Mohon tunggu...
Abah Pitung
Abah Pitung Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pengamat Politik & Sosial Ekonomi yang sangat Sadar pada tingkat bawah sadar. Sangat setuju agar Koruptor besar dihukum mati dan perilaku mereka sebenarnya sudah mengabaikan serta meniadakan Allah SWT., dalam kehidupannya ketika berbuat korupsi. KORUPTOR adalah PENJAHAT NEGARA dan BANGSA INDONESIA sampai dunia kiamat. Vonis hukuman bagi Koruptor, bukanlah nilai yang bisa impas atas kejahatan Korupsi. Email ke : abahpitungkite@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Waspada, Fenomena Teman Makan Teman dan Sianida

1 Februari 2016   08:55 Diperbarui: 1 Februari 2016   09:37 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Memperhatikan kasus pembunuhan Mirna, akhir-akhir ini ada fenomena kelainan kejiwaan didalam masyarakat yang tega membunuh teman sendiri. Hal ini bisa terjadi, adalah disebabkan sipembunuh memiliki motivasi tertentu untuk membunuh karena ada tujuan dari pembunuhan. Tujuan pembunuhan dalam pertemanan itu, bisa merupakan cinta segi tiga, kebencian yang mendalam berjangka panjang yang tidak diketahui dan disadari si korban tapi bagi si pembunuh adalah ketersinggungan pribadi yang sangat dalam yang pernah terjadi, percintaan sesama jenis, atau bisa terjadi adalah permasalahan bisnis yang tidak adil yang dilupakan oleh si korban dan lain-lain.

Oleh karena itu, waspada ketika ada teman yang mengajak minum atau makan disuatu tempat, janganlah mau disetujui makanan atau minuman terlebih dahulu dipesan untuk kita sebelum kita datang. Begitu juga kita sebagai teman yang mengundang, agar tidak dicurigai, pesanlah makanan dan minuman secara bersama-sama dengan teman yang kita undang.

Memperhatikan ketenangan Jessica dalam menghadapi berbagai pertanyaan publik media, juga mengundang kecurigaan bagi sebagian masyarakat, mengapa pihak Jesicca sangat gencar mengadakan sosialisasi dugaan perilakunya yang berkesan ingin menutupi sesuatu terhadap yang dituduhkan kepada dirinya.

Pernah kita saksikan ketika ada pertanyaan seorang penyiar TV, jika memang Polisi menuduh diri anda sebagai pembunuh, apa yang bisa anda katakan ? Dijawab oleh Jessica dengan tenang, “biarkan saja, kalau itu yang terjadi saya terima saja” begitu kira kira jawaban Jessica, tanpa ada sanggahan kuat untuk membela dirinya yang tidak bersalah dan tuduhan Polisi adalah tidak benar. Jawaban Jessica sangat tenang tanpa ada gesture sedih, marah. Begitu juga Jessica tidak menunjukkan sikap sedih yang sepontan ketika mengenang kematian temannya Mirna. Terlihat raut muka Jessica sangat tenang, datar dan tidak pernah terlihat wajah yang sangat sedih.   

Polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka penabur sianida membunuh Mirna adalah sama dengan pendapat berbagai kalangan publik seperti :

1. Terdapat berbagai ketidak selarasan dan ketidak konsistenan ketika melakukan beberapa pemeriksaan ulang rekonstruksi peristiwa,

2. Jessica dalam realisasi pertemuannya di Café Olivier dengan Mirna, lebih dahulu datang lebih cepat ±10 menit ke Café, lalu berinisiatif untuk memesan terlebih dahulu Kopi Vietnam yang disukai Mirna, tanpa persetujuan Mirna. Lebih mencurigakan adalah pesanan kopi Vietnam itu, dibayar terlebih dahulu oleh Jessica dengan alasan tidak mau Mirna yang membayarnya (karena Mirna sering loyal meneraktir Jessica sebelumnya),

3. Jessica tidak merasa harus bergegas cepat untuk membawa korban Mirna ketika mengalami kejang kejang ke rumah sakit atau dokter terdekat (dari keterangan pelayan café),

4. Jessica terlalu sangat tenang dimanapun berada, tanpa menunjukkan kesedihan yang mendalam ketika mengenang Mirna yang ada korelasinya dengan berbagai pertanyaan kepada diri Jessica tentang Mirna,

5. Pakaian yang dipakai Jessica ketika terjadi Mirna kejang kejang, terutama celana panjang milik Jessica dibuang (alasan ada yang koyak) dengan menyuruh pembantunya dan pembuangan celana itu tidak diketahui kemana dibuangnya, kecuali pembantunya. Kalaulah tidak ada sesuatu yang disembunyikan Jessica dalam peristiwa itu, tidak mungkin celana itu dibuang, artinya ada kemungkinan taburan atau pelengketan tepung sianida pada celana tersebut sehingga celana itu perlu dibuang.  

Kelima dasar inilah yang membuat Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Mirna dengan sianida. Yang sangat mencurigakan bagi public adalah saksi Hani temannya Jessica yang tidak pernah di ungkap oleh Kepolisian, seharusnya Hani juga bisa dimintai keterangannya serta dipublikasikan kepada masyarakat agar ada pembanding.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun