Hidup di Jalan Allah : Bisikan Hari untuk Diri Sendiri

31 Juli 2012 22:59:44 Dibaca :

Hidup di Jalan Allah

Oleh

Wajiran, S.S., M.A.

Sadarilah bahwa kehidupan kita memiliki tanggungjawab besar. Tanggungjawab kita kepada Allah adalah tanggungjawab paling utama. Oleh karena itu hidup kita akan sempurna hanya jika kita mampu mengemban amanah Allah SWT. Lalu apa yang harus kita lakukan? Pertama, jangan pernah memanjakan hidup kita hanya untuk kesenangan sementara. Apapun tindakan kita harus kita niatkan hanya untuk mencari ridho-Nya. Setiap aktivitas adalah ibadah, karena itu harus kita awali dan niati dengan nama Allah semata. Kedua, jangan pernah menunda suatu kebaikan. Lakukan saat itu juga kebaikan yang ada di dalam benak kita. Lakukan selagi ingat dan sempat. Menunda kebaikan adalah penyakit yang membahayakan kehidupan. Kebiasaan ini dapat membunuh kita perlahan-lahan dengan habisnya usia kita sia-sia. Melakukan kegiatan tepat waktu merupakan hal penting yang harus di jaga karena dapat menyelamatkan hidup kita dunia dan akherat. Ketiga, jangan pernah berprasangka buruk terhadap seseorang. Prasangka buruk adalah suatu penyakit yang sulit disembuhkan. Ia adalah awal mula tindakan memfitnah yang berarti memutus ukhuwah. Jangan mudah percaya pada inforamsi keburukan seseorang sebelum jelas kebenaran. Jika kita mengambil keputusan atas prasangka, maka hasilnya akan sangat fatal. Kita dapat membunuh orang tidak berdosa karena salah pemahaman. Keempat, selalu belajar pada siapa saja yang dapat dipercaya. Ilmu dapat lahir dari siapa saja, tidak pandang usia dan keturunan. Maka perbanyakllah persaudaraan dengan orang-orang berilmu dan sholeh. Mereka dapat memberi semangan bahkan menjaga dan mengendalikan kehidupan kita. Dengan mereka pula hidup kita akan terarah, dengan mereka kita dapat mengurangi beban perjuangan kita yang sulit dan berat. Kelima, hormatilah setiap orang, terutama yang berilmu. Rangkulllah mereka dan jangan membedakan warna kulit, seragam atau golongan asal mereka. Jika berbeda pemikiran jadikan sebagai khazanah kehidupan yang dapat mendewasakan pemikiran. Mereka adalah pelengkap kehidupan kita dan merupakan bukti kebesaran Tuhan. Mereka dilahirkan pasti memiliki makna. Mudah-mudahan lima prinsip hidup ini mampu membawa kita ke jalan Allah SWT. Jika hanya rahmat dan ridho Allah yang kita cari, maka jiwa dan batin kita akan siap menghadapi segala cobaan dan ujian. Semoga karena rahmat dan karunia-Nya kita diberi keselamatan di dunia dan di akherat. Amin...

Muhammad Wajiran, S.S., M.A.

/wajiran

Manusia awam yang
penuh dengan keterbatasan dan kebodohan.
Saat ini berstatus sebagai Dosen dan Mahasiswa Program Doktor (S3) di University of Tasmania-Australia.
Mantan pengurus DPD IMM DIY ini dilahirkan di Lampung, 18 Desember 1979. Pendidikan Pasca Sarjana diperoleh di Universitas Gadjah Mada.
Pengalaman organisasi: Sekretaris Pusat Pengembangan Bahasa (dua periode), Wakil sekretaris MTDK PWM DIY dan Sekjen KAMADA, Ketua Umum KORKOM IMM UAD, Waka 1 IMM PSH,. Jabatan terakhir sebagai Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (2 Periode).
Aktivis alumnus Pondok Pesantren Ar-Ruhamaa’ ini mempunyai minat bidang kebijakan politik Amerika Serikat, ideologi dan agama.
Aktif di beberapa perkumpulan dan juga latihan menjadi pembicara dalam diskusi, training, seminar atau konferensi. bisa di hub di: Twitter: @WazierW wazier1279@gmail.com.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?