Hiburan

5 Hal Ini Jadi Syarat Cinta yang Sering Dilupakan

11 Januari 2018   13:26 Diperbarui: 12 Januari 2018   20:24 268 0 0
5 Hal Ini Jadi Syarat Cinta yang Sering Dilupakan
iphone6-lovel-1-5a572a58cf01b4038d350473.png

https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/11/iphone6-lovel-1.png

Cinta kepada seseorang itu wajar, baik laki-laki atau perempuan. Apalagi di jaman modern ini, orang yang tidak pernah ketemu pun bisa sayang-sayangan, malah terkadang putus ditengah jalan gara-gara belum pernah ketemu tau-taunya pacaran atau cuman ajang mengisi kebosenan LDR (long distance relationship). Padahal pacaran adalah salah satu tahap untuk melanjut ke jenjang selanjutnya, yaitu pernikahan.

Kejadian ini juga sering dialami oleh para siswa/i SMP, SMA, s/d mahasiswa/i. Contohnya para mahasiswa yang telah selesai mengikuti pelatihan kemahasiswaan yang ada di kampus, baik itu organisasi ekstra atau organisasi intra kampus.

Mereka mengungkapkan suka sama suka, sampai-sampai yang sudah punya pacar terkadang lebih memilih putus dengan pacarnya yang LDR, dan lebih memilih orang yang baru saja dikenalnya (orang yang bikin kangen, akan kalah sama orang yang sering menemani).

 Nah, lho, dalam mencintai seseorang kita harus mengetahui betul, syarat-syarat kenapa kita mencintainya, jangan sampai kaya yang di atas tadi. Untuk itu ini ada 5 hal yang menjadi syarat mencintai seseorang, monggo dibaca (he he he).

1.      Cinta akan datang setelah kita mengenal

Perkenalan adalah salah satu awal kita mencintai seseorang, enggak mungkin dong belum kenal langsung nembak. Emangnya kijang, belum kenalan aja udah langsung ditembak (he he he). 

Nah, ini syarat awal mencintai seseorang, setidaknya kita tau namanya (jangan kaya kijang, yang ditembak, tapi belum kenalan. He he he), terus nomor telpon, alamat rumah, pekerjaan, hobby, tanggal lahir dan yang terpenting pernah ketemu, biar tau beda apa enggak jenis kelaminnya. 

Kalau enggak ada kata mengenal ini, hati-hati! kalian hanya dijadikan hewan buruan, yang nantinya cuman satu kali berarti, sesudah itu mati. 

2.      Malu-malu, jika ada orang yang kita cintai

Kucing saat dikasih makan malu-malu, tetapi sebenarnya suka sama makanannya. Orang juga sama, saat memandang orang yang kita cintai sebenarnya pengen ngegigit, eh, maksudnya pengen mencintai (he he he).

Walaupun awalnya malu-malu karena takut dia sudah dimiliki seseorang atau dia tidak suka dengan kita, karena percuma dong cinta bertepuk sebelah tangan (nanti kita enggak bisa pok ame-ame belalang kupu), sakit dong nantinya, makanya kita terkadang malu-malu untuk mendekati si doi.

Apalagi kalau doi memandang kita, terkadang kita memalingkan wajah kita, karena malu kalau diliatin. Walaupun kemanapun kita melihat disitulah wajah doi, di kaca, di jendela, sampai kita ngeliat tai ayam mirip kaya muka doi, apalagi pas mau ngebenerin sepatu, ngeliat tukang sol sepatu, tuh, kaya ngeliat doi. Muka doi terus terbawa-bawa (he he he).

3.      Bergetar saat orang yang kita cinta, kita sebut.

Dari mana hadirnya cinta dari mata turun ke hati, dari mana datangnya kasih sayang, dari pertemuan antara aku, kamu dan kebahagiaan (cie ilah he he he). Udah kenal, mata melirik turun ke hati, dari hati terus turun ke perut, itu lah jawaban dari pertanyaan kenapa setiap orang yang PDKT di televisi itu makan, apalagi kalau harus turun lagi. 

Nah, lho, udah jangan turun lagi, cukup sampai perut aja, enggak apa-apa kenyang cuman 2 s/d 3 jam, yang penting jangan sampai turun dibawah perut, nanti kenyangnya 9 bulan (he he he, polos ahh). 

Karena keseringan ketemu otomatis buih-buih kasih sayang itu muncul dong, apalagi udah sering jalan bareng (tapi jangan sering-sering takut dijadikan ojek gratis, he he he), sampai-sampai kalau temennya doi menanyakan ke kamu tentang doi, atau kesebut namanya doi, ada sedikit getaran yang menusuk-nusuk di hati, itulah yang disebut getaran elektromagnetik antara kamu sama doi, karena kamu sama doi udah ada magnetnya (he he he).

4.      Kita akan mengikuti kemauan orang yang kita cintai.

Kalau dalam masa PDKT, dia udah mau jemput kesana kemari, tapi bukan ojek online ya, atau sebaliknya kita udah mau nurutin apa kemauan doi, tapi masih batas wajar, berarti benih-benih cinta itu sudah tumbuh. 

Tapi, bukan berarti kita harus menuruti semua keinginan doi, karena kita punya aturan. Emangnya mau kaya galon, habis dianter, pulangnya berisi. Yang pasti kalian bukan galon dan doi juga harus sadar kalau dirinya bukan tukang galon, yang seenaknya bisa ngisi.

Kalau cinta hanya dilandasi dengan komitmen dan ghairah tanpa adanya keakraban, itu hanya cinta buta, karena kita tau komitmen yang dipunyai itu untuk masa depan, dan saat pacaran hanya ada ghairah saja yang ada pada waktu sesaat, sehingga buta.

5.      Kita akan mengungkapkan isi hati kita kepada orang yang kita cintai

Tembak, bukan berarti menggunakan RPG-7 (senjata jenis bazoka), melainkan ditembak menggunakan hati (he he he). 

Kalau kata pepatah lidah itu bagaikan pedang, bisa menyobek siapa saja, tapi dalam pepatah jawa ajining diri ana ing lati(kepribadian atau hati kita itu dilihat dari cara kita berbicara), maka disitulah senjata kita yaitu dengan dengan ucapan.

Ya itu terserah kalian mau ngungkapinnya seperti apa, yang pasti orang yang kita cinta bisa menilai sendiri, apakah kita benar-benar mencintainya atau tidak.