HIGHLIGHT

Hati-hati, Pelan di Jalan Raya Juga Bahaya Lho...

12 Juni 2012 08:49:59 Dibaca :
Hati-hati, Pelan di Jalan Raya Juga Bahaya Lho...
Foto dok. pribadi

Beberapa hari lalu, seorang kawan mengajak saya jalan dengan mobilnya. Hmm, enak juga nih, wong dia yang nyopir. Menyusuri jalanan Kota Kendari yang tidak terlalu ramai, serta hawa sejuk usai turun hujan, membuat perjalanan menjadi nyaman. Namun, tiba-tiba kawan saya mengurangi kecepatan mobil saat ada sepeda motor matic berjalan pelan di depan kami. Lampu sein motor itu menyala sebelah kanan tapi tiba-tiba malah belok ke kiri. Kawan saya sempat terkejut sesaat. Kemudian, seolah tanpa rasa bersalah, dua orang cewek di atas matic itu terus saja asyik ngobrol. Matic tetap saja melaju di depan kami, kali ini di tengah-tengah jalan, pelan dan ngambang, sehingga mobil kami sulit untuk menyalip. Kawan saya mulai jengkel dan mencoba menekan klakson, tapi dengan gerakan tiba-tiba, matic tersebut malah belok ke sisi kanan jalan tanpa menyalakan lampu sein. Tentu saja kawan saya kaget dan jadi mengerem mendadak lagi. “Hei, baru belajar naik motor ya?!” teriak kawan saya sambil kepalanya melongok ke luar jendela. “Binatang kau!” aduh, sebuah umpatan yang tak disangka-sangka keluar dari mulut perempuan muda itu. “Hei, apa kau bilang?!” kawan saya emosi dan seolah-olah mau menghentikan mobil ke pinggir, tapi saya cegah. “Sudah bang, biarin….” kata saya. “Itulah kalau jalan seolah milik sendiri, jalan ngambang gitu nggak mikirin orang lain…” cetus kawan saya. Hmm, benar juga ya? Selama ini yang dianggap membahayakan saat menggunakan kendaraan di jalan adalah pengendara yang menggeber kecepatan tinggi. Namun, sebenarnya pengendara yang terlalu pelan di jalan raya juga berpotensi membahayakan. Biasanya pengendara sepeda motor yang jalan pelan dan ngambang, konsentrasinya terbelah karena acapkali sambil ngobrol dengan teman. Tak hanya ngobrol dengan teman yang dibonceng, terkadang saya pun menemui ada dua motor atau lebih yang beriringan pelan di jalan karena mereka asyik berbincang. Lah, ini jalan raya atau warung kopi? Ada juga yang malah ngobrol dengan dirinya sendiri alias melamun. Otomatis kendaraan di belakangnya terganggu dong. Belum lagi kalau ada pengendara yang nyetir sambil nelpon atau SMS-an, tak hanya motor tetapi mobil juga. Tentu saja ini sangat membahayakan meski mereka mengendarainya dengan kecepatan rendah. Lalu, sebenarnya berapa sih kecepatan ideal saat kita berkendara di jalan. Sebagai pemakai sepeda motor, saya sempat melakukan ujicoba kecil-kecilan mengenai kecepatan. Saya merasa nyaman saat berada pada kecepatan 40 hingga 50 km/jam. Tidak pelan, tidak juga ngebut. Namun, saat saya menurunkan kecepatan menjadi di bawah 30 km/jam, tidak sedikit pula kendaraan di belakang saya yang protes dengan tanda menyalakan klakson. Ini untuk kondisi jalan raya yang lancar, tidak macet, tapi tidak juga sepi. Mungkin berbeda tiap daerah, khususnya di kawasan yang sering macet padat merayap. Memang sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi keselamatan di jalan. Tak hanya soal kecepatan, lha wong pas berhenti saja saya pernah ditabrak kok, hehe. Saya malah jadi teringat pesan ibunda saya saat-saat awal saya mulai sering naik motor ke luar kota. “Hati-hati le, jangan ngebut, jalan nol saja…” “Lho bu? Jalan nol itu mah nggak jalan namanya…”

Widi Kurniawan

/widikurniawan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

"Aku tidak menyebut saya dengan gue"

-------------- www.cintalorenz.com

--------------Follow @maswidik

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?