Mohon tunggu...
Abdu Alifah
Abdu Alifah Mohon Tunggu... - Seorang Absurdis-Anarkis-Agnotis

"Seluruh imajinasi dalam pikiran, bersatulah!"

Selanjutnya

Tutup

Hobi

"Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur", Meninjau Convert Complex seorang Muslimah Awam

28 Januari 2019   21:14 Diperbarui: 28 Januari 2019   21:38 0 1 1 Mohon Tunggu...
"Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur", Meninjau Convert Complex seorang Muslimah Awam
www.bukuindie.com


Judul : Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur

Penulis : Muhidin M. Dahlan

Penerbit : ScriPta Manent

Tahun : 2003 (cetakan keenambelas Maret 2016)

Dimensi : 12x19 cm, 169 hlm

ISBN : 979-99461-1-5

Setiap orang berubah. Setiap orang memiliki satu titik balik yang menyebabkan perubahan dalam hidupnya. Novel karya Muhidin M. Dahlan ini, 'Tuhan Izinkan Aku Menjadi Seorang Pelacur' menceritakan proses dan titik balik perubahan seorang manusia tentang hal paling fundamental dalam kebudayaan orang-orang timur, yakni agama.

Novel ini merupakan kisah nyata. Sebagai mana pengakuan sang penulis pada 'Surat untuk Pembaca' (terdapat di bagian akhir buku ini) yang mengatakan bahwa 'buku ini merupakan fiksi dengan bahan baku sepenuhnya diambil dari kisah nyata dan wawancara mendalam beberapa minggu'. Hasil daripada wawancara tersebut kemudian diolah sedemikian rupa oleh sang penulis hingga menjadi sebuah buku.

Tak perlu diragukan lagi, dari judulnya saja 'Tuhan Izinkan Aku Menjadi Seorang Pelacur! Memoar Luka Seorang Muslimah' sudah membikin kita terkejut. Bukan hanya unik, dalam budaya orang-orang Timur seperti Indonesia yang menempatkan tuhan, agama dan moralitas diatas segala-galanya jelas akan memandang judul buku ini sebagai sesuatu yang tabu, tak layak, mencemarkan, nista dan segala kutuk kata lainnya. Maka jangan heran buku ini langsung mendadak terkenal dan menjadi gunjingan banyak kalangan masyarakat dengan respon-respon yang beragam baik pro maupun kontra.

Novel ini menceritakan tentang seorang mahasiswi baru sekaligus muslimah bernama Nidah Kirani yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Lewat kawan satu pesantrennya di Pondok Ki Ageng, Nidah Kirani mulai mengikuti sebuah pengajian di masjid Tarbiyah yang membahas soal-soal keislaman. Dari sinilah asal mula nidah Kirani mulai mempelajari Islam secara totalitas sampai kemudian memutuskan untuk ikut dalam jamaah (organisasi) yang memiliki tujuan untuk menegakan Dauhal Islamiyah di Indonesia.

Namun, ditengah prosesnya menjadi muslimah yang kaffah (total), Kiran diterpa badai kekecewaan oleh organisasi yang awal mula dipujanya tersebut. Ternyata, semangat untuk beribadah, berdakwah dan berjidah para anggota jamaah tidak seperti yang dibayangkannya seperti semangat juang muslim-muslim di timur tengah. Maka, ia menggugat dan menuntut banyak hal terkait kegiatan-kegiatan jamaah. Namun nalar kritisnya tersebut dirampas dan dibalas dengan dogma-dogma tertutup yang kemudian semakin membuat Kiran resah. Keresahan itu terus memuncak setelah melewati berbagai kejadian-kejadian pelik yang Kiran alami dalam proses berdakwah sehingga akhirnya memutuskan untuk keluar (kabur) dari jamaah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x