Melatih Daya Ingat Anak

31 Januari 2011 02:24:43 Dibaca :
Melatih Daya Ingat Anak

Melatih Daya Ingat AnakHari ini, Senin 31 Januari 2011, saya diminta kembali untuk menjelaskan tentang melatih daya ingat anak di radio RRI 91,2 2 FM pada pukul 10.15 s.d. 11.00 WIB dalam acara analeksa.

Materi yang diminta mereka adalah melatih daya ingat anak. Saya pun langsung mencarinya kembali di internet. Dari pencarian di google, banyak sekali artikel yang menuliskan tentang bagaimana melatih daya ingat anak.

Bersama ini saya salinkan hasil dari pencarian di internet tentang melatih daya ingat anak. Semoga bermanfaat. Bagi anda yang sempat mendengarkan suara saya di radio, semoga kita dapat langsung berdiskusi secara on air di RRI 91,2 FM. Sampai ketemu di udara ya!!!.

MELATIH DAYA INGAT ANAK

Menurut M Nur Ridwan dalam facebooknya, Otak yg berkembang maksimal memiliki daya ingat yang baik dan kuat. Tetapi hal tersebut hanya dapat dicapai dengan latihan rutin di bawah pengawasan orang tuanya.

Dalam belajar biarkan anak mencari dan menemukan apa yang di inginkan anak. Dengan begitu kita hanya mengarahkan dan membimbingnya saja. Anak akan selalu ingat apa yang pernah dia ingat dan temukan

Ada beberapa cara dalam melatih daya ingat anak, di antaranya adalah :

1. Memberikan rutinitas Salah satu contoh : ucapkan "selamat pagi" di saat anak baru bangun. Karena kebiasaan sederhana tersebut akan dapat menggerakkan neuron-neuron yang menghubungkan kembali sinaps-sinaps dalam otak anak. Aktivitas berulang - ulang akan membantu otak memperkuat hubungan sel-sel otak yang ada, dan membuat hubungan yang baru lagi.

2. Menyanyikan lagu. Mendendangkan sebuah lagu gembira dapat membantu meningkatkan daya ingat anak, karena otak akan menanggapi dengan mengirimkan zat kimia dan getaran listrik ke sinaps-sinaps. Lagu yang anda nyanyikan akan diingat oleh anak. 3. Bercerita Menuturkan kisah atau membacakan sebuah buku cerita yang mendidik, akan membawa si anak ke dalam proses informasi dan imajinasi. Dengan teknik bercerita yang menarik dan di dasari oleh teknik suara dan intonasi serta gerakan, akan membuat proses informasi dan daya ingat menjadi lebih mudah.

4. Bebas Bermain Melalui bermain bebas, anak - anak akan berinteraksi dengan temannya. Saat berkomunikasi, mendengar dan menggunakan kata2, neuron2 dalam otak akan membuat banyak hubungan sel otak yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan daya ingat anak.Tetapi tetap harus dalam pengawasan kita sebagai orang tua.

Kreatif Melatih Daya Ingat Anak

Dalam kompas.com dituliskan bahwa kemampuan untuk mengingat sangat penting dilatih sejak balita guna mempersiapkan  dirinya untuk memasuki jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi. Dengan kemampuan mengingat yang baik, anak akan lebih mudah menangkap, memahami, dan menerima pelajaran di sekolah nanti. Daya ingat juga berguna untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri anak.

Untuk melatih daya ingat anak yang baik, Anda bisa menggunakan berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana, kemudian Anda bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan perkembangan anak.

Berikut beberapa permainan dan stimulasi yang bisa Anda terapkan di rumah untuk melatih daya ingat anak.

1.  Tebak gambar : merupakan bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya ingat. Melalui permainan ini, anak terpacu untuk mengingat gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, Anda siapkan gambar berpasangan sesuai dengan tema yang Anda pilih (misalnya piring-gelas, buku-pensil). Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya, kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.

2.  Permainan mencari perbedaan. Permainan ini bertujuan untuk merangsang anak membedakan gambar yang satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan tanda di masing-masing tempat.

3.   Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah mendongeng pada saat menjelang anak tidur dan bacakan dengan intonasi yang bervariasi mengikuti karakter dalam dongeng tersebut agar anak tertarik. Di tengah-tengah cerita, Anda bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh yang telah Anda sebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang telah Anda bacakan. Bila anak tidak mampu, Anda bisa membantunya dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.

Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata positif padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa.

Melatih Daya Ingat Anak

Kemampuan mengingat merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan anak. Seringkali daya ingat pada anak dijadikan tolak ukur kecerdasan, selain daya nalar dan kosentrasi. Sejak dilahirkan anak memiliki 100 miliyar dan satu triliun sel glia, jika jumlah sel tersebut dioptimalkan maka kemampuan daya ingat pada anak akan meningkat..

Kemampuan daya ingat pada anak dapat dioptimalkan dengan melakukan stimulasi-stimulasi yang tepat. Stimulasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti bernyanyi, bermain, bercerita dan berkomunikasi.

Daya ingat erat kaitannya dengan memori yaitu tempat informasi dikumpulkan. Informasi ini dapat diperoleh dari indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, dan penciuman. Untuk mempertahankan informasi didalam memori ada berbagai cara yang dapat dilakukan yaitu : 1. Pengulangan

Ulangi dan ulangi lagi sampai anak benar-benar menguasai. Inilah kunci yang paling utama dalam meningkatkan daya ingat pada anak. Anak yang setiap tidur kita nyanyikan lagu nina bobo pasti akan lebih mengingat lagu tersebut dibandingkan dengan anak yang hanya mendengarkannya sesekali saja. Sampaikan informasi yang ingin kita sampaikan berulangkali, karena ini akan tertanam didalam memorinya dalam jangka waktu yang panjang.

2. Pembiasaan

Seperti kata pepatah " Alah bisa karena biasa", ini juga merupakan hal yang penting dalam meningkatkan daya ingat pada anak. Jangan bosan mengajarkan pembiasaan pada anak. Misalnya, setiap diberikan sesuatu oleh orang lain ajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih. Ingatkan selalu dengan menanyakan kembali kepadanya. Contohnya saat ada temannya yang memberikannya makanan, tanyakan padanya "Ayo adek....bilang apa sama temannya...?" Lakukan selalu dan ini akan terus melekat didalam ingatan anak hingga ia dewasa kelak.

3. Berikan pemahaman

Anak yang tidak paham akan apa yang didengarnya tentu saja akan sulit menerima informasi tersebut, apalagi untuk mengingatnya. Dengan menghafal saja informasi ini akan mudah hilang dari ingatannya. Jadi sebelum memberitahukan sesuatu kepada anak, pastikan anak paham akan apa yang diterimanya, karena jika tidak paham akan baginya untuk mengaplikasikan dan mengkaitkannya dengan informasi baru.

4. Berikan motivasi

Berikan motivasi dengan pujian dan dorongan yang positif untuk menambah kepercayaan diri pada anak bahwa ia mampu melakukannya. Berikan pujian setiap kali melakukan kegiatan menstimulasi daya ingat anak walaupun anak kurang berhasil melakukannya. Tunjukkan rasa sayang anda pada anak, sehingga ia akan selalu merasa optimis dan percaya diri.

5. Mencatat

Mungkin anda pernah mengalaminya, saat anak anda tiba-tiba lupa akan apa yang harus dibelinya ke warung ketika anda minta tolong dibelikan sesuatu. Ini terjadi karena kemampuan daya ingat jangka pendek pada manusia terbatas. Maka dari itu tidak ada salahnya memberikan catatan untuk lebih mempermudahnya dalam mengingat.

Dengan menstimulasi daya ingat pada anak, akan banyak manfaat yang dapat kita peroleh yaitu:

1. Dapat meningkatkan kosentrasi Dengan mengingat anak harus memusatkan perhatiannya pada sesuatu objek yang ingin diingatnya. Semakin banyak ia mengingat maka akan semakin baik kosentrasinya.

2. Semakin diasah kemampuan mengingat, semakin besar memori yang disediakan otak untuk menyimpan informasi. Anak terlatih untuk menyimpan informasi. Otak pun akan penuh dengan informasi sehingga suatu saat ia akan dapat memanggil kembali informasi-informasi yang tersimpan didalam memorinya.

3. Belajar pemahaman Untuk mengingat anak memerlukan pemahaman akan apa yang diingatnya. Ini akan melatih pemahaman dan daya nalar pada anak.

4. Menumbuhkan kepercayaan diri Dengan mampu mengingat akan menjadi suatu prestasi pada anak sehingga dapat meningkatkan rasa kepercayaan pada dirinya.

5. Melatih kemampuan berbahasa Dengan mengingat informasi yang didapatkannya secara tidak langsung anak akan mengenal berbagai kosakata baru yang dapat melatih anak dalam kemampuan berbahasanya

6. Untuk bekal di masa depannya kelak. Anak yang mempunyai daya ingat tinggi serinkali mendapatkan predikat cerdas dan ini akan membantunya dalam mencapai dan menjalankan cita-citanya kelaknya. Jenis permainan yang dapat menstimulasi daya ingat anak :

  1. Ajak anak bernyanyi dan ajarkan berbagai lagu pada anak. Masukkan informasi dalam lagu yang kita ajarkan, misalnya dua mata saya, kepala pundak lutut kaki, dan lain sebagainya.
  2. Ajak anak mendengarkan cerita. Dapat dilakukan dengan alat peraga seperti boneka. Dengan penyampaian yang menarik akan lebih mempermudah anak dalam menerima informasi.
  3. Ajak anak bermain flash card. Berbagai flash card banyak tersedia saat ini. Tunjukkan flash card dengan informasi yang ada didalamnya dengan cepat dan lakukan setiap hari.
  4. Ajak anak bermain lompat-lompatan sambil berhitung untuk melatih daya ingatnya.
  5. Libatkan anak dalam pekerjaan. Misalnya ajak anak masak bersama, berikan beberapa macam sayur untuk dikerjakannya seakan-akan ia sedang membantu anda memasak. Kenalkan padanya berbagai nama dan jenis sayuran.
  6. Ajak anak bermain puzzle. Permainan puzzle mampu melatih kosentrasi dan daya ingat pada anak.

http://menghasilkananaksehatcerdas.blogspot.com/2009/10/melatih-daya-ingat-anak.html

Melatih Daya Ingat Anak

Pada tahapan tertentu, kapasitas anak-anak itu ada yang berkembangnya secara given (naluri yang diciptakan Tuhan di dalam dirinya), seperti merasakan lapar. Kita ajari atau tidak, anak kita akan tahu lapar itu seperti apa dan  apa yang harus dilakukan.

Tetapi ada juga kapasitas yang berkembangnya harus secara achieved (dikembangkan melalui pendidikan atau pengasuhan), contohnya adalah daya ingat anak. Semua anak diberi daya ingat, tetapi bagaimana daya ingat itu berkembang akan tergantung pada pendidikan dan pengasuhan.

Kita semua punya tanggung jawab untuk mengembangkan daya ingat anak supaya kapasitasnya besar atau kapasitas itu digunakan untuk kebaikan dan kemajuannya. Daya ingat termasuk kapasitas penting, lebih-lebih untuk prestasi akademik. Kalau daya ingatnya lemah, anak kita akan kesulitan menguasai materi.

Secara umum, hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan daya ingat anak itu adalah memperkenalkan nama benda, hal-hal konkret (nyata), simbol, gambar, atau materi. Maksudnya, anak kita masih kesulitan jika kita ajarkan melalui penjelasan atau alasan yang abstrak, seperti orang dewasa.

Untuk mengajarkan 4X4 itu 16, ada banyak cara yang bisa memudahkan anak mengingat, mungkin melalui gambar angkanya, mungkin pengalaman langsung dengan jarinya, atau melalui mainan. Anak akan sulit kalau kita paksa untuk menghafal konsep yang abstrak. Kalau pun bisa, mungkin ia akan lupa.

Pengungkapan pengalaman pribadi juga cara yang bagus untuk melatih daya ingat anak. Misalnya, kita tanya ke dia apa saja yang dilakukan seharian, main bersama siapa, peristiwanya apa saja, kapan, lalu urutannya bagaimana, benda-benda apa yang ia lihat, dan seterusnya. Jika ini rutin kita lakukan lalu anak menyadari bagaimana bercerita dengan baik, maka daya ingat-nya akan terlatih.

Memperlihatkan benda-benda yang kontras juga dapat melatih daya ingat di samping juga akan mendorong anak untuk berkreasi secara kreatif, misalnya warna kamarnya,  perbedaan benda-benda di rumah, dan lain-lain.

Untuk kepentingan moral dan mentalnya, kita bisa menjelaskan apa yang telah ia lakukan atau apa yang kita lakukan. Mengalami atau melihat pengalaman langsung punya tingkat intensitas yang tinggi untuk diingat dan ini pengaruhnya pada perilaku. Anak yang tidak pernah diingatkan mana haknya dan mana hak orang lain (hal milik) bisa saja akan melakukan hal-hal yang kita tentang, karena daya ingatnya tidak terbentuk dari kecil.

Banyak kasus menunjukkan bahwa anak yang dari kecil tidak pernah memasukkan kata kunci dosa besar dan dosa kecil dalam daya ingatnya, akan kesulitan membedakan mana dosa besar dan mana dosa kecil dalam perilaku.

Mengingat daya ingat anak itu berkembang sangat subur untuk usia yang disebut Golden Age, maka kita perlu berupaya mengembangkannya seoptimal mungkin dan untuk tujuan kebaikan atau kemajuannya nanti. Semoga bermanfaat.

http://www.sahabatnestle.co.id/homev2/main/dancow/tk_balita.aspx?id=2346&catID=16

Melatih dan meningkatkan Daya ingat Anak

Tak semua hal yang pernah didengar dapat disimpan dan tak semua yang telah disimpan dapat dimunculkan kembali. Daya ingat merupakan kemampuan terbatas. Sebagai orang tua melatih dan meningkatkan daya ingat anak merupakan salah satu jalan agar ia dapat menyerap pelajaran yang telah diberikan. Jika kita ingin anak memiliki daya ingat yang luar biasa kuncinya adalah ketekunan dalam melatih .

Dr. Cauhan (2004) seorang ahli Psikologi Pendidikan Merumuskan beberapa cara yang bisa digunakan untuk menjadikan seorang anak memiliki daya  ingat yg "hebat", yaitu :

1. Over Learning

Cara pertama ini adalah dengan memberikan bahan pelajaran kepada anak secara berulang-ulang sampai ia mengerti betul hal tersebut      misalnya jika ia sudah menguasai semua modals dalam bahasa Inggris suruhlah ia menghafalnya kembali sebelum pelajaran baru diberikan.

2. Mengasosiasikan makna pada pelajaran

Mengasosiasikan sebuah pelajaran dengan mengingatkan pada hal-hal yang akrab dengan anak sehingga anak mudah mengingatnya. Misalnya hari  pahlawan hen- daknya orang tua mengingatkan dengan hari kelahiran saudara yang tepat 10 November.

3. Pengorganisasian bahan pelajaran

Cara ketiga adalah dengan mengelompokkan bahan-bahan atau pelajaran yang akan diberikan sehingga anak lebih mudah menghapal sesuai dengan kategori bahan tersebut.

4. Resitasi Resitasi hampir mirip dengan over learning. Kalau pada over learning anak diminta mengulang-ulang pelajaran yang sudah         dikuasainya, maka resitasi adalah pengujian, dengan tanpa memberi contoh atau kesempatan kepada anak untuk bertanya atau membuka buku. 5. Kejelasan konsep Konsep adalah hal yang penting, jika anak tidak mengerti konsep maka mereka perlu diberi kesempatan bertanya Melatih anak tidak harus saat belajar dan tidak perlu dipaksa. Pada saat senggang hasil pemberian pelajaran akan jauh lebih baik.

Selamat mencoba, dan selamat melatih anak semoga akan lahir Mozart baru yang mampu menuliskan satu gubahan lagu di luar kepala saat masih 14 tahun atau Kardinal Mezzofanty yang mampu memahami 66 bahasa dunia dan tentu saja Ahmad Salam yang mampu menghafal Al Qur'an 10 Juz pada saat berumur 9 tahun.( Disarikan dari berbagai sumber)

http://smp3lembang.blogspot.com/2009/09/melatih-dan-meningkatkan-daya-ingat_17.html Salam Blogger Persahabatan Omjay http://wijayalabs.com

Wijaya Kusumah

/wijayalabs

TERVERIFIKASI (BIRU)

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?