuah tradisi yang tidak pernah untuk dilewatkan, kali ini tidak dapat melakukannya secara total karena harus mematuhi protocol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah untuk menekan penyebaran covid-19. Tentunya ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dalam mejalankan ibadah puasa dan lebaran yang dimana kita masih bisa melakukan silahturahmi dan berkumpul bersama tanpa adanya batasan.

Bagaimana dengan orang-orang yang masih di tanah rantau dan masih bertugas dalam melawan covid-19 (tenaga medis). Pastinya mereka tidak bisa berkumpul bersama keluarga dan hanya bisa melepaskan kangen dan saling maaf-maafan via video call atau via telefon. 

Coba untuk merenungkan sejenak atas apa yang telah terjadi pada tahun ini, pasti kita akan berfikir untuk menyalahkan covid-19 karena virus inilah yang membuat Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun ini sangatlah berbeda, disisi lain kita akan merasakan ada hikmah yang bisa kita ambil dan menjadi pelajaran dari peristiwa yang terjadi pada tahun ini. Hikamah apa? Hikmahnya adalah rasa syukur.

Kenapa rasa syukur? Alasannya adalah kita masih bisa dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dan bulan Syawal dalam kondisi sehat di tengah pandemic virus yang korbannya terus bertambah, dimana kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa menjalankan ibadah puasa dan merayakan hari raya Idul Fitri walaupun hampir semua aktivitas kita lakukan di rumah.

Inilah kuasa Allah SWT  yang tidak bisa ditebak oleh manusia

Dari ini semua kita harus bisa bersikap dan berfikiran yang positif terhadap cobaan yang Allah SWT berikan kepada umat muslim yang mersakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan batasan bersosialisasi, bisa dibilang silahturahmi yang terbatas.

Hal yang perlu kita ketahui adalah bahwa tidak selamanya atau setiap tahun, bulan, maupun hari kita bisa merasakan kenikmatan yang sama. Maka dari itu kita manfaatkan dengan baik nikmat yang diberikan terutama bersedekah jangan sampai lupa, karena apa yang kita miliki tak seutuhnya milik kita dan jangan lupa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT baik itu baik atau buruk, maupun banyak atau sedikit. Karena apa yang diberikan pasti ada sesuatu hal yang harus kita pelajari lebih tepat hikmahnya.

Dengan adanya Covid-19 tidak hanya dampak negatif yang diberikan, melainkan ada dampak positif yang diberikan yaitu memberikan waktu untuk Bumi beristirahat dan recovery dari kegiatan manusia yang setiap harinya menganggu kesehatan dari Bumi.

Hal positif lainnya dari segi kemanusian, hampir semua orang yang memiliki rezeki lebih saling bahu membahu membantu orang yang ekonominya terdampak karena virus ini dan tentunya hal yang paling jarang kita dapatkan adalah memiliki durasi waktu yang panjang untuk bisa berkumpul, saling bercengkrama, dan beribadah bersama keluarga.

Kesimpulannya adalah senantiasa bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan baik itu cobaan atau kenikmantan, karena apa yang diberikan pasti ada sebuah hikmah.  Allah SWT ingin umatnya untuk mengambil pelajaran dari itu semua untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun