Rizal Amri
Rizal Amri

Pengamat barang kerajinan dan rajin mengamati peristiwa politik

Selanjutnya

Tutup

Politik featured

Kuota Haji Bertambah; Jokowi Girang, Lukman Meriang

14 September 2015   10:34 Diperbarui: 3 Maret 2017   06:01 10506 0 9
Masid Al-Haram - kompas.com

Pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud di Jeddah, Sabtu (12/9), menghasilkan kesepakatan penambahan kuota jemaah haji bagi Indonesia sebanyak 10 ribu orang.

“Tentunya tambahan 10 ribu ini sangat berarti, walau sesungguhnya kami (pemerintah RI) ingin (jumlah jemaah asal Indonesia) kembali sebesar 211 ribu jamaah,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ikut dalam pertemuan tersebut, dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini kuota haji bagi Indonesia ialah 168 ribu orang. Dengan penambahan kuota 10 ribu, maka mulai tahun depan Indonesia dapat memberangkatkan 178 ribu orang untuk beribadah haji.

Penambahan kuota haji ini juga membuat riang gembira Presiden Jokowi, melalui twitter dia mengungkapkan keberhasilannya itu.

Capture akun twitter Presiden Jokowi - sumber ilustrasi

Wajar Pak Jokowi sumringah dengan hasil lobinya itu, kuota haji menjadi sesuatu yang sangat penting bagi Presiden yang memimpin negeri berpenduduk muslim terbesar ini. Agama Islam mewajibkan kepada pemeluknya untuk menunaikan ibadah haji jika mampu. Sementara itu, saat ini seseorang yang mendaftar haji harus menunggu dan baru bisa mewujudkan niatnya itu hingga belasan tahun kemudian karena panjangnya antrean.

Sayangnya Pak Jokowi tidak mendapat informasi yang lengkap tentang historikal pengurangan kuota jamaah haji Indonesia dan janji yang pernah dilontarkan pemerintah Arab Saudi.

Dari tahun ke tahun, terentang sejak 1.400 tahun lalu, jumlah jemaah haji dari berbagai penjuru dunia yang terus bertambah. Akibatnya Masjidl Haram, Mekkah, terus diperluas untuk meningkatkan kapasitasnya demi mengantisispasi penambahan jumlah jemaah haji di masa depan. Modernisasi besar-besaran mesjid terbesar di dunia itu telah dimulai sejak pertengahan abad 20.

Pada tahun 2013, masjidil Haram hendak diperluas 400 ribu meter persegi untuk menampung lebih banyak jemaah. Pemerintah Saudi menargetkan mesjid ini mampu menampung 2,2 juta orang. Kerajaan Arab Saudi lalu membatasi kuota haji dari berbagai negara sehubungan dengan proyek pembangunan dan perluasan Masjidil Haram itu. Akibatnya, jumlah kuota haji Indonesia yang pada tahun 2013 mencapai 211 ribu orang dipangkas 20 persen hingga tinggal mencapai 168,5 ribu saja.

Kebijakan pengurangan kuota itu menyebabkan daftar tunggu jamaah haji Indonesia juga semakin besar. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai sekitar 1,4 juta. Para calon jamaah haji itu harus menunggu 5-20 tahun agar bisa melaksanakan ibadah haji. Namun pemerintah Arab Saudi pernah memberikan kabar gembira bahwa mulai tahun 2016 kuota haji Indonesia akan dikembalikan lagi ke jumlah semula. Bahkan akan ditambah lagi seiring bertambahnya penduduk Indonesia.

"Tahun ini merupakan pengurangan terakhir ibadah haji, insya Allah 2016 jumlah haji Indonesia kembali sekitar 211 ribu, seperti semula, dan kita akan pertimbangkan adanya pertambahan kuota sesuai dengan jumlah penambahan penduduk di Indonesia," demikian kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim Al-Mubarak dalam wawancara khusus dengan merdeka.com di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (6/7) kemarin.

Berarti memungkinkan jamaah haji Indonesia lebih dari 211 ribu, atau bahkan bisa 220 ribu misalnya? "Bisa, akan bertambah," jawab Musthafa singkat.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin tampaknya kurang puas dengan hasil lobi Presiden Jokowi itu, namun hanya bisa pasrah.

“Tentunya, tambahan 10 ribu jamaah ini sangat berarti, walaupun kita ingin bisa kembali sebesar 211 ribu jamaah,” ujar mantan wakil ketua MPR itu.

Apalagi Menag sebelumnya optimis kuota haji Indonesia bisa kembali normal dan terlanjur telah menyampaikan kabar gembira itu kepada para penyelenggara haji.

"Dengan kuota haji kembali normal diharapkan mengurangi daftar tunggu haji reguler maupun haji plus (khusus) yang selama ini sudah panjang. Menteri Agama sudah menegaskan kuota haji Indonesia akan kembali normal pada penyelenggaraan ibadah haji tahun depan atau tahun 1437 H/2016. Raja dan jajaran pemerintah Arab Saudi berkomitmen untuk menuntaskan perluasan Masjidilharam sebelum musim haji tahun depan," kata Ketua Dewan Penasihat Himpunan Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Rustam Sumarna, di Khalifah Tour Jln. Cisangkuy, Rabu (19/8/2015).

Hal sama juga dikatakan Direktur Utama Safari Suci Nono Darsono, Direktur Qiblat Tour Wawan R. Misbach, dan Direktur Amwa Tour M. Zainuddin.

"Perluasan Masjidil haram khususnya pada tempat tawaf (mathaf) sehingga tempat tawaf yang saat ini hanya mampu menampung 48 ribu jamaah per jam, tahun depan akan menjadi 150 ribu jemaah per jam. Perluasan itu demi untuk kenyamanan jamaah,” ujar Rustam.

Zainuddin pengusaha travel lainnya, menyambut baik kabar gembira dari Lukman bahwa kuota haji Indonesia kembali normal yakni menjadi 211.000 pada musim haji tahun 2016.

"Hal ini menjadi kabar gembira bagi kaum Muslimin yang sudah masuk daftar tunggu sehingga masa tunggunya lebih singkat," ucapnya

Para pengusaha di bidang wisata religi itu telah membayangkan peluang bisnis jika kuota jemaah haji Indonesia bertambah atau minimal kembali normal yakni sejumlah 211.000 orang, yang mana terdiri atas 194.000 kuota jemaah haji reguler dan 17.000 kuota jemaah haji khusus.

Seandainya Presiden Jokowi menyadari bahwa pemerintah Arab Saudi telah ingkar janji, tentulah ia akan menemani Lukman dalam kesedihannya. Jokowi tentu tidak akan menganggap penambahan kuota menjadi 178 ribu itu, sebagai sebuah prestasi.

 

Referensi bacaan 1

Referensi bacaan 2