Mohon tunggu...
Abdul Mutolib
Abdul Mutolib Mohon Tunggu... Guru - Pendidik dan pegiat literasi

Penulis buku teks pembelajaran di beberapa penerbit, pegiat literasi di komunitas KALIMAT

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Tumbuhkan Kepercayaan Diri, Lejitkan Potensi

4 Agustus 2020   07:46 Diperbarui: 4 Agustus 2020   07:36 233
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Usianya paling senior di lingkungan kerjanya. Pimpinannya saja masih kalah senior dengannya. Keberadaanya di tempat kerja itu juga terbilang lama. Tapi tiap kali diminta memimpin satu tim dalam pekerjaan ia selalu menolak. Ia merasa tidak mampu.

Berbeda 180 derajat dengan yang satu ini. Ia masih sangat muda. Kemampuannya biasa-biasa saja. Pengalaman pun sangat minim. Ia juga terhitung orang baru di tempat kerjanya. Tapi omongannya besar. Orangnya over confident. Dalam forum-forum, gayanya ingin tampil dan selalu bertanya atau mengemukakan pendapat, tetapi cenderung garing dan tidak berkualitas apalagi berkelas.

Dua tipe kepribadian yang bertolak belakang ini sama-sama bukan opsi positif. Keduanya sebisa mungkin harus dihilangkan dari dalam diri setiap orang yang mendambakan kesuksesan dalam hidup. Tidak percaya diri atau terlalu percaya diri sama-sama menjadi penyakit mental yang menjadi penghambat kesuksesan dan penghalang kebahagiaan.

Percaya diri itu bagian dari soft skill yang sangat dibutuhkan oleh seseorang untuk meraih kesuksesan dalam banyak hal. Hal ini terkait dengan kemampuan seseorang mengatur diri sendiri atau kemampuan intrapersonal.

Percara diri dalam istilah gaul sehari-hari adalah PD (pede). Orang yang percaya diri memiliki keyakinan terhadap diri sendiri sehingga mampu menangani segala situasi dengan tenang. Tidak merasa inferior di hadapan siapa pun dan tidak merasa canggung apabila berhadapan dengan banyak orang.

Perca diri menjadi penggerak pertama dalam diri seseorang untuk menggunakan berbagai kemampuan yang dimiliki guna menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan  dalam mewujudkan impian. Tanpa kepercayaan diri seseorang tidak akan bisa menggunakan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Tentu hal itu akan membuyarkan impian dan cita-cita hidupnya.

Ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang percaya diri. Allah melarang orang beriman menjadi pribadi yang galauan (suka galau), minderan (suka minder), dan lemah.

Untuk itu Allah memerintahkan orang beriman untuk yakin dan berhusnuzan (berbaik sangka) kepada Allah, serta berdoa agar diberi keteguhan hati dan dijauhkan dari sifat malas dan lemah.

Allah juga mengingatkan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, diberi potensi untuk menjadi pimimpin dan khalifah di muka bumi. Masing-masing manusia memiliki potensi dan kelebihannya sendiri yang tidak sama dengan orang lain.  

Setiap orang hendaknya fokus mengembangkan potensi dan kelebihannya. Untuk menjadi manusia sukses ia tidak perlu menjadi orang lain. Sejatinya setiap manusia adalah masterpiece atau karya besar Allah Swt.

Tapi mengapa ya banyak orang yang tidak pede atau mengalami masalah dengan kepercayaan diri?

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Pola asuh sejak kecil dari orang tua dan lingkungan sangat mempengaruh tumbuh atau tenggelamnya kepercayaan diri.

Anak yang  tumbuh kembangnya mendapatkan kekerasan fisik, atau terlantar  cenderung mengalami masalah dengan kepercayaan diri. Demikian pula anak yang  selalu dikritik dan disalahkan akan tertoreh dalam pikirannya bahwa dia adalah orang yang bodoh, gagal dan tidak bisa apa-apa.

Perlakuan memanjakan anak, over protective dan terlalu banyak dibantu dalam melakukan sesuatu dan mengambil keputusan juga mempengaruhi tidak berkembangnya kepercayaan diri pada diri anak.

Selalu dibandingkan dengan orang lain secara terus menerus juga akan mengganggu mental anak. Ia akan merasa menjadi pribadi yang kurang dan gagal.

Dan masih banyak faktor lain seperti perlakuan orang lain terhadap diri seseorang yang meruntuhkan kepercayaan diri dan kegagalan yang berulang-ulang.

Menurut para pakar, rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang. Ada proses tertentu di dalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri.

Salah satu langkah pertama dan utama dalam membangun rasa percaya diri yaitu dengan menanamkan pola pikir positif. Sangat penting setiap orang memahami dan meyakini bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan itulah yang harus dikembangkan dan dimanfaatkan agar menjadi produktif dan berguna bagi orang lain.

Terhadap kekurangan pun harus menyikapi secara positif. Lebih baik berkata " insya Allah saya akan mencoba" daripada berkata "  saya tidak bisa" untuk sesuatu yang belum dikuasai.

Langkah lain yang penting untuk dilakukan guna meningkatkan kepercayaan diri adalah membebaskan diri kita dari perasaan minder dan tidak puas pada diri sendiri. Hal itu dengan meningkatkan pengetahuan diri tentang berbagai hal, berinteraksi dengan orang lain dan tidak menyendiri.

Melakukan hobi yang kita sukai merupakan cara yang sangat baik untuk memberikan kepuasan diri dan sekaligus ruang berinteraksi dengan orang lain secara menyenangkan.

Langkah lain yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah memilih lingkungan yang tepat. Yaitu lingkungan yang dapat membantu pengembangan diri. Lingkungan yang  penuh dengan orang-orang yang memotivasi, menginspirasi, dan bersemangat. Pepatah Arab mengatakan " Man jaalasa jaanasa" (Siapa yang bergauli dengan suatu golongan, maka ia akan menyamai sifat-sifat mereka.

So, waspadalah, waspadalah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun