Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Merumuskan Piagam Magna Charta Digital

9 Juni 2021   12:32 Diperbarui: 9 Juni 2021   12:35 84 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Merumuskan Piagam Magna Charta Digital
Gambar: Ist.

     Kehidupan Inggris sebelum tahun 1215 didominasi kekuasaan absolut raja Inggris yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Untuk itulah pada tahun 1215, piagam Magna Charta diadobsi oleh Inggris untuk membatasi kekuasaan sewenang-wenang raja Inggris.

     Pada tahun 2021, dunia merayakan ulang tahun ke-806 piagam Magna Charta dan 31 tahun usia world wide web (www). Pada awal munculnya, selain membatasi kekuasaan raja Inggris, Magna Charta juga merumuskan hak-hak warga negara. Beberapa rumusan hak-hak warga negara antara lain: tidak seorang pun dapat dimasukkan ke dalam penjara, dirampas hak miliknya dan dicabut hak kewarganegaraannya tanpa keputusan pengadilan.

     Piagam Magna Charta menjadi sumber inspirasi para filsuf zaman sesudah tahun 1215 dalam merefleksikan hak-hak manusia dalam negara, antara lain: filsuf John Locke. Lima ratus tahun setelah Magna Charta dirilis, pada tahun 1776 dirilis juga Virginia Bill of Rights yang merupakan dokumen sebagai hasil revolusi rakyat Amerika Utara terhadap kolonialisme Inggris. The Virginia Bill of Rights berisi kebebasan pribadi manusia terhadap kekuasaan negara, antara lain: hak untuk menikmati hidup, hak bebas dan hak untuk meraih kebahagiaan.

     Setelah The Virginia Bill of Rights, pada tahun yang sama muncul beberapa dokumen penting dunia antara lain: Declaration of Independence (1776) di Amerika Utara dan Dokumen Revolusi Perancis, yaitu: Declaration des droits de l'homme et du citoyen (1789). Puncak dari semua dokumen hak-hak asasi manusia adalah Piagam Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Dokumen UDHR adalah dokumen pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diumumkan pada tahun 1948.

     Ketika Magna Charta memasuki usianya yang ke-806 tahun, manusia saat ini telah memasuki era internet. Era internet mempengaruhi perkembangan semua bidang kehidupan. Dunia politik mengalami serangan perubahan paling serius. Parpol-parpol yang selama ini selalu mendominasi dunia mengalami pengurangan peranan. Era internet memunculkan kekuasaan pada domain publik. Di era internet, raja-raja baru adalah perusahaan teknologi besar yang seringkali bertindak sewenang-wenang. Seperti 806 tahun yang lalu, umat manusia membutuhkan piagam Magna Charta era digital untuk menertibkan kekuasaan sewenang-wenang raja-raja baru, seperti: Google, Microsoft, Apple, dan Facebook. 

     Revolusi digital adalah kekuatan dinamis terbesar di dunia saat ini. Revolusi digital telah memengaruhi segalanya, mulai dari relasi pribadi hingga pergolakan geopolitik. Revolusi digital telah membuat dunia menjadi satu atas cara yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Meskipun dunia menjadi menjadi satu, tetapi pada saat yang sama, dunia patah dan terbelah. Persoalannya ialah adanya faktor Artificial Intelligence (AI) sebagai kecerdasan buatan telah dianggap sebagai kekuatan pendorong perubahan global.

     Giddens mengatakan bahwa evolusi AI telah melewati dua tahap yang berbeda dan telah bergerak ke tahap ketiga. Tahab pertama - dari upaya komputasi perintis Alan Turing selama Perang Dunia II hingga akhir 1980-an - didominasi oleh pemerintah dan akademisi. Tahab kedua, kemunculan Lembah Silikon - "bergerak cepat dan memecahkan banyak hal". Tahab ketiga, yang kini kita masuki telah membuat negara berada di bawah kekuasaan domain publik.

     Terobosan positif dari teknologi digital saat ini ialah konektivitas yang amat besar di antara orang-orang berpikiran sama atau cendekiawan yang tinggal berjauhan. Konektivitas didasarkan pada analisis bigdata dan kenyamanan belanja online.

     Aspek-aspek negatif era digital juga semakin mendalam dan menjadi ancaman terhadap jaringan demokrasi di negara-negara. Gerakan online telah menantang dan menggusur partai-partai politik arus utama di setiap negara. Gerakan online muncul pada saat yang sama dengan apa yang tampak seperti kemajuan dramatis dalam pembelajaran mesin. Kondisi ini mengharuskan pemerintah bersikap prokatif terhadap gelombang baru inovasi AI.

     Menurut Giddens, ada lima prinsip dasar piagam Magna Charta era digital yang dapat dirumuskan, yaitu: Pertama, AI dikembangkan demi kebaikan umum, kedua,  Operasikan AI pada prinsip kejelasan dan keadilan di mana para pengguna harus memahami istilah dan data pribadi digunakan, ketiga, hormatilah hak-hak privasi dan keempat, AI didasarkan pada perubahan yang luas untuk pendidikan di mana pengajaran harus direformasi untuk memanfaatkan sumber daya digital, dan siswa harus belajar keterampilan digital dan perspektif kritis online, kelima, jangan mendapatkan kekuatan otonom untuk melukai, menghancurkan dan menipu manusia.

     Piagam Magna Charta era digital disusun dalam KTT global oleh para pemimpin politik. Sehingga saat kita memasuki revolusi digital 4.0, para pemimpin global telah mengembangkan kerangka kerja untuk pengembangan digital. Kerangka kerja berpijak pada kesadaran bahwa revolusi digital harus memberi manfaat untuk manusia meraih kehidupan menjadi lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x