KPSI, Belajarlah Kepada Foke/Nara dan ABBA "The Winner Takes It All"

23 September 2012 22:56:35 Dibaca :
KPSI, Belajarlah Kepada Foke/Nara dan ABBA "The Winner Takes It All"

abba‑winner‑takes‑it‑all.blog.voyou.org

ABBA LYRICS

"The Winner Takes It All" I don't wanna talk About the things we've gone through Though it's hurting me Now it's history I've played all my cards And that's what you've done too Nothing more to say No more ace to playThe winner takes it all The loser's standing small Beside the victory That's a destiny I was in your arms Thinking I belonged there I figured it made sense Building me a fence Building me a home Thinking I'd be strong there But I was a fool Playing by the rules The gods may throw a dice Their minds as cold as ice And someone way down here Loses someone dear The winner takes it all The loser has to fall It's simple and it's plain Why should I complain. But tell me does she kiss Like I used to kiss you? Does it feel the same When she calls your name? Somewhere deep inside You must know I miss you But what can I say Rules must be obeyed The judges will decide The likes of me abide Spectators of the show Always stay in love The game is on again A lover or a friend A big thing or a small The winner takes it all I don't wanna talk If it makes you feel sad And I understand You've come to shake my hand I apologize If it makes you feel bad Seeing me so tense No self-confidence But you see The winner takes it all The winner takes it all...

.

Hidup adalah pilihan, dan hidup adalah perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Setiap pilihan dan perjuangan pastilah ada cerita sukses dan kegagalan.

Setiap manusia pasti ada angan angan dan keinginan yang selalu menggoda manusia untuk berbuat yang menurutnya benar dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Sementara begitu banyak kendala yang melingkupinya, maka manusia butuh berjuang untuk mewujudkannya.

Selain dirinya juga ada manusia lain, yang juga memiliki keinginan yang sama, maka berebutlah mereka dengan segala perjuangannya, untuk meraih keinginan dengan mengalahkan pesaing yang akan menggagalkan keinginannya.

Seperti kemarin terjadi perebutan posisi DKI I, yang menghasilkan berhadapan dua pasangan yang hanya memperebutkan satu tempat yang sama, sebagai Gubernur DKI. Dengan mekanisme dan tata cara dan tata laksana yang disepakati oleh semua pihak, maka digelarlah Pemilu di Jakarta.

Dua pasangan dengan Timsesnya berupaya, dan masing2 berusaha dengan segala cara yang dimilikinya untuk bisa meraih sebanyak banyaknya sympati dan dukungan warga Jakarta untuk memilihnya. Dengan tawaran Program dan solusi pemecahan masalah DKI. Tentu dalam persaingan itu ada aturan dan tata cara yang harus diikuti dan dipatuhi, sebagai pembatas permainan yang didasarkan atas semangat kebersamaan dalam meraih posisi terbaik dan memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya.

Masyarakat telah memilih, dengan usainya pencoblosan di TPS2 tgl 20 september kemarin, dan ditengerai dengan quick count, hanya dalam hitungan jam telah bisa di perkirakan kemenangan ada dipihak Jokowi/Ahok. Maka dengan penuh legowo dan lega, Foke/Nara memberikan selamat kepada Jokowi, karena terlihat kemungkinan besar memang penghitungannya tidak jauh dari hasil yang ada, dengan kondisi Pemilu yang tidak mengalami kendala apapun, lancar dan baik.

Maka Pengakuan yang tulus dengan legowo, dari seorang Foke/Nara, merupakan sumbangan yang luar biasa terhadap kehidupan Demokrasi kita, artinya semua yang diusahakannya ternyata menemui kekalahan dihadapan masyarakat DKI,

Oleh karena tidak ada satupun program Foke yang harus dan wajib dipakai dan digunakan oleh Jokowi, sebaiknya konsentrasi Jokowi bukan mengakomodasi kepentingan dan program Foke, tetapi konsentrasinya adalah bagaimana jokowi/Ahok, memenuhi janji dan Program yang jelas2 telah dipilih dan diterima masyarakatnya dengan dipilihnya dirinya sebgai Gubernur DKI.

Kondisi ini mengingatkan saya kepada lagu yang sempat terkenal diseluruh dunia yang digubah, dinyanyikan dan dipopulerkan oleh kelompok Musik ABBA, dengan judul " The Winner Take it All " . Lagu ini menceritakan tentang legowonya seorang wanita yang merasa kalah bersaing dengan gadis yang lain, karena orang yang dicintainya telah memilih orang lain sebagai kekasihnya.

Ada beberapa bait yang sangat menyentuh, dan memberikan gambaran ketegaran seorang Wanita yang ikhlas menerima keadaan, yang memang harus diterima dengan kekalahannya, tanpa harus merasa terlempar harga dirinya, walau tetap terasa kecewa cintanya tak diterima, bahwa dianya lebih memilih kepada yang lain sebagai kekasihnya.

The winner takes it all The loser has to fall It's simple and it's plain Why should I complain.

Kalau itu memang sudah menjadi takdir Tuhan, kenapa mesti aku permasalahkan, Biarkanlah waktu berlalu dan tak perlu dibicarakan lagi, yang sudah terjadi itu, hanyalah sejarah dan perjalanan hidup ini, walau tetap saja aku rindu kepadamu, dan semua adalah milik pemenang, Yang kalah mesti menyingkir, sederhana dan biasa, kenapa aku harus menggugat.

Cobalah KPSI dkk, belajar untuk bisa seperti Foke/Nara, yang dengan legowo dan tegar, mengakui kemenangan lawannya, memberi selamat dan memberi jalan Demokrasi, menghentikan semua upaya gugatan anak buahnya, menghentikan pertikaian yang tak menggambarkan seorang demokrat sejati.

Demikian juga KPSI dkk, belajarlah untuk menerima kekalahan dengan legowo, seperti yang disitir oleh ABBA dengan lagu yang demikian baik, dan yang menggambarkan ketegaran atas takdir yang diterimanya sebagai suatu kenyataan hidup yang harus diterima. menurutnya sederhana dan biasa, didalam kehidupan, Persaingan selalu ada pemenang, dan pemenanglah yang mengambil semuanya. Pecundang harus menerima kenyataan yang ada, walau hancur hatinya dan jatuh harga dirinya.

Berikan jalan yang lapang, berikan atmosphere yang kondusif agar semua berjalan apa adanya sesuai dengan apa yang harus berjalan. tanpa ada hambatan karena perseteruan yang seharusnya tak perlu ada.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta 24 September 2012

.

Zen Muttaqin

.

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?