Aih, Kompasianer yang Sempurna.

02 April 2012 01:54:28 Dibaca :

Sungguh menyenangkan, menyadari fakta bahwa para blogger tumbuh berkembang seperti jamur.

Data usang bertahun 2004 saja menyatakan bahwa ada 50 juta blog dan 1,5 juta posting blog setiap hari. Dan setiap blog baru dibuat setiap detiknya. Saat ini, jumlah itu tentu telah berlipat-lipat. Blogosphere adalah sesuatu yang tak terelakkan keberadaannya.


Tak ketinggalan, jumlah para kompasianers kini juga terus bertambah. Mereka menulis beragam hal, mulai dari krisis energi, keluh kesah presiden SBY, pantai Bunaken, nasi pecel sampai tai kucing.


Kendati bagus tidaknya sebuah tulisan tak ditentukan oleh banyaknya pengunjung dan pembaca, namun tak dapat dipungkiri bahwa banyaknya pembaca, banyaknya komentar, dan banyaknya rekomendasi, akan membuat kita, sebagai penulis, merasa bergairah.


Jumlah pembaca dan banyaknya komentar, terlebih yang inspiratif, akan membuat kita semakin terpacu untuk menulis. Ini hukum alam.


Tapi jujur saja, setiap kali menulis untuk blog pribadi, atau untuk kompasiana, saya selalu bingung mengenai klasifikasi tulisan. Apakah tulisan saya termasuk berita, atau lifestyle urban, atau catatan harian, atau wisata, atau humaniora sosbud, atau filsafat?


Saya yakin saya tidak sendirian dalam kebingungan ini.


Contohnya begini. Pada suatu hari saya sedang melancong ke pantai Anyer. Setelah makan kepiting saus tiram dan mengobrol dengan seorang teman mengenai Nietzche dan Schopenhauer, saya tiba-tiba merasa sakit perut. Sayapun lantas kembali ke penginapan dan lalu buang air besar sambil baca koran. Kebetulan headline surat kabar hari itu adalah “BBM tak jadi Naik”. Saya segera teringat wajah SBY dan segala debat kusir para anggota partai, entah dari partai koalisi ataupun oposisi.


Nah, harus saya masukkan ke dalam klasifikasi apakah tulisan saya? Apakah berita? Wisata? Jalan-jalan? Kuliner? Catatan harian? Filsafat? Sosbud? Kesehatan? Ataukah Politik? Bukankah tema tulisan saya tersebut layak untuk masuk ke dalam seluruh klasifikasi yang saya sebutkan di atas?


Runyam bukan?


Beberapa pembaca pasti berpikir saya berlebihan.


Baiklah, memang mungkin saya berlebihan. Tapi tidak berarti semua hal di atas tidak pernah terjadi bukan?


Tapi kata banyak orang, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Bukan milik para blogger ataupun admin kompasiana. Menyadari hal tersebut sayapun bisa menjadi lebih lega. Dan lantas yang biasanya saya lakukan adalah saya akan menempatkan tulisan saya secara suka-suka. Sedikit sembarangan, memang. Tapi toh saya tak mengejar kesempurnaan. Sekali lagi, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.


Tapi bagaimana dengan mereka yang tak percaya Tuhan? Bagaimana dengan mereka yang percaya bahwa manusia, termasuk para blogger dan kompasianer dan admin kompasiana, adalah makhluk yang paling sempurna?


Aiihh.



--



toha adog

Toha Adog

/tohaadog

www.tohaadog.wordpress.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK KOMPASIANAA

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?