Mohon tunggu...
Alfina Hikmah Ramadhan
Alfina Hikmah Ramadhan Mohon Tunggu... Mahasiswa - She/Her

3th year ungraduate student at Maulana Malik Ibrahim State Islamic University in Malang, majoring in Management. Passionate about social issues, art and designing. Actively involved with student organizations and happy to be a drawing teacher. I spend my time learning by doing volunteering activity, and discuss about education and mental health.

Selanjutnya

Tutup

Money

Berpikir Kritis, Analisa dan Dunia Kerja

7 Desember 2021   18:49 Diperbarui: 8 Desember 2021   07:25 154
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berpikir kritis 

Dalam setiap aspek kehidupan kita dihadapkan untuk selalu bisa mengkritisi segala hal, seringkali dimulai dalam bentuk yang sederhana. Seperti pertanyaan, mengapa jika manusia bersedih dapat mengeluarkan air mata? mengapa matahari pada siang hari terasa sangat panas , sampai mengapa manusia memerlukan minum dalam hidupnya? Jadi dapat disimpulkan bahwa berpikir secara kritis merupakan sebuah hal yang sudah sangat umum.

Namun seringkali masyarakat umum mengasumsikan bahwa berpikir secara kritis identik dengan hal-hal yang berbau rumit padahal kemampuan ini bisa dilatih mulai dari hal-hal yang sangat sederhana. Adapun demikian masyarakat kita masih belum aware terhadap manfaat dari berpikiran secara kritis. Fakta ini dapat didukung dengan kurangnya lembaga-lembaga penting dalam masyarakat mensosialisasikan mengenai hal ini.

Dalam artikel IDN Times, berpikir penting merupakan alat penting untuk kita dapat lebih realistis serta tenang dalam menghadapi situasi yang rumit. Pentingnya untuk melatih kemampuan ini dapat dilihat pada era ini. Pada saat ini kita dianugerahi untuk dapat mengakses informasi lebih mudah dan cepat namun, terdapat dampak buruk yang dapat kita rasakan secara langsung yakni semakin sulit untuk dapat memfilter berita. Karena semakin sulit maka, banyak dari masyarakat kita terjebak oleh hoax-hoax atau berita palsu.

Salah satu bentuk pencegahan yang paling dasar adalah melatih kemampuan diri untuk berpikir secara logis dengan melatihnya dengan menjadi seorang yang kritis. Dalam artikel IDN Times menyebutkan terdapat 6 manfaat yang dapat kamu rasakan dengan melatih diri untuk berpikir kritis.

1.       Melatih daya berpikir secara kreatif

2.       Paham dengan permasalahan yang sebenarnya

3.       Lebih tenang dan tidak mudah terprovokasi

4.       Memecahkan masalah dengan baik

5.       Terhindar dari hoax

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun