Mohon tunggu...
Agung Setiawan
Agung Setiawan Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Pribadi yang ingin memaknai hidup dan membagikannya. http://fransalchemist.com/ | @fransalchemist | fransalchemist@gmail.com "To love another person, is to see the face of God."

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sesungguhnya, Sejak Awal Salib Memang Sudah Hina

18 Agustus 2019   15:03 Diperbarui: 18 Agustus 2019   23:07 0 25 8 Mohon Tunggu...
Sesungguhnya, Sejak Awal Salib Memang Sudah Hina
Dok. Tribunnews

Jagat media sosial dihebohkan oleh ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung umat kristen, baik Protestan maupun Katolik. Salib yang begitu dihormati oleh umat kristen menjadi bahan olok-oloknya, bahkan dianggap tempat bersemayamnya jin kafir.

Awalnya saya tidak tahu tentang kisah viral ini. Pada 17 Agustus 2019, saya mengecek Instagram. Di laman Ustadz Permadi Arya alias Abu Janda, saya membaca "Saya cuma ingin angkat topi salut buat kalian umat Nasrani. Dirgahayu Indonesia ke-74." Di postingan selanjutya ia mengatakan, "Wahai umat Kristiani, maafkan saudara kami yg belum memahami hakikat agama, masih meyakini Tuhan Maha Melaknat, Tuhan Maha Membenci, Tuhan Maha Memerangi. Akibat belum memahami hakikat tertinggi agama.. yakni: Puncak Agama adalah Cinta. Tuhan Maha Mencintai, Tuhan Maha Asyik, Tuhan Maha Santuy. Dirgahayu Indonesia ke-74."

Kontan saya bertanya, "Emang ada apa sih?" Barulah saya tahu, postingan Permadi terkait dengan pelecehan UAS terhadap salib yang mendapat tempat istimewa dalam kehidupan kristiani. Mau tidak mau, saya mencari video yang menampilkan ceramah UAS itu.

Sejujurnya, saya marah saat mendengar pernyataan-pernyataan UAS. Namun hanya sesaat, selebihnya saya merasa kasihan. Hari gini masih ada orang yang berpikiran sempit, menganggap diri paling benar dan merendahkan pihak lain, serta mengikat pengikutnya dengan menyebar kebencian.

Saya lega bahwa ada banyak pihak yang memberi dukungan pada umat kristen. Salah satunya adalah Permadi. Dari beberapa netizen yang mengomentari postingan Permadi, saya semakin sadar bahwa UAS hanya kerikil dalam perjuangan memerdekan Indonesia dari perilaku SARA. Bahkan tidak sedikit yang menunjukkan kekagumannya pada kami umat kristen yang bisa sabar, tidak tertarik untuk "ribut", bahkan mampu menjadikan peristiwa ini untuk memperdalam iman.

Menurut saya, umat kristen bisa bersikap demikian pertama-tama karena keteladan Tuhan Yesus sendiri. Ia begitu konsisten memperkenalkan dan mempraktikkan keutaman cinta kasih sampai pada titik penghabisan. CintaNya pada manusia membawa dia mati tragis di kayu salib. PesanNya pada kami para pengikutnya adalah meneruskan ajaran dan praktik hidup mengasihi Tuhan dan sesama. Cinta kita pada Tuhan harus sejalan dengan perilaku penuh kasih pada sesama.

Orang pertama dan utama yang menjalankan perintah Yesus ini tidak lain adalah Bunda Maria, ibuNya. Maria adalah anggota Gereja yang pertama, yang hidup mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan dengan sempurna, sehingga rencana Tuhan dapat terlaksana. Oleh ketaatan dan persetujuan Maria-lah, Allah dapat mengutus Kristus PuteraNya ke dunia. 

Cinta Bunda Maria pada Yesus sangat besar. Ia menerima Yesus dari awal walau ia tahu ada banyak risiko yang dihadapinya. Ketaantannya pada perintah Tuhan, membuatnya harus menerima bahwa dirinya mengandung Yesus tanpa suami dan tidak dari hubungan badan. Walau hatinya bingung dan penuh keraguan, toh Maria menerimanya dengan penuh iklas.

Yesus lahir dan besar dengan penuh kasih sayang dari Maria dan Yosef. Ia dijaga dan dididik dengan baik. Itulah mengapa Maria dan suaminya begitu gusar saat Yesus hilang di tengah perjalanan pulang dari sensus penduduk. Mereka pun kembali ke Yerusalem demi Yesus, suatu perjalanan jauh yang tidak mudah. Ternyata Yesus yang saat itu berumur 12 tahun sedang berada di Bait Allah bersama para guru. Melihat orang tuanya cemas, Yesus malah berkata, "Mengapa kamu mencari Aku?"

Pada umum 30 tahun Yesus keluar rumah untuk mengajar dan mengumpulkan murid. Tiga tahun berikutnya terjadilah tragedi. Singkat cerita keberadaan Yesus dengan ajaran dan kelompok muridnya membuat gerah tokoh umat dan agama Yahudi. Yesus pun dituduh menista Tuhan, diadili, dan akhirnya dihukum mati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x