HIGHLIGHT

Terlalu Manja...Baik-kah?!

12 Juli 2012 22:17:11 Dibaca :

"Sayaank... siang ini tolong anterin aku ke salon yaa.."
"Sayaank... ntar malem temeni aku ke pesta si anu yaaa.."
Dan masih banyak sayaank-sayaank lainnya yg bernada manja tapi sebenarnya adalah perintah..

Hahaha.. Banyak wanita yang seperti itu.. Saat sendiri, dia bagus, mandiri, semua hal bisa di handle sendiri... Tapi setelah mempunyai kekasih, semuanya serasa beraaaat... Bahkan mungkin kalo bisa, ke toilet pun minta diantar...(Ampun deh..). Tapi ga semua wanita kayak gini lhoooÓ..

Masih banyak diluar sana, wanita-wanita yang mandiri, mulai dari PekerjAan kantor dan pekerjaan rumah tangga bisa diselesaikan sendiri...
Ada beberapa hal yang menyebabkan kaum wanita merasa amat sangat tergantung dengan cowoknya. Antara lain:

* Kebiasaan dari kecil yang dimanjakan oleh orang tuanya. Sehingga saat besarnya mencari tempat bergantung selain orang tua..

* Anugerah kecantikan diatas rata-rata. Banyak wanita cantik yang selalu mendapatkan perlakuan istimewa, mulai dari lingkungan rumah, sekolah, perguruan tinggi, tempat bekerja bahkan ditempat-tempat umum. Hal ini dapat menyebabkan si wanita jadi tinggi hati, sok cantik dan selalu merasa banyak penggemar yang siap membantunya.

* Si wanita mempunyai tipe kekasih yang SIAGA berlebihan. Siap antar jaga dimanapun berada dan dalam keadaan apapun serta kapanpun dibutuhkan. Kalo perlu hujan badai akan ditempuh demi si wanita. Selalu memanjakan dan menuruti seluruh keinginan si wanita secàra berlebihan

* Terlalu banyaknya tontonan yang menunjukkan kaum wanita adalah kaum yang lemah, rentan, rapuh, selalu butuh dibantu dan butuh tempat bergantung.
Sehingga mempengaruhi alam bawah sadar kita dalam pembentukan kepribadian.
Menjadi wanita manja itu tidak ada salahnya, tapi jangan berlebihan. Sewajarnya saja laaah... (Suami saya aja suka kalo saya bermanja-manja dengannya..hahaha).

Begitu sebaliknya, menjadi wanita yang terlalu mandiri itu juga tidak bagus. Bagaimanapun laki-laki adalah makhluk yang mempunyai ego luar biasa tinggi. Laki-laki adalah sosok pemimpin rumah tangga. Butuh dihargai dan harus mempunyai peran dalam keluarga.
Suami saya tersayang pernah bilang: "ayah suka jika bunda manja, tapi ayah tidak akan membiarkan bunda terlalu tergantung dengan ayah... Karena di dalam hidup, tidak ada yang tau umur kita sampai kapan... Kalo ayah yang dipanggil Tuhan terlebih dulu, bunda harus siap menjalani hidup tanpa ayah." (Sedih banget kalo inget ini...ini aja nulisnya ama nangis..hik.hiks)

Yaaa... Suami saya benar...umur manusia tidak ada yang tau.. Kita selalu berharap untuk hidup selamanya.. Tapi bagaimana jika keadaannya tidak sesuai harapan..
Tidak bagus jika kita terlalu tergantung dengan siapapun. Namun IngÀt kita adalah makhluk sosial, kita tetap butuh bantuan dari orang lain tapi tetap dalam porsinya.
Bagi para orang tua yang berencana atau telah memanjakan anak-anaknya secara berlebihan. Mohon diingat bahwa kita para orang tua tidak bisa selamanya hidup untuk melindungi anak kita.
Jika kita tidak menyiapkan pribadi tangguh pada anak kita, bagaimana nanti kehidupannya setelah kita tiada.

Sebanyak apapun Harta yang kita berikan bisa habis, tapi kemandirian yang kita tanamkan sejak kecil akan terbawa sampai anak kita kita dewasa. Dan itu bisa jadi kunci sukses untuk anak kita.

Lebih baik melihat anak kita menangis sekarang. Daripada esok hari kita yang menangis, melihat masa depan anÀk kita yang suram karena kemanjaannya..
SemÓga kita bisa bersikap lebih bijaksana lagi dalam menjalani hidup.

Selamat beraktifitas
Venny Virdastryn

Venny Virdastryn

/vennyvirdastryn

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Wife•Mother•Dentist• I am an Ordinary Women with ExtraOrdinary dreams twitter: @VennyVirdastryn
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?