Sosbud

Halal Bihalal Membangun Karakter Bangsa

30 Juni 2018   06:46 Diperbarui: 30 Juni 2018   08:20 249 0 0

Gema takbir begitu membahana , memenuhi setiap sudut kota pelosok desa  pinggiran pantai dan di tempat tempat lainnya. Seluruh umat muslim berduyun duyun menuju masjid masjid dan tanah lapang yang terdekat untuk segera menunaikan sholat Idul Fitri secara berjamaah.

Usai sholat Id , yang tidak kalah pentingnya mereka segera berhalal bihalal dengan keluarga terdekat , tetangga dan sanak saudara.

Alangkah indahnya menyaksikan pemandangan ini di mana kita semua tanpa rasa ragu dan merasa rendah mengakui kesalahan kita dan memohon maaf pada sesama.

Pada hari itu sang anak bersimpuh di kaki kedua orang tua, persaudaraan yang sedang dalam dilema pertikaian jadi membaik , perseteruan dengan tetangga terhapuskan , pertemanan yang bermasalah cair sudah , kesalahfahaman dengan teman sejawat sirna , sungguh indah di hari itu. Dimana semua orang mengaku dirinya bersalah.

Apabila kita turun ke jalan Raya kita jumpai orang berlalu lalang , baik dengan berjalan kaki ataupun mengendarai kendaraan hanya untuk bersilaturrahmi mengahantarkan kata maaf.

Hebatnya kegiatan seperti ini berjalan mengalir begitu saja tanpa ada yang mengkomando atau memerintah dari pihak manapun juga , karena halal bihalal ini telah menjadi budaya dan karakter kita bangsa indonesia.

Halal bihalal adalah tradisi yang di wariskan nenek moyang kita bangsa Indonesia. Apabila kita mencari di belahan bumi manapun tidak akan kita temukan tradisi halal bihalal seperti yang ada di negara kita.  

Dapat kita lihat bersama bahwa halal bihalal merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dalam membangun karakter sebuah bangsa . Bagaimana tidak , setelah kita berhalal bihalal, bersalam salaman saling maaf memaafkan diantara kita ada pengaruh positif yang  besar  dalam diri kita masing masing , yakni kelonggaran ketenangan dan ketentraman bersemayam dalam jiwa kita.

Kita telah meruntuhkan keegoisan, kemarahan dan membangun kembali silaturrahmi yang baik diantara kita. Betapa hal ini sangat membawa dampak yang baik bagi kita semua di semua kalangan.

Dikalangan pendidikan, perkantoran, perkumpulan, lingkungan kerja  dan masyarakat apabila memulai aktifitas setelah libur idul fitri akan di awali dengan acara halal bihalal terlebih dahulu.

Di kalangan pendidikan hal ini menjadi uswah dan pembelajaran yang baik dalam membangun karakter generasi muda bahwa halal bihalal dapat menjadi sarana dalam memperbaiki hubungan pergaulan, menekan egoisme dan membangun kasih sayang sesama teman , serta memberikan penghormatan kepada orang tua dan bapak ibu guru.

Dikalangan perkumpulan dan lingkungan kerja, halal bihalal ini selain memperbaiki silaturrahmi juga mempererat persaudaraan demi menciptakan kebersamaan.

Maka jika tradisi halal bihalal ini kita jaga kelestariannya sebagai bagian budaya kita bersama  otomatis dapat mejadi alat pembangun karakter bangsa yang saling menjaga, memaafkan dan berkasih sayang yang akan membangun kebersamaan dalam memupuk  rasa persatuan dan kesatuan sebuah bangsa.