Mohon tunggu...
Indah Sari
Indah Sari Mohon Tunggu... Mahasiswi jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam

Mahasiswi KKN DR UINSU 2020 . Kelompok 07

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Jaga Jarak Dulu, Kelak Kita Bayar Rindu

13 Agustus 2020   22:21 Diperbarui: 13 Agustus 2020   22:15 46 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jaga Jarak Dulu, Kelak Kita Bayar Rindu
Oleh : Indah Sari

Oleh : Indah Sari

Mahasiswi UIN-SU, Kelompok KKN-DR 07

Dosen Pembimbing Lapangan:Dr. Safria Andy, MA

Bumi sekarang digegerkan oleh wabah virus yang tidak kasat mata. Siapa yang tidak kenal dengan virus yang menggemparkan sekarang, yaitu coronavirus. Mengutip dari laman organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Coronavirus adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui dapat menyebabkan penyakit dengan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus  Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.(WHO,2020)

Apakah kalian tahu bahwa Covid-19 merupakan bukti rindu Allah kepada kita?
Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Alquran, "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. 10:57) Katakanlah: 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. 10:58)" (Yunus: 57-58)

Kita memang sedang diuji dengan datangnya Covid-19 yang telah mendunia. Akan tetapi, jangan sampai kalah kita terhadap Covid-19. Virus itu bisa dilawan dengan tetap menjaga kondisi tubuh, menjaga kebersihan, tidak panik, dan bersikap waspada, selalu memakai masker saat bepergian. Tidak berkerumun, tidak kumpul-kumpul dulu, menjaga jarak aman agar memutuskan rantai penyebarannya, dan jangan lupa tetap terus berdoa kepada Allah SWT agar tetap terus diberikan kesehatan.

Akan tetapi, alih-alih sekarang stigma dari masyarakat mengenai Covid-19 tidaklah sesuai apa yang dipikirkan. Masyarakat beranggapan sudah melebihi batas wajar dan tentunya pemikiran-pemirian seperti itu yang harus  diperbaiki.  Masyarakat tidak paham betul mengenai Covid-19. Kurangnya edukasi dan pemahaman yang baik memunculkan asumsi-asumsi yang tidak layak didengar bagi para anak rantau atau orang yang pulang dari luar kota yang ingin balik ke kampung halamannya.

Sesuai dengan himbauan yang telah di sampaikan oleh presiden joko widodo (jokowi) beliau menyampaikan langkah social distancing atau menjaga jarak antar satu dengan yang lain menjadi hal paling penting dilakukan dalam situasi mewabahnya virus corona Covid-19. Serta dengan kondisinya seperti ini demi mencegahnya penyebaran virus corona Covid-19, maka sudah saatnya bekerja di rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah. Hal ini disampaikan melalui pers di Istana Bogor, Jawa barat, Minggu (Liputan6.com, 15/3/2020).

Menyikapi perkembangan informas tersebut, terkait Corona Vitus Disease 2019 (Covid-19) dan juga mengikuti anjuran pemerintah Indonesia dan anjuran Presiden Joko widodo, maka per tanggal 16 Maret 2020 beberapa perusahaan atau instansi mulai menerapkan himbauan bekerja dari rumah (Work from Home) sebagai gerakan social distancing bagi karyawannya. Gerakan tersebut semata-mata untuk mengurangi penyebaran Virus Corona melalui interaksi manusia ke manusia (Utama,2020).

Dilansir dari republika medan, Untuk pertama kalinya seorang pelajar di Sumatra Utara meninggal dunia diduga terpapar virus corona atau Covid-19. Pelajar berinisial WR berumur sekitar 16 tahun meninggal dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.di Rumah Sakit Mitra Medica Tembung, Sabtu, 18 Apr 2020, 22:44 WIB menurut keluarga Awalnya pasien merasakan gejala sakit berupa badan panas dan diare sejak Ahad (14/4), selanjutnya oleh pihak keluarga dibawa berobat jalan. Karena tidak menunjukan tanda-tanda perubahan, WR kemudian dilarikan ke Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di Puskesmas, WR dinyatakan mengalami sakit demam berdarah (DBD). WR kemudian dibawa ke Rumah Sakit Citra Medica. Namun, baru sehari dirawat, korban meninggal dunia.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Deli Serdang dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan Menyebutkan Pemkab sudah bergerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 ini (23/03/2020). Sebelumnya telah dibentuk Gugus Tugas. Dipinta untuk Gugus Tugas bergerak cepat dan selalu mengevaluasi hasil perkembangan situasi yang terjadi. Maka upaya yang dilakukan guna untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di Deli Serdang adalah penyemprotan desinfektan ke lokasi perkantoran maupun tempat umum, menghimbau masyarakat untuk selalu berprilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan atau menggunakan masker, tidak perlu keluar rumah jika tidak dalam keadaan penting karenanya juga harus mengikuti protocol kesehatan dimana harus dilakukan sosial distencing, serta penutupan tempat umum atau tempat wisata yang dikelola oleh Pemkab.(Medan.TribunNews, Lubuk pakam, 23 Maret 2020)

Apa itu distres psikologis?

Distres psikologis merupakan suatu kondisi penderitaan emosional yang ditandai dengan gejala depresi (kehilangan minat, kesedihan, dan keputusasaan) dan kecemasan (tegang dan gelisah). Gejala-gejala tersebut berkaitan dengan gejala somatik (insomnia, sakit kepala, kekurangan energi) yang bervariasi sesuai dengan kultur (Drapeau, Marchand & Beaulieu Prevost:2012).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x