Politik

Di Balik Kekalahan Ahok

22 April 2017   05:25 Diperbarui: 22 April 2017   05:30 1943 6 8

Mengapa Ahok dengan tingkat elektabilitas tinggi(75%),punya dukungan sangat kuat ( uang,media massa,kekuasaan,birokrasi) bisa kalah oleh seorang Anis Baswedan yang tidak punya " apa apa"??,dimana letak kesalahannya,dimana letak kekurangannya??.

Berangkat dari titik lemah Ahok( dari suku minoritas,dgn agama minoritas dan bahasa " comberan" Ahok) maka hal tersebut " dieksploitasi " habis habisan,pembunuhan karakter,penyesatan informasi " fitnah keji ' disebar habis habisan lewat sinergi aksi demo damai,ceramah di Masjid dengan dikemas sebagai " pengajian " ,disebarkan di media sosial/perang media sosial,menyebar " selebaran " kampanye hitam dsb.

Disaat kampanye bagi bagi amplop dan sembako yang diduga dilakukan kubu Ahok,hampir bersamaan juga terjadi bagi bagi selebaran yang berisi rencana " gusuran" bila Ahok terpilih ,lengkap dengan peta wilayah ,seolah selebaran tersebut resmi dikeluarkan Pemda DKI.

Yang tidak kalah penting adalah selebaran berupa " testimoni " Gubernur NTB,testimoni Tanri Abeng,testimoni Hakim Agung soal ungkapan " TIKO " yang nyebar viral dimedia sosial,tentunya pernyataan minta " maaf " juga dilampirkan sebagai bukti memang telah terjadi pengucapan kalimt tersebut.

Si ergi antara kampanye negatif dan tampilan Anies- Sandi yang moderat,toleran,merangkul,santun,menawarkan solusi,menawarkan " kebersamaan " bla.....bla....patut diduga mempengaruhi kekalahan Ahok.

Jelas peran lembaga survey dan konsultan politik luar biasa pengaruhnya.Basis pendukung Ahok di Jakut,Jakbar,jakarta kepulauan berhasil dikalahkan pada putaran kedua berkat peran serta lembaga survey.

Mengapa Anies Nolak reklamasi????berdasar survey 60% warga Jakarta utara nolak reklamasi,mungkin faktor tersebut ikut mempengaruhi sikap Anies terkait reklamasi.

Intinya adalah, Ahok kalah karena titik lemah Ahok berhasil " dieksploitasi " habis habisan untuk jatuhkan Ahok dimata pemilih...Salam Demokrasi.......kebablasan ( yang ngomong pak Jokowi lho )...