Mohon tunggu...
Iffah Elazhari
Iffah Elazhari Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Konsep Evaluasi Pembelajaran sebagai Puncak Keberhasilan dalam Pelaksanaan Program BK

4 November 2018   08:15 Diperbarui: 4 November 2018   14:20 2049
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berikut adalah aspek yang harus dinilai baik penilaian proses maupun penilaian hasil yaitu: (1) program dan pelaksanaan harus sesuai, (2) terlaksananya program, (3) hambatan apa saja yang ada, (4) dampak dari layanan terhadap berlangsungnya kegiatan dalam belajar mengajar, (5) respon dari siswa, guru, orang tua, serta masyarakat yang terkait dengan layanan bimbingan, (6) selanjutnya perubahan perkembangan siswa baik dilihat dari sudut pencapaian dari tujuan layanan dari bimbingan atau tugas perkembangan serta hasil dari belajar peserta didik.

Apabila kita melihat dari sifat yang ada pada evaluasi bimbingan konseling yang mana lebih terfokus terhadap penilaian proses, maka bisa menggunakann cara seperti berikut yaitu: (1) mengamati setiap partisipasi maupun aktivitas peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan, (2) mengungkapkan sejumlah pemahaman peserta didik serta pendalaman atas masalah yang dialami oleh peserta didik tersebut, (3) mengungkapkan apa saja kegunaan layanan bagi peserta didik serta perolehan dari hasil aktivitasnya dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan tersebut, kemudian (4) mengungkapkan apa saja minat peserta didik tentang pentingnya kegiatan layanan tersebut lebih lanjut, (5) terus mengamati bagaimana perkembangan peserta didik, (6) menyampaikan kelancaran yang terjadi pada proses serta suasana yang terjadi saat penyelenggaraan kegiatan layanan bimbingan.

Berikutnya berbeda dari hasil evaluasi dalam pengajaran yang secara umum berbentuk skor maupun angka, untuk itu hasil dari evaluasi bk tersebut berbentuk deskripsi yang terkait dengan aspek yang akan di evaluasi. Misalnya, dalam partisipasi serta pemahaman dari peserta didik, kemudian apa yang diperoleh siswa dalam kegiatan layanan, minat peserta didik lebih lanjut, perkembangan siswa, yang diperoleh konselor, adanya komitmen dari setiap pihak yang terkait, kelancaran dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. 

Yang dimaksud dari deskripsi yang sudah dipaparkan tersebut deapat mencerminkan proses kegiatan tersebut sudah sampai mana, sehingga baik layanan pendukung juga memberikan sesuatu yang mungkin berharga bagi kemjuan mutu perkembangan serta memberikan kemudahan terhadap kegiatan layanan bimbingan kepada peserta didik.

Langkah-Langkah dalam mengevaluasi

Dimulai dengan merumuskan masalah serta menyediakan pertanyaan. Karena pada dasarnya tujuan dari evaluasi yaitu untuk mendapatkan instrumen data untuk bisa mengambil keputusan, untuk itu konselor menyiapkan bahan dalam bentuk pertanyaan yang membahas tentang hal yang akan dilaksanakan saat evaluasi. Singkat saja pertanyaan yang terkait yaitu aspek dalam bentuk pokok yang akan di evaluasi. Pertama, dari tingkat ketercapaian program dari aspek proses. Kedua, mencakup tingkat tercapai dari tujuan dasar program dari aspek hasil.

Mengembangkan serta menyusun instrumen data. Dalam mendapatkan instrumen data yang dibutuhkan, yang mana mengenai keterlaksanaan maupun pencapaian program kegiatan layanan tersbut, sehingga konselor mampu menyusun instrumen secara relevan dalam mencakup dua aspek tersebut. Instrumen tersebut bisa berupa angket, inventori, wawancara, observasi, maupun studi dokumentasi.

 mengumpulkan serta menganalisis data. Setelah mendapat data yang dibutuhkan kemudian data tersebut Dianalisis, kemudian menelaah terkait program yang sudah maupun belum terlaksana, serta terkait dengan tujuan yang sudah tercapai maupun belum.

melakukan tindak lanjut. Berdasarkan apa yang telah diperoleh, untuk itu dilakukannya program kegiatan tindak lanjut, meliputi dua kegiatan. 

Pertama, memperbaiki suatu hal yang dirasa lemah, kemudian adanya ketidaktepatan maupun kurang relevan terkait tujuan yang akan dicapai. 

Kedua, mengembangkan kegiatan program, baik menggunakan cara menambah maupun merubah dari beberapa pokok yang dirasa dapat meningkatkan mutu serta keefektivan program tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun