NORMEX, Alat Ekstraksi Pigmen Antosianin dengan Teknologi Hyper Electric Pulse Karya Mahasiswa UB

18 Mei 2017   06:59 Diperbarui: 18 Mei 2017   12:56 73 0 0
NORMEX, Alat Ekstraksi Pigmen Antosianin dengan Teknologi Hyper Electric Pulse Karya Mahasiswa UB
Tim NORMEX saat mengikuti expo nasional SIENTESA UB|Dokumentasi pribadi

Pewarna makanan merupakan bahan tambahan yang digunakan oleh industri pangan untuk meningkatkan penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Menurut BPOM RI tahun 2012, hampir 90% industri pangan di Indonesia menggunakan pewarna sintetis. Padahal Departemen Kesehatan RI tahun 2012 mengungkapkan bahwa penggunaan pewarna sintetis pada makanan dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan reaksi alergi, hiperaktif pada anak, serta dapat memicu timbulnya kanker. Salah satu zat pewarna sintetis yang sering digunakan adalah RhodaminB. 

Zat pewarna tersebut dilarang penggunaannya pada produk-produk pangan karena umum digunakan sebagai pewarna tekstil yang seharusnya tidak boleh ditambahkan pada bahan pangan. Sampai saat ini aplikasi zat pewarna alami belum banyak diterapkan baik oleh masyarakat maupun produsen. Hal ini dikarenakan rendemen yang dihasilkan rendah, teknologi yang kurang praktis karena menggunakan energi yang tinggi serta kualitas yang didapatkan kurang baik. Hal ini mendorong mahasiswa UB untuk menciptakan alat ekstraksi pigmen antosianin bernama NORMEX.

Lima orang mahasiswa Universitas Brawijaya yang membuat NORMEX (Non-Thermal Pigment Extractor) adalah Rismoyo Nahri Filanto (FTP 2015), Bagus Wisnu (FTP 2014), Yuni Puspitasari (FTP 2014), Faidiatul Andika Nuriah (FTP 2014) dan Aldilah Daydeva (FTP 2014) dengan dosen pembimbing Angky Wahyu Putranto, STP., MP.

Alat ini menggunakan teknologi denyut pendek pulsa listrik tegangan tinggi berbasis Hyper Electric Pulse dan dikombinasikan dengan coaxial treatment chamber. Hyper Electric Pulse merupakan teknologi yang melibatkan aplikasi denyut pendek berulang medan listrik melalui bahan yang diletakkan diantara dua elektroda. Teknologi ini memiliki keunggulan diantaranya tanpa menggunakan panas sehingga mencegah pigmen terdegradasi, waktu ekstraksi yang singkat karena hanya dalam hitungan detik, dan energi yang digunakan rendah.

NORMEX (Non-Thermal Pigment Extractor) dengan Teknologi HEP|Dokumentasi pribadi
NORMEX (Non-Thermal Pigment Extractor) dengan Teknologi HEP|Dokumentasi pribadi

“Secara teori, prinsip dari teknologi Hyper Electric Pulse yaitu mengalirkan arus listrik ke coaxial treatment chamber dimana arus listrik akan menyebar dan menyebabkan pori-pori membran sel bahan akan terbuka sehingga pigmen dapat terekstrak sempurna. Selain itu, proses ini tanpa menggunakan panas sehingga dapat meminimalisir kerusakan pada pigmen antosianin,” ujar Rismoyo ketua Tim NORMEX.

“Pemilihan untuk menciptakan alat ekstraksi pigmen antosianin karena sifat pigmen antosianin mudah larut kedalam air sehingga menjadikan pigmen antosianin sebagai bahan alam yang banyak digunakan untuk dikonsumsi karena mudah diserap oleh tubuh, dan memiliki kemampuan menangkap radikal bebas dan aktivitas antioksidan yang tinggi serta menunjukkan efek penghambatan terhadap pertumbuhan beberapa sel kanker,” ujar Faidiatul anggota Tim NORMEX.

Setelah melakukan pengujian hasil, tim akan melakukan penstabilan terhadap tegangan dan sistem kontrol alat untuk meningkatkan performansi. Menurut kelompok mahasiswa ini, NORMEX dibuat untuk mengembangkan teknologi dibidang produksi pigmen kaya antioksidan alami dan untuk saat ini difokuskan untuk pigmen antosianin dengan teknologi Hyper Electric Pulse. Harapannya, dengan teknologi non-thermal HEP (Hyper Electric Pulse) dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam upaya mewujudkan Gerakan Keamanan Pangan Nasional tahun 2030.