Mohon tunggu...
KHAIFATUN MUN FARIDA
KHAIFATUN MUN FARIDA Mohon Tunggu... hai semuaaa

perkenalkan aku ifa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Resume Sejarah, Kedudukan, dan Fungsi Bahasa Indonesia

28 Oktober 2020   12:02 Diperbarui: 28 Oktober 2020   12:10 61 1 0 Mohon Tunggu...

RESUME SEJARAH, KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

Oleh : KHAIFATUN MUN FARIDA

SEJARAH BAHASA INDONESIA

Rumpun Bahasa dibagi menjadi 4 yaitu :

  • INDOGERMAN : Eropa
  • SEMIT (Ibrani) : Arab
  • ALTAI (Turki) : Jepang
  • AUSTRONESIA : Asia

Bahasa Austronesia Barat(Nusantara) salah satu contoh yaitu Melayu.

Bukti Bahasa Indonesia dari Melayu :

  • Prasasti di Kerajaan Sriwijaya
  • Bahasa Melayu di Zaman Kerajaan Malaka

Peristiwa Pertumbuhan Bahasa Indonesia

Catatan: * ejaan yang tidak sempat disahkan oleh Pemerintah Indonesia

  • Ejaan van Ophyusen 1901
  • - Huruf ï yang berfungsi sebagai huruf i dan juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
  • - Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
  • - Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
  • - Tanda baca, seperti koma ain, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.
  • Sumpah Pemuda 1928
  • Kongres Bahasa Indonesia I di Solo 1938
  • Peresmian Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu 18 Agustus 1945
  • Ejaan Soewandi/Repoeblik 1947
  • - Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
  • - Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
  • - Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
  • - Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
  • Kongres Bahasa Indonesia II di Medan 1954
  • Rancangan Ejaan Pembaharuan 1956*
  • Rancangan Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia) 1961*
  • Ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.
  • Rancangan Ejaan Lembaga Bahasa Kesusastraan (LBK) 1966*
  • Ejaan yang Disempurnakan 17 Agustus 1972
  • - Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia.
  • - Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972.

Hasil perumusan “Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975, antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:

  • lambang kebanggaan nasional,
  • lambang identitas nasional,
  • alat pemersatu masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya, dan
  • alat perhubungan antarbudaya, antardaerah.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN